Sinopsis Episode Terakhir It’s Okay to Not Be Okay Episode 16

Diposting pada

Sang Tae memberi tahu Jaesu bahwa dia ingin berhenti bekerja di tokonya. Jaesu berusaha menawarinya kenaikan gaji namun Sang Tae berbicara mengenai keinginannya untuk menjadi ilustrator. Pasangan tersebut memeluknya.

Mun Yeong bertanya terhadap Kang Tae mengapa dia menggantungkan foto tersebut di pohon ibunya. Dia menjelaskan bagaimana dia ingin ibunya bertemu dengan dia dan menjelaskan bahwa mereka keluarga sekarang.

Pagi hari Kang Tae menyiapkan makanan dan memberi tahu Mun Yeong bahwa dia berhenti dari pekerjaanya dan akan belajar, dia menyuruhnya untuk tetap di sisinya dan juga melakukan kelas online. Kang Tae memberi tahu Mun Yeong bahwa dia ingin memamerkan buku yang dia lakukan bersama Sang Tae.

Mun Yeong menunjukkan gambar Kang Tae, foto yang Sang Tae gambar dari saudaranya dengan senang hati. Kang Tae memberi tahu saudaranya kabar baik bahwa bukunya yang dia buat dengan Mun Yeong akan diterbitkan.

Mun Yeong memberitahunya bahwa dia tidak mampu membelikannya van camping lagi sebab mereka tidak ingin pindah ke manapun. Mun Yeong memberi Sang-in script “The Murder of the Witch in the West” dan juga kebebasan untuk menerbitkannya. Dia memberinya pilihan yaitu menerbitkan buku ibunya atau buku miliknya.

Sang-in menjelaskan dia tidak akan menerbitkan buku seseorang yang telah membuatnya begitu menderita. Mun Yeong mengunjungi ibunya di penjara menjelaskan bagaimana Kang Tae dan Sang Tae keluarganya namun ibunya tidak setuju dan mengatakan dia mencintainya.

Hui-jae terus berusaha untuk memanipulasinya. Mun Yeong menjelaskan betapa dia bahagia sebab tidak pernah berubah menjadi iblis seperti dirinya dan merasa kasihan kepadanya sebab tidak bisa merasakan kehangatan. Mun Yeong bersumpah menyingkirkan ibunya dari ingatannya sebelum pergi.

Hui-jae berteriak usai dia menyatakan dia tidak bisa menghapusnya. Mun Yeong memberi tahunya bahwa kupu-kupu melambangkan penyembuhan sebelum berjalan keluar untuk selamanya. Seung Jae dan Sang-in menuju tempat sampah dan mencari “The Murder of the Witch in the West”.

Yakin Sang-in mendapati buku tersebut untuk dirinya sendiri, Seung Jae keluar dari perusahaan. Usai itu, Sang-in mengundang Juri minum untuk curhat. Esok harinya, salinan buku baru dibawa ke rumah, Sang Tae sangat senang melihat buku dan juga namanya di dalamnya.

Sang-in khawatir bukunya tidak akan berhasil sebab bukan gaya Mun Yeong yang biasa. Sang Tae memberi tahu pohon ibunya mengenai pencapaiannya menjadi ilustrator profesional. Ketika dia membaca buku untuk dia, dia menangis bahagia.

Kang Tae melihat dan menangis dan juga memeluk Mun Yeong dan selanjutnya memeluk Sang Tae. Sebelum peluncuran buku, Mun Yeong dan Sang Tae berdebat siapa yang akan membaca buku itu. Peluncuran buku dilakukan di rumah sakit. Mereka membaca buku mereka yaitu “Finding the Real Face”.

Kang Tae, Mun Yeong dan Sang Tae membacanya bersama. Seketika, Mun Yeong dan Sang Tae memperdebatkan salah satu halaman sebab yakin itu bagian mereka. Juri memberi tahu Sang-in bahwa argumen antara Sang Tae dan Mun Yeong bisa menguntungkannya dalam hal pemasaran.

Dia juga mengatakan bahwa dia adalah orang yang kuat. Sang-in mengungkapkan dia tidak akan pindah kembali menuju Seolu dan salah satu alasannya yaitu Juri ada disini. Dalam perjalanan keluar dari rumah sakit, Director memberi kejutan bagi Kang Tae, Sang Tae dan Mun Yeong.

Dia memberi Sang Tae mobil van camping. Kang Tae memberi tahu Director itu terlalu berlebihan. Director menjelaskan bahwa ketiganya telah melalui banyak hal. Dia memberi tahu Kang Tae untuk melakukan perjalanan jauh dan juga memahami mengenai dunia.

Kang Tae harus menjelaskan terhadap Sang Tae apa artinya perjalanan. Sang Tae tidak memahami konsepnya. Kang Tae memberi tahu Mun Yeong bahwa dia mampu mendapati inspirasi dari perjalanan darat dengan van camping. Mun Yeong menyarankan perjalanan sehari yang membuat Kang Tae frustrasi, dia menyuruhnya tenang dan menghitung sampai tiga.

Kang Tae mabuk memberi tahu Jaesu dan Sang In bahwa dia merasa dikhianati Sang Tae dan Mun Yeong sebab tidak ingin melakukan perjalanan jauh. Saat Kang Tae kembali ke rumah, Mun yeong dan Sang Tae menyimpan koper untuk perjalanan jauh.

Itu kejutan dan Kang Tae sangat emosional. Esok pagi, Kang Tae sangat pusing untuk melakukan perjalanan tersebut. Mereka parkir untuk berkemah, Kang Tae muntah sementara 2 lainnya justru makan. Mun Yeong mengejeknya dan usai itu mereka menikmati perjalanan panjang mereka.

Malam hari, Mun Yeong duduk disamping api bersama Kang Tae. Dia meminta maaf sebab telah menyakitinya 2 kali dan berharap dia tidak akan pernah menyakitinya. Mun Yeong berterima kasih kepadanya sebab membawanya dalam perjalanan.

Dan kemudian, Mun Yeong mengatakan kepadanya dia mencintainya dan kali ini nyata. Esok harinya, Sang Tae memberi tahu Kang Tae bahwa dia ingin bekerja dan membuat ilustrasi sebab itu lebih menyenangkan baginya.

Kang Tae menyarankan mereka pulang namun Sang Tae ingin kembali sendiri dan membiarkan Mun Yeong dan Kang Tae terus bersenang-senang. Mun Yeong memulai percakapan, Sang Tae mengungkapkan penulis buku anak-anak lain yang jatuh cinta terhadap ilustrasinya dan ingin bekerja dengannya.

Mun Yeong juga mengatakan dia juga membutuhkan ilustrasinya. Kang Tae menyadari sesuatu dan bertanya terhadap Sang Tae apakah dia akan baik-baik saja tanpa dia ” Apakah kamu tidka membutuhkan aku?”. Sang Tae lalu mengatakan “Kang Tae milik Kang Tae”.

Ini membawa flash back dimana Kang Tae berteriak pada ibunya mengklaim dia milik dirinya sendiri. Saat ini, Sang Tae juga mengatakan dia miliknya sendiri. Kang Tae menangis dan menyadari saudaranya siap untuk lebih menjaga dirinya sendiri.

Sang Tae berterima kasih terhadapnya. Sang In kemudian mengambil Sang Tae. Mun Yeong dan Kang Tae melanjutkan perjalanan mereka. Serial ini selanjutnya menyelesaikan buku berjudul “Finding the Real Face”. Sang Tae menyadari hal ini pada saat dia melihat Kang Tae bahagia. (Finish)