Sinopsis Pinocchio Episode 19

Diposting pada

Banyak laporan berita mengenai Ibu Inha untuk melindungi yang bersalah di dalam kasus ledakan berusia 13 tahun dan juga kasus ledakan saat ini. Ibu Inha menyatakan direktur MSC mendorongnya menyetujui laporan miring itu.

Rekan kerja MSC tidak yakin bahwa Ibu Inha mengekspos dirinya dan juga managemen mereka. Pria kamera mencatat akhirnya Ibu Inha bertingkah seperti reporter sungguhan. Inha memberi tahu kepada Dal-po bahwa Ibu Bum-jo kemungkinan akan pergi menuju vila lokalnya.

Dal-po memberi tahu captain Hwang yang terkejut sebab tip itu datang dari Ibu Inha. Dia menghormati tekadnya meminta Ibu Bum-jo mengajukan interogasi.

Dia mengirim reporter menuju vila setempat yang selanjutnya melaporkan bahwa Ibu Bum-jo berbohong mengenai lokasinya untuk menghindari berbicara terhadap polisi. Ibu Bum-jo kini harus tunduk terhadap interogasi dan juga dia tidak senang dengan keadaan berubah ini.

Pengaruhnya tidak bekerja dalam kasus ini. Ketika Ibu Bum-jo datang diinterogasi pagi sekali melalui tempat parkir untuk menghindari publisitas, pers telah menunggunya berkat tip dan Ibu Inha dan Captain Kim. Para reporter mengerumuni Ibu Bum-jo yang kesal.

Dal-po bertanya apa yang ingin dia ucapkan terhadap teman senatornya yang akan marah mendengar laporan berita tersebut. Berikutnya tim Ibu Bum-jo berusaha mengalihkan perhatian publik menuju kisah lain.

Mereka menjatuhkan bom bahwa seorang idol mempunyai kebiasaan narkoba. Yoo Rae seorang penggemar kesal berita ini. Idola menyatakan dia memanfaatkan obat untuk tujuan medis dan juga tidak bersalah.

Yoo Rrae bertekad membuktikan idolanya tidak bersalah. Idola itu memang terbukti tidak bersalah. Yoo Rae melaporkan berita dengan gembira. Ibu Bum-jo kesal sebab cerita pengalihan justru menjadi bumerang. Timnya merekomendasikan dia meminta maaf terhadap Chang-soo.

Sehingga secara efektif akan mengakhiri kasus padnaya. Ibu Inha dan Captain Kim memberi tahu Inha bahwa mencari penyesalan terhadap Chang-soo akan menjadi langkah Ibu Bum-jo selanjutnya.

Selanjutnya Chang-soo dan istrinya tergoda hadiah dan amplop uang pelunasan namun menolak begitu tim berita YGN datang. Ibu Inha dipecat dari MSC, Inha menemukannya tidur di ruang redaksi.

Ibu Inha meraih tangannya memintanya tinggal sementara dia tidur siang selama 5 menit lagi. Dal-po tahu Ibu In-ha dipecat dan menemui Inha untuk melihat kondisinya. Dia mengklaim dia baik-baik saja namun cegukan membuktikan Inha bohong. Dal-po memeluk Inha untuk menenangkannya.

Dal-po bertekad terhadap Yoo-rae apakah dia ingin datang ke pesta pindahan rumah Chang-soo bersama dengannya dan Inha. Yoo-rae tidak ingin menjadi orang ketiga sehingga dia meminta reporter pergi bersamanya, namun menolak.

Captain Hwang lewat dan dia memintanya pergi. Dia pun setuju. Di pesta, tidak ada yang mengerti mengapa captain Hwang ada disana. Chang-soo mengeluh hadiah penghangat rumah yang dibawa sedikit dan mencatat seorang peserta bahkan tidak membawa hadiah sambil menatap tajam menuju arah Captain Hwang.

