Sinopsis The Front Line (2011) Lengkap

Diposting pada

Di awal Perang Korea di tahun 1950, Korea Utara melewati Korea Selatan, Pasukan Korea Selatan mendapati Eun-pyo (Shin Ha-kyun) dan Soo-hyeok (Ko-soo) ditangkap dalam pertempuran dibawa menuju Tentara Rakyat Korea oleh Captain Jung Yoon.

Jung Yoon menyatakan terhadap para tahanan bahwa perang akan berakhir dan dia tahu persis mengapa mereka berperang, sebelum membebaskan tahanan, sehingga mereka bisa membantu merekonstruksi negara usai peranga. Tahun 1953, perang pun belum berakhir.

Pertempuran berlanjut di bukit, dimana masing-masing berjuang menentukan garis pemisah Utara dan Selatan. Di tengah pertempuran, perwira Korea Selatan yang berperang di Bukit Aerok, ditemukan tewas dibunuh peluru selatan. Letnan Eun-pyo dari Korps Kontra-inteligent Korea Selatan dikirim menyelidiki pembunuhan.

Eun-pyo tiba di garis depan ditemani Captain Jae-oh, dan prajurit baru. Eun-pyo tertegun usai menyaksikan pembunuh Soo-hyeok yang menyerahkan orang-orang Korea Utara yang menyerah sebab mereka tidak memiliki waktu menangkap mereka dengan benar selama penyerbuan, sebelum bergabung bersama sisa Alligator Company pada saat mereka merebut kembali bukit dari tangan Korea Utara.

Petempuran berakhir, Eun-pyo mendapati Seong-shik mabuk, menuntutnya menemukan Soo-hyeok dan tentara veteran lain menikmati isi kotak rahasia yang terkubu dalam gua di bukit yang berfungsi menjadi sistem surat dan pertukaran hadiah antara sisi berlawanan.

Usai penyimpanan untuk orang Selatan yang ditangkap Korea Utara, Korea Utara pertama kali digunakan memperdagangkan penghinaan, namun berevolusi menjadi pertukaran surat dan hadiah yang menyenangkan, dengan permintaan sesekali untuk satu sisi agar dapat mengirim surat menuju keluarga mereka di sisi lain, menjelaskan apa yang seharusnya spy di daerah tersebut.

Para veteran membujuk Eun-pyo tetap diam mengenai persaudaraan mereka. Selama patroli Seong-shik ditembak seorang penembak jitu Two Seconds. Eun-pyo berupaya menyelamatkannya, Soo-hyeok memintanya meninggalkan Seong-shik untuk mati, memancing Two Second serangan artileri yang gagala membunuhnya.

Eun-pyo akhirnya mencarinya dan berhasil menundukkan Two Second yang ternyata prajurit wanita Cha Tae-kyeong yang sedih sebab dia harus membunuh Seong-shik, setelah dia telah mengenalinya atas pertempuran dan pertukaran hadiah mereka.

Captain Young-il terluka pada saat berusaha menenangkan prajurit veteran yang menuntut melihat teman-teman yang meninggal di daerah Pohang. Dengan kapal terbatas untuk dievakuasi, mereka bahkan harus membunuh mereka agar tetap bertahan, banyak rasa malu dan penyesalan.

Veteran dipindahkan keluar, ditakdirkan pembuangan yang tidak terhormat, dan anak-anak yatim dievakuasi. Selanjutnya pasukan Cina dikerahkan dalam serangan gelombang manusia di bukit.

Selama pertempuran, Jae-oh istirahat dibawah tekanan dan juga menolak mundur, bahkan pada saat mereka dikuasai, atas permintaan bawahannya. Soo-hyeok menembak Jae-oh hingga tewas dihadapan Eun-pyo, mengambil komando bersama Young-il.

Menyadari siapa yang dia cari, Eun-pyo mengancam menangkapnya atas pembunuhan Jae-oh dan juga komandan kompi yang sebelumnya. Soo-hyeok menjawab bahwa kedua pemimpin yang tewas menempatkan mereka dalam resiko dan juga harus diganti demi kebaikan.

Soo-hyeok menjadi korban Two Second menghancurkan Eun-pyo dan lain. Usai pertempuran, perjanjian gencatan senjata pun ditandatangani, perayaan dimulai di kedua sisi. Pasukan Korea Selatan dan Korea Utara bertemu di sungai, namun usai beberapa saat yang tegang, dengan tenang melambaikan tangan satu sama lainnya.

Akan tetapi gencatan senjata tidak akan berlaku selama 12 jam selanjutnya. Kedua belah pihak diperintahkan merebut dan memegang wilayah sebanyak mungkin, menentukan batas akhir kedua negara.

Pertempuran selanjutnya, semua orang di kedua belah pihak terbunuh, termasuk Tae-kyung dan Young-il, kecuali komandan Korea Utara yaitu Jung-yoon walaupun terluka parah dan Eun-pyo. Kedua pria tersebut bertemu di gua dengan kotak hadiah. Eun-pyo bertanya terhadap Jung-yoon mengapa mereka harus bertarung.

Jung-yoon mengatakan dia pernah tahu, namun kini telah lupa. Mereka mendengar di radio bahwa gencatan senjata mulai berlaku sehingga semua pertempuran dihentikan. Namun Jung-yoon menyerah dengan lukanya. Film berakhir, Eun-pyo terguncang berjalan sendirian menyusuri bukit, berlumuran darah yang ditutupi mayat semua prajurit yang jatuh.