Sinopsis Lengkap Film Merku Thodarchi Malai (2018)

Diposting pada

Merku Thodarchi Malai (2018)

Rilis
24 Agustus 2018
Negara
India
Bahasa
Tamil
Sutradara
Lenin Bharathi
Produser
Vijay Sethupathi
Pemeran
Antony, Abu Valaynkulam, Gayathri
Krishna
Sinematografi
Theni Eswar
Music
Ilaiyaraaja
Distributor
VT Cinemas.

Plot 

Rangasamy buru harian mencari nafkah membawa karung kapulaga
dari gunung menuju kaki bukit di pedalaman Tamil Nadu. Chacko komunis dari
Kerala menyatukan para pekerja dan mencegah pemilik tanah mengeksploitasi
mereka. akibatnya terjadi bentrokan antara pemilik dan serikat pekerja.
Rengasamy ingin membeli tanah dari penduduk setempat.


Karena keberatan dari keluarga penjual, dia dan ibunya tidak
mendapati tanah. Rengasamy menikah dengan Eshwari (Gayathri Krishna) yang
merupakan pekerja di perkebunan tersebut. Upaya kedua Rengasamy membeli
sebidang tanah berakhir tragedi. Dia kehilangan sebagian besar uang yang dia
tabung. Dia kemudian membeli tanah sebagai pinjaman memulai bercocok tanam
membayar utang dari waktu ke waktu.

Di kantor partai komunis, Chacko berdebat sengit dengan
kawanan senior mengenai industrialisasi dan kondisi dari pekerja. Esok hari,
yang lainnya memerintahakn Chacko mengirimkan amplop ke lokasi tertentu.
Sekembalinya ke desa, Chacko mengetahui mengenai penutupan dari pemilik
perkebunan sendiri yang menghinanya dengan mengatakan itu merupakan rencananya
bersama dengan kawan senior mengirimnya ke luar kota saat hal ini terjadi.
Chacko marah mengunjungi pekerja.

Dia membawa pekerja lagi dengan senjata mencari pemilik
perkebunan. Kawan senior dan pemilik tanah bersama Chacko dan para pekerja tiba
di tempat membunuh mereka berdua. Mereka berakhir di penjara selama beberapa
tahun dan saat Rengasamy kembali ke rumah, segalanya berubah menjadi lebih
buruk sebab penjual pupuk mengambil alih tanahnya guna pembayaran iuran
tertunda.

Rengasamy berakhir sebagai penjaga keamanan kincir angin yang
ditempatkan di tanah yang sama yang sebelumnya dia miliki. Setelah kejadian ini
serangkaian adegan menegaskan kembali sifat membantu masyarakat Ghats. Semua
orang berbicara terhadap orang lain dengan nada keras namun bantuan mereka
berikan berarti lebih dari suara mereka yang terangkat.

Tinggalkan Balasan