Usai makan malam, Chang-soo memasang video pertarungan acara kuis mereka saat SMA. Dal-po berusaha menghentikan rekaman tersebut namun tidak bisa. Semua orang meliaht menertawakan rambut Dal-po.

Bum-jo berdiri di luar rumah mendengar tawa di dalam. Yakin dia tidak akan diterima, dia pun mundur menuju mobilnya. Dal-po melihat dia dari jendela lalu keluar. Bum-jo mengaku berencana meminta maaf atas Ibunya.

Dia malu mengatakan Ibunya tidak akan meminta maaf dan juga mengakui kesalahannya. Dal-po memberi tahu Bum-jo bahwa dia tidak menyimpan dendam dan juga menginginkan balas dendam lagi.

Saudara Dal-po, Jae-myeong terkesan terhadap kebijakan tidak ada balas dendam dari Dal-po. Dal-po mengakui dia sedang berjalan di jalan berbahaya untuk membalas dendam dan juga berpotensi menjadi seperti Ibu Inha. Saudaranya memberi tahu Dal-po, dia harus melakukan apa yang benar untuk dia.

Bum-jo melihat Ibunya berlatih pidato untuk ceremony peletakan batu pertama. Dia memeluknya mengatakan kepadanya bahwa dia hidup tanpa menyadari betapa kerasnya dia bekerja dan juga memberinya kehidupan mudah.

Bum-jo mengunjungi pengemudi motor di penjara dan memintanya tenang, janji yang diberikan padanya akan ditepati. YGN Il-joo menghubungi Dal-po dan memintanya berusaha mewawancarai para senator yang akan menghadiri upacara peletakan batu pertama. Jika mereka tidak ingin bicara, pastikan dan juga rekam penolakan mereka untuk berbicara.

Bum-jo menyerahkan diri menjadi polisi yang bertanggung jawab dengan mengatakna dia yang memerintahkan pengemudi motor untuk meneror YGN dan MSC. Yoo Rae dan petugas polisi tercengang. Yoo-rae menghubungi Il-jo dengan detailnya.

Dia tidak dapat mempercaycai waktu pengakuan Bum-jo dan juga upacara peletakan batu pertama Ibu Bum-jo. Semua senator dalam perjalanan menuju upacara menerima panggilan mengenai pengakuan Bum-jo dan mereka berbalik memilih tidak menghadiri upacara itu.

Tidak satu pun dari teman senator Ibu Bum-jo muncul dan juga dia bertanya-tanya apa yang terjadi seperti semua reporter termasuk Inha dan Dal-po yang meliput acara itu. Dal-po mendapati telepon dari Captain Hwang bahwa Bum-jo menyerahkan diri.

Dal-po, Inha dan lainnya terpana. Dal-po yakin Bum-jo menyerahkan diri untuk dapat menyelamatkan Ibunya. Ibu Bum-jo menuju kantor polisi. Inha menyesali Dal-po bahwa MSC akan menajdi satu-satunya station yang tdiak melaporkan kisah itu.

Dal-po mencatata setiap station lainnya akan membaca cerita itu. Bum-jo menghubungi Dal-po yang segera memberi tahu dia walaupun dia mengerti mengapa memilih jalan ini, ini cara yang salah untuk melanjutkan.

Berlinang air mata, Bum-jo memberi tahu Dal-po jika saja dia mengatakna dia masih membenci Ibu Bum-jo, maka dia dapat terus mengabaikan kesalahan ibunya. Bum-jo melanjutkan kebenaran yang perlu diberitahukan.

Dengan air mata berlinang, Dal-po bertanya terhadap Bum-jo mengapa dia melakukan hal ini. Bum-jo menyatakan dia berada dipihak Dal-po, dan ini caranya untuk menunjukkannya.

Bum-jo bertanya apakah Dal-po yakin dengan kesetiannya sekarang. Dal-po mengatakna keapda dia bahwa dia percaya padanya sejak awal. Kedua pria tersebut pun menangis ketika episode ini berakhir.

Baca selanjutnya: Sinopsis Pinocchio Ep. 20