Sinopsis Was It Love Episode 8

Diposting pada

Dimulai tahun 2003, Ryujin telah mendaftar militer dan dia kembali ke kota. Semua orang menyambut dia. Ae Jeong mengumumkan dirinya menuju kampus dan siap memulai dalam film dan produser.

Dalam narasi, Ryujin menyatakan dia adalah yang jatuh hati terhadapnya, dia merasa tidak nyaman pada saat Dae Oh dan Ae Jeong mulai berkencan. Hari ini, Ryujin memberi tahu Dae Oh untuk berhenti mempunyai perasaan terhadap Ae Jeong.

Dae Oh tertawa, meyakini itu lelucon namun tidak. Ah-rin bertanya terhadap Ryujin apakah dia “ingat hari itu” yang merujuk pada saat mata mereka bertemu. Ryujin melakukan sesuatu di ladang dan juga itu memalukan. Pasangan ini berdebat mengapa mereka berdua melakukan film.

Ah-rin mengakui dia merindukan pria yang lain. Malam berubah menjadi pagi, Ah-rin bertanya terhadap Dae Oh apakah dia ingin pergi untuk sarapan. Dae Oh menolak dan bertanya terhadap Ae Jeong apakah dia ingin pulang, Ryu jin juga bertanya. Ae Jeong menolak keduanya dan setuju masuk mobil Ah-rin.

Dalam perjalanan pulang, Ae Jeong memberi tahu Ah-rin bahwa dia ibu tunggal. Ah-rin merasa aneh bahwa seseorang sekeren Ae Jeong masih lajang. Ae Jeong mengatakan dia sibuk untuk suatu hubungan. Ae Jeong sampai di rumah, Ibunya menunjukkan diary yang bertuliskan “To my future baby” dan juga menyatakan putrinya melihatnya.

Di dalamnya tertulis ” Yeon Woo-ayah” dan Ibunya menyatakan Ha Nee membutuhkan hubungan terhadap ayahnya. Ibu Yeon Woo marah terhadap Yeon Woo sebab meninggalkan acara lebih awal dan juga bertanya-tanya mengapa dia terus menyembunyikan sesuatu dari rumah.

Dia ingin memperkenalkan dia terhadap putri anggota Majelis Kim dan bertanya-tanya terhadap siapa wanita yang ditinggalkannya. Dae Oh bertanya terhadap Ryujin mengapa dia memintanya berhenti untuk menyukai Ae Jeong.

Ryujin memberi tahu temannya bahwa dia lebih menyukai Ae Jeong dan Dae Oh memberi tahu temannya untuk berhenti. Dae Oh menyatakan bahwa Ryujin seharusnya menyimpan rahasianya, Ryujin memberi tahu temannya bahwa dia terlalu dalam dan Dae Oh berjalan keluar.

Ae Jeong menjelaskan terhadap Yeon Woo bahwa dia tidak mengharapkan putrinya menginginkan ayahnya sebab dia merasa dia telah melakukan pekerjaan yang baik sebagai orang tua tunggal. Yeon Woo menyatakan dia melakukan pekerjaan dengan begitu baik dan dia ingin berada disana untuknya dan Ha Nee.

Ah-rin membawa Dae Oh menuju rumah dan Dae Oh mabuk. Dia meminta Ae Jeong memilih antara 3 pria yang jatuh hati padanya, Ah Rin bingung mengenai apa yang dia bicarakan namun selanjutnya Dae Oh mendapati pengulangan emosional,”Aku memilihmu”.

Yeon Woo meminta Ah-rin dan managernya untuk mengantarnya pulang. Ae Jeong khawatir ketika mereka menyeretnya. Dae Oh kehilangan itu di saat ini dan Ae Jeong tidak menghiraukan niatnya dengan siapapun. Ah-rin membawanya pulang, dia ingat bahwa di tahun 2005 dia memberi tahu Dae Oh bahwa dia mencintainya.

Dia bertanya terhadapnya siapa yang dia temukan cantik dan juga dia mengatakan padanya bahwa dia mendapati Ae Jeong cantik. Di hari ini Ah-rin menyadari bahwa waktu telah berlalu namun tidak ada yang berubah. Esok harinya Dae Oh mengingat konfrontasi mabuknya terhadap Ae Jeong dan mabuk dan malu.

Ryujin, Pado dan Yeon Woo bergegas untuk berusaha dan mendapati Ae Jeong ketika teleponnya mati, Hyejin mengatakan terhadap Yeon Woo dia sedang berlibur dan mengisyaratkan bahwa Dae Oh bersama dengannya. 3 pria lainnya mencari Ae Jeong dengan naik perahu menuju pulau lain.

Dae Oh membantu Ae Jeong dengan lokasi tanpa bertanya apakah dia ingin bantuan. Ae Jeong kesal sebab Dae Oh terus melewati batas. Dae Oh mengatakan kepadanya dia merindukannya seperti orang gila.

Baca selanjutnya: Was It Love Episode 9