Sinopsis Pinocchio Episode 8

Diposting pada

Dal-po akhirnya bertemu dengan kakaknya yaitu Jae-myeong. Jae-myeong tidak mengenali Dal-po sebab yakin dia sudah mati sejak lama. Dal-po mempertimbangkan apakah akan mengungkap identitasnya atau tidak.

Reaksi nalurinya yaitu ketakutan bahwa saudaranya berjalan di jalan yang gelap. Dia memilih tidak memberi tahu saudaranya mengenai identitasnya. Sebaliknya dia berbohong dia mantan sopir taksi yang menganggur.

Sedikit yang Dal-po tahu bahwa Chan-soo melihat Dal-po bertemu dengan seseorang. Pada saat dia dengan santai menanyai Dal-po mengenai dimana dia malam sebelumnya, Dal-po pun berbohong.

Ini membuat Chan-soo benar-benar bertanya-tanya mengapa Dal-po berbohong dan juga apa yang dia tutupi. Ketika Dal-po mencari lokasi shooting untuk cerita, dia berakhir di luar rumah saudaranya.

Jae-myeong melihatnya mengintip dan juga memutuskan mengikuti Dal-po. Yan mengejutkan Jae-myeong mengetahui Dal-po reporter yang bekerja di YGN. Dia menemui Dal-po ketika keluar dari YGN.

Dia meraih Dal-po dan dengan intensitas keras dan kesabaran bahwa semua wartawan membuat dia takut dan juga jijik. Inha berharap Ibu Inha akan memujinya secara mendalam dari hari sebelumnya namun ternyata tidak.

Ibu Inha dingin dan terus mengatakan kepada Inha bahwa dia tidak mampu menjadi reporter yang baik sebab dia menderita sindrom pinocchio. Ibua Inha menyatakan Inha tidak bisa diandalkan dan ini didengar oleh Il-joo dan Gong-joo serta partner Bum-jo.

Gong-joo memutuskan memberikan Inha tugas siaran pertamanya. Saat ini musim dingin dan juga tangga serta jalan setapak yang curam menjadi bahaya tergelincir untuk warga Seoul.

Inha, Bum-jo dan juru kamera mereka harus berangkat untuk mendapati rekaman air terjun yang spektakuler dan juga wawancara dengan orang-orang yang jatuh untuk berita malam. Ketika Inha mendapati telepon di kantor polisi, dia bersemangat dan juga khawatir dia membutuhkan pakaian baru dan harus mencuci rambutnya.

Dia menghubungi ayahnya untuk membawa pakaian dan juga pergi ke kamar mandi untuk mencuci rambutnya. Ketika dia siap untuk membilas sampo, air dimatikan. Penuh akal, dia memanfaatkan air toilet untuk membilasnya. Ayah dan kakek membawakan baju baru.

Mereka terkesan ketika mengetahui Bum-jo pewaris departement store. Berita tersebut membuat ayah bersinar. Ketika bertugas, Inha tidak mampu melihat orang jatuh tanpa membantu mereka. Bum-jo juga penyayang dan juga membantu orang.

Sifat perhatian mereka tidak menghasilkan banyak rekaman yang membuat frustrasi reporter yang berpengalaman. Cha-ok menyatakan Inha harus dipecat. Gong-joo tahu pekerjaan Inha yang terancam.

Untuk saat ini Inha dan Bum-jo kembali menuju station dengan tangan kosong, Gong-joo berteriak dan juga menegaskan bahwa wartawan tidak mengitervensi.

Inha memahami perbedaannya dan juga kembali menuju lapangan dan mengumpulkan rekaman yang dibutuhkan dan juga wawancara dengan pola pikir observasi. Dengan gerakan berani, Gong-joo memberi tahu Cha-ok bahwa Inha bisa menjadi reporter yang baik dan juga pujian dari Ibunya akan baik.

Inha, Bum-jo dan juru kamera mereka telah merekam cuplikan terakhir di persimpangan yang tertutup es. Jae-myeong berada di truknya di persimpangan menunggu lampu yang berbelok. Seorang anak kecil dengan gips dan juga kruk mulai menyebrang jalan.

Sebuah truck kabur pergi dari 2 mobil polisi di jalan, driver mengerem dan truk pun terbalik. Sekarang truk tersebut meluncur menuju arah anak laki-laki yang telah jatuh. Inha, Bum-jo dan juga juru kamera mengamati dengan ngeri apa yang tampaknya pasti kematian untuk bocah tersebut.

Tanpa berpikir untuk dirinya sendiri, truk Jae-myeong menabrak truk tersebut menghentikan kemajuannya supaya tidak menabrak bocah tersebut. Tertegun, bocah tersebut tanpa cedera dan tim pelapor bergegas ke lokasi kecelakaan.

Jae-myeong terhuyung keluar dari truknya berlutut disamping bocah tersebut. Dia bertanya kepada anak lelaki itu apakah dia baik-baik saja. Anak lelaki tersebut meyakinkannya dia dalam kondisi baik-baik saja.

Jae-myeong berhalusinasi melihat bocah tersebut mirip adiknya Ki Ha-myung/