Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay Episode 15

Diposting pada

Hui Jae melihat Sang Tae perlahan tertidur usai dia membiusnya. Hui Jae memanfaatkan handphonenya dan menghubungi Kang Tae. Hui Jae mengatakan kepadanya menemuinya di kastil. Kang Tae memasuki tempat Mun Yeong dan melihat Sang Tae tertidur di sofa dan panik.

Hui Jae menjelaskan bahwa dia telah menenangkan Sang Tae. Hui Jae melihat Sang Tae mengenai bagaimana dia menciptakan Mun Yeong seperti karya seni. Kang Tae marah dan mengklaim dia manusia, bukan projek.

Hui Jae marah, menyalahkan Kang Tae sebab Mun Yeong berubah menjadi orang berbeda. Hui Jae meminta Kang Tae untuk membunuh dia supaya dia membalas dendam dan juga agar hubungan naasnya terhadap Mun Yeong akan berlanjut.

Namun Kang Tae melawan keinginan tersebut, menjelaskan itu tidak akan pernah terjadi. Hui Jae memberi tahu Kang Tae cerita tersebut membuktikan bahwa Mun Yeong yang bersalah terhadap kematian ibunya. Ibunya melihat Mun Yeong muda memandangi burung dengan sayap patah.

Mun Yeong bertanya terhadap Ibu Kang Tae apakah dia harus membunuhnya. Sang Ibu mengkonfrontasi Hui Jae mengenai Mun Yeong dan burung tersebut. Namun Hui Jae menyangkal percakapan itu. Waktu sekarang, Kang Tae kesal dengan alasan mengapa Ibunya dibunuh.

Hui Jae menyatakan ibunya mengatakan bahwa Mun Yeong orang gila. Kang Tae marah mencekik Hui Jae, meletakkan kepalanya di atas meja, dia menuruti keingingan untuk membunuhnya. Ketika dia mencekik, Kang Tae ingat Mun Yeong berkata “dia masih ibuku”, sehingga Kang Tae melepaskannya.

Hui Jae menusuk Kang Tae dengan suntikan memanggilnya pengecut. Kang Tae ambruk ke tanah, Mun Yeong memasuki ruangan, dan Hui Jae mengingatkannya bahwa mereka mempunyai darah yang sama.

Mun Yeong berusaha menikam ibunya namun Kang Tae menghentikannya, menyatakan dia berjanji tidka bereaksi jika kupu-kupu tersebut muncul. Kang Tae pingsan dan Mun yeong pun kesal. Hui Jae memberi tahu Mun yeong bahwa dia seharusnya mendengarkannya.

Hui Jae hendak menusuk dan membunuh Mun Yeong, Sang Tae memukul bagian belakang kepalanya dengan buku dan menyuruhnya tidak menyakiti Kang Tae dan Mun Yeong. Polisi datang menangkap Hui Jae.

Hui Jae memberi tahu Director bahwa dia menang sebab Kang Tae dan Mun Yeong tidak bisa bersama, dia memastikannya. Director menyatakan manusia bersandar satu sama lain. Ketika Hui Jae dimasukkan dalam mobil polisi, Director bertanya apa yang dia lakukan terhadap pasiennya, Park Ok-ran.

Dia menjelaskan bagaimana dia memberi tahu pasien apa yang harus dilakukan, yaitu mengirim surat di tempat Mun Yeong namun sudah waktunya dia meninggalkan panggung. Director memberi tahu Hui Jae mungkin ini juga saatnya dia meninggalkan panggung.

Director bercanda memberi tahu Mun Yeong bahwa Kang Tae mungkin tidak akan pernah bangun. Mun Yeong bersandar di samping tempat tidurnya, air mata mengalir dan mengatakan kepadanya bahwa dia menyesal sebab Kang Tae terus terluka karena dia. Mun Yeong merasa hidupnya akan sengsara jika mereka terus bersama.

Kang Tae bangun, Mun Yeong meminta Kang Tae turun sebab mereka perlu berbicara. Mun Yeong menjelaskan padanya apa yang terjadi dan dia harus pergi sehingga dia tidak perlu menderita lagi namun Kang Tae ingin mereka mengatasi mimpi buruk tersebut.

Mun Yeong memintanya pergi bersama Sang Tae di pagi hari sebab dia tidak ingin disiksa. Pagi harinya, Kang Tae memeluk saudaranya berterima kasih kepadanya telah menyelamatkan mereka semua. Sang Tae memberi tahu Kang Tae bahwa mereka harus hidup bersama sebagai keluarga dan jika Mun Yeong meminta mereka pinda maka mereka semua harus pindah.

Sang Tae memberi tahu Mun Yeong bahwa wanita jahat tersebut berusaha menyakitinya sebab dia tidak ingin dia bahagia. Mun Yeong memberi tahu Sang Tae bahwa mereka tidak akan menerbitkan buku lagi sebab dia tidak ingin, dia memberi tahu Sang Tae bahwa dia ingin dia dan saudaranya keluar.

Kang Tae menyerahkan surat pengunduran dirinya di rumah sakit. Director juga mundur dan Kang Tae mengatakan kepadanya dia tidak dapat bernapas dan bahwa dia berbohong terhadap Mun yeong mengenai bisa mengatasinya.

Director menyimpulkan bahwa tinggal bersama menyiksa Kang Tae namun putus akan sama menyakitkan. Dia bertanya kepada Kang Tae mengapa dia tidak membunuh Hui Jae dan dia mengatakan itu karena Mun Yeong. Mun Yeong memberi tahu Sang In bahwa dia akan pensiun dari menulis dan juga dia akan melakukan apa yang dia inginkan, dia tidak lagi mempunyai cerita untuk diceritakan.

Sang In sangat emosional dan memintanya berubah pikiran namun dia mengatakan padanya untuk berhenti merengek. Sang In yakin jika Mun Yeong tidak menulis, dia tidak akan hidup lagi. Kang Tae memberi tahu Mun Yeong bahwa dia tidak dapat hidup sendiri lagi sebab dia kini tahu bagaimana rasanya merasa hangat.

Saat Kang Tae menyentuh wajahnya, dia pergi ke bawah selimut dan memintanya pergi. Kang Tae memberi tahu Mun Yeong kisah mengenai dua bersaudara yang malang saling memberi beras sebab mereka khawatir satu sama lain akan habis sebab mereka tidak tinggal bersama.

Kang Tae memberi tahu Mun Yeong bahwa dia ingin hidup bersama. Namun Mun Yeong terus diam sehingga Kang Tae berteriak terhadap Mun Yeong dan menyuruhnya berhenti bersikap keras kepala. Mun Yeong bangun dan menyuruh Kang Tae untuk kembali dan tinggal di tempat dia dulu.

Kang Tae mengatakan dia tidak dapat sebab pipa airnya meledak di tempat dia berada. Juri menghubungi Mun Yeong dan meminta bantuan sebab ibunya sakit dan dia ada shift malam. Mun Yeong menghampiri dan Ibu Nam Juri tampaknya tidak sakit.

Dia memberi Mun Yeong makanan sebab dia tidak makan selama berhari-hari. Kang Tae dan semua orang merencanakan tersebut untuk Mun Yeong untuk memastikan dia baik-baik saja dan dia makan. Mereka menyediakan semua makanan favorit Mun Yeong.

Mun Yeong bertanya mengapa seorang baik terhadapnya, Ibu Juri membuat list beberapa alasan namun salah satunya adalah karena dia memperlakukan Kang Tae apa adanya. Usai diberi makan, Mun Yeong kembali ke rumah melihat Sang Tae tertidur di tangga.

Mun Yeong bertanya-tanya alasan apa yang akan digunakan Kang Tae besok untuk tidak meninggalkan rumah. Sang Tae memberi tahu Mun Yeong untuk memeriksa karyanya sehingga dia dapat menjadi ilustrator dan bekerja dengan orang lain.

Dia menunjukkannya padanya karya seni terbarunya. Sang Tae menjelaskan dia melihatnya untuk pertama kalinya, kebahagiaan sejati. Mun Yeong menangis dan menyatakan itu indah. Sang Tae menjelaskan bahwa mereka menanam pohon untuk Ibu mereka di rumah sakit yang membuat Mun Yeong sedikit menjauh.

Mun Yeong mengunjungi pohon tersebtu meminta maaf. Kang Tae muncul dan dia berusaha membuat lelucon namun Mun Yeong tidak tertawa. Kang Tae menyatakan dia akan terus berusaha untuk mengatasi apa yang terjadi dan melewatinya. Mun Yeong berjalan pergi dan dia menghentikannya.

Saat dia terus berjalan, Kang Tae berteriak “Aku Mencintaimu”. Kang Tae kembali menuju tempat Mun Yeong dan terus mengulangi bahwa dia mencintainya. Kang Tae mengatakan kepadanya untuk berhenti mengatakannya namun dia meraihnya.

Baca selanjutnya: Sinopsis It’s Okay to Not Be Okay episode 16