Sinopsis Lengkap My Only One Episode 47

Diposting pada

Soo-il menyerahkan tangan
Do-ran kepada Dae-ryook yang menunggu depan hotel. Sementara itu di kediaman
Hong-joo, Hong-joo mengalami sakit perut sehingga tidak bisa hadir. Da-ya
mengatakan kepada Eun-young bahwa ibunya dan Go-rae tidak bisa datang sebab dilarikan
ke IGD karena penyakit batu ginjal.


Bibi Geum-ok datang bersama
Yo-jin dan mereka foto bersama. Namun Geum-ok terus memikirkan ayah Do-ran.
Segera Do-ran melaksungkan pernikahannya dengan Dae-ryook yang membuat semua nampak
bahagia kecuali Eun-young. Sementara itu Soo-il menangis terharu. Bibi Geum-ok
menangis dan dia terlihat melihat Ayah Do-ran namun dia ragu.


Soo-il menangis dan dia pergi
dari ruangan diikuti oleh Hong-joo. Hong-joo menanyakan Soo-il mengapa
menangis. Dia mengatakan bahwa dia kelilipan. Hong-joo menanyakan Soo-il bahwa
hari ini bisakah dia datang untuk membuat makanan buat anak-anak. Soo-il dia
akan datang setelah mengantarkan nenek Geum-byung.


Mereka berdua kembali masuk ke
dalam aula dan Bibi Geum-ok melihat Soo-il dan menyadari dia merupakan ayah
Do-ran yang hendak keluar. Geum-ok berusaha mengejarnya namun dia sesak napas
saat berada di tangga dan segera dibawa pulang oleh Yo-jin. Sampai di rumah,
Geum-ok yang tidak ingin diperiksa bertanya-tanya mengapa ayah Do-ran bisa berada
di tempat pernikahan.


Dae-ryook dan Do-ran berbulan
madu berkeliling negeri dengan menggunakan mobil van dimana Dae-ryook yang
menyetir. Sementara di katedral, Hong-joo melihat Soo-il dan dia berprasangka
bahwa Soo-il jatuh hati terhadapnya. Hong-joo mengatakan kepada Soo-il untuk
berpacaran sebab mereka sama-sama single. Soo-il mengatakan kepada Hong-joo
untuk minum kopi.


Soo-il mengatakan kepada
Hong-joo bahwa dia tidak cukup baik dan dirinya memiliki  kekurangan. Hong-joo mengatakan aku
mengetahuinya itulah mengapa aku menyukaimu. Memiliki seorang sepertimu
membantu di asuhan suatu kehormatan. Aku tidak cukup dan aku ingin kamu
menyerah.


Do-ran dan Dae-ryook menikmati
bulan madu mereka. Di kediaman Pak Wang, Pak Wang pergi menemani Nenek
Geum-byung berobat. Sementara Da-ya menyiapkan vas bunga di meja nenek
Geum-byung namun vas bunga terjatuh dan menumpahkan air yang mengenai buku
nenek Geum-byung. Da-ya terkejut saat mengibaskan buku tersebut mendapati surat
perjanjian.


Da-ya yang yang suka mengadu
menemui Eun-young yang sedang beristirahat. Da-ya menunjukkan kertas perjanjian
tertulis nenek Geum-byung  dengan Ibu
Do-ran. Eun-young terkejut saat membacanya bahwa Geum-byung memberikan uang
kepada Ibu Do-ran. Da-ya lalu meminta kepada Eun-young untuk tidak memberi tahu
nenek Geum-byung bahwa dirinya yang memberikannya.

Tinggalkan Balasan