Sinopsis Pinocchio Episode 13

Diposting pada

Inha memutuskan bahwa akta kematian dipalsukan sopir bus untuk menuduh Ibunya secara palsu. Dia hampir menghancurkan bukti yang mengetahui Dal-po dipenuhi dengan balas dendam terhadap Ibu Inha.

Tanpa disadari Dal-po menghentikan dia. Dal-po memaksa Inha mejelaskan akta kematian tersebut dipalsukan, karena itu Ibunya tidak bersalah. Da-po memberi tahu Inha informasi ini rahasia. Inha pun setuju.

Kakek dan ayah Inha mengunjungi Dal-po di rumahnya yang baru. Dal-po terkejut kunjungan mereka. Kakek terus terang menyatakan dia tidak ingin menjadi kasar dan tidak berperasaan.

Ayah Inha memberi tahu wanita pemilik rumah apabila ada masalah untuk menghubungi dia. Usai Dal-po melihat mereka keluar, dia mendapati syal hangat, uang dan catatan dari kakek untuk mengurus dirinya sendiri. Ini menyentuh Dal-po.

Ibu Inha memutuskan menghadapi kerumunan di luar station TV. Segalanya menjadi buruk sebab sopir bus menuduh Ibu Inha berbohong. Telur dilemparkan ke arah Ibu Inha.

Bebas dari cengkraman balas dendam, Dal-po menoleh menuju sopir dan bertanya mengapa dia memalsukan sertifikat kematian. Kini sopir bus memancing kemarahan kerumunan dan menjauh dari Ibu Inha.

Ibu Inha tercengang bertanya mengapa dia melakukan itu. Dal-po menyatakan dia melakukan apa yang seharusnya dia lakukan 13 tahun lalu. Bum-jo memanfaatkan kesempatan untuk merayu Inha dengan mengundangnya makan malam.

Ini hari ulang tahunnya, dia memberi tahu dia. Tidak bisa mengatakan tidak, mereka pun makan bersama. Saat itu, Dal-po menelepon. Bum-jo menjwab dan memberitahunya dia menginginkan kesempatan dengan Inha. Dia meminta Dal-po mendengarkan ketika dia berbicara dengan Inha.

Saat dia kembali ke meja, Bum-jo mengaku dia yang mencegat pesannya selama bertahun-tahun. Dia mengaku mencarinya dan juga ingin mengenalnya lebih baik. Inha terkejut namun tidak marah.

Bum-jo menyatakan dia menyukainya. Di titik ini Dal-po berhenti mendengarkan memutuskan panggilan. Inha mempertimbangkannya namun cegukannya mengkhianati pikiran aslinya dan juga dia mengatakan kepadanya berkencan bukan ide yang baik.

Selanjutnya Ibu Inha mengundurkan diri, ketika dia mengemasi meja dan pergi, kotak barang miliknya jatuh. Inha membantu mengambil barangnya di lantai. Ketika dia membantu Ibunya, dia mengantongi ponsel dengan pesan dari masa lalu.

Ibu Bum-jo mengetahui seorang pria yang berperan menjadi santa di toserba miliknya telah mencuri barang. Inha memperlambat pria tersebut melemparkan sepatu. Pria tersebut menuntut Inha.

Dal-po melompat dan menendang pria tersebut. Pria tersebut menyerang lagi namun Bum-jo menjatuhkan pria tersebut dan Chan-soo datang membawanya kembali menuju kantor polisi. Chan-soo memberi tahu Santa adalah ayah tunggal membesarkan anak remaja.

Tas ransel yang terlalu mahal. Putranya diintimidasi sebab ransel polosnya. Ayha mengambil pekerjaan Santa mendapati penghasilan tambahan untuk membeli ransel tersebut. Santa mengambil tas dan memberikan kepada putranya. Malam natal Chan-soo dan Dal-po minum. Dal-po dibonceng Chan-soo pulang ke rumah kakek.

Episode berakhir, Dal-po masih mempunyai kancing yang dipakai Inha di lehernya simbol hubungan mereka. Ayah Inha memakai kemeja kancingnya, Kakek memperhatikan kemeja hilang 2 kancing bukan 1. Inha mengenakan kancing yang kedua di lehernya sebagai simbol hubungan keduanya.

Baca selanjutnya: Sinopsis Pinocchio Ep. 14