Sinopsis Film Gulabo Sitabo (2020) Lengkap

Diposting pada

Chunnan Nawab (Amitabh Bachchan) seorang lelaki tua pelit yang dianggap sebagian besar orang yang dikenalnya sebagai orang kikir tamak. Istrinya, Fatima Begum yang usia 17 tahun lebih tua darinya, pemilik Fatima Mahal, rumah kumuh di Lucknow yang kamarnya disewakan terhadap berbagai penyewa, banyak di antaranya tidak membayar sewa layak.

Begum meninggalkan Mirza tanggun jawab merawat properti tersebut, namun Mirza tidak dapat menunggu kematian Begum, alhasil rumah besar tersebut bisa diteruskan kepadanya. Baankey Rastogi (Ayushmann Khurrana) merupakan penyewa rumah yang miskin bersama Ibu dan 3 adik perempuannya.

Dia bekerja di pabrik penggilingan gandum, walaupun dia senang terhadap sebagian besar hal dalam hidupnya, termasuk hubungannya terhadap keluarganya, dia tidak bisa mengumpulkan cukup uang membayar sewa, yang telah terlambat selama berbulan-bulan.

Akibatnya Mirza mengomel padanya membayar iuran setiap kali mereka berpapasan. Hal ini mengakibatkan Baankey sering kesal, dalam ledakan amarah, dia menendang dinding block toilet yang runtuh, membuat Mirza marah yang menuntut Baankey membayar biaya perbaikan penuh.

Baankey tidak sanggup membayar, sehingga Mirza berusaha membuat hidupnya dan juga keluarganya sengsara, dengan segala cara mungkin. Ini tantangan terakhir untuk Baankey, yang bersumpah membalas dendam terhadap Mirza. Dia mendapati kesempatan saat Gyanesh Shukla (Vijay Raaz) arkeolog yang bekerja untuk pemerintah, menyadari nilai histori properti tersebut.

Dia dengan cepat membuat rencana merebutnya, mengusir semua orang tinggal di dalamnya dan menyatakannya sebagai situs warisan milik pemerintah. Gyanesh menjelaskan rencananya terhadap Baankey, mengklaim akomodasi alternatif akan disediakan kepada mereka yang terusir.

Baankey menyadari Mirza akhirnya akan kehilangan cengkramannya di mansion. Mirza segera mengetahui mengenai situasinya, menyewa pengacara lokal, Christopher Clark. Mirza berencana mendapati kepemilikan rumah yang ditransfer menuju dirinya sendiri begitu Begum meninggal, alhasil dia bisa mengusir penyewa dan menyimpan rumah tersebut untuk dirinya sendiri.

Usai usaha panjang melacak siapapun dalam keluarga Begum yang bisa mewarisi rumah tersebut alih-alih dia, langkah terakhir mendapati salinan sidik jari tangan kanan Begum. Mirza memperoleh sidik jari dari Begum yang tidur, namun sidik jari itu berasal dari tangan yang salah.

Dia memilih memalsukan cetakan. Usai memperhatikan keadaan rumah rusak, Christopher memperkenalkan Mirza terhadap Munmum, seorang pengembang kaya bersedia membeli rumah besar tersebut, Menghancurkannya, membangun kompleks perumahan modern di atas tanah itu.

Christopher mengklaim Mizra akan mendapati sejumlah uang untuk ini sehingga yang terakhir sangat cepat setuju. Sementara tanpa sepengetahuan Baankey dan Mirza, Begum mengetahui mengenai rencana masing-masing yang menghasilkan keuntungan dari rumah besar yang dimiliki keluarganya.

Dia tidak akan mempunyai dan dengan cepat membuat rencana menceraikan Mizra dan kabur dengan kekasihnya yang lain, menjual rumah besar terhadap yang terakhir dengan satu rupee untuk melindungi dirinya. Tawaran Gyanesh untuk perumahan alternatif Baankey, dan uang yang ditawarkan Christopher terhadap Mirza, keduanya merupakan klaim palsu.

Gyanesh seketika membawa pejabat pemerintah lain untuk merebut properti tersebut, dan Christopher secara bersamaan membawa pengembang menuju situs mempersiapkan pembongkaran, kepalsuan tersebut berubah menjadi kejutan buruk untuk pasangan yang berseteru.

Mereka segera terganggu saat pelayan mengumumkan Begum telah pergi. Mirza diam-diam bersukacita awalnya, berpikir Begum meninggal dan rumah besar tersebut kini menjadi miliknya.

Namun Begum masih hidup dan dia kawin lari, meninggalkan surat dibelakang untuk menjelaskan bagaimana dia membuang rencana serakah Mirza dan Baankey. Keduanya pindah, hidup mereka jauh lebih tenang dan tertekan. Begum meninggalkan kursi antik bagi Mirza, dia berkomentar terhadap Baankey, dia menjualnya secara lokal 250 rupee.

Film ini selanjutnya ditutup menunjukkan kursi di toko barang antik dengan harga 135 ribu rupee. Mirza begitu bodoh dan remeh alhasil dia tidak menyadari nilai kursi tunggal tersebut sudah cukup menyelesaikan masalahnya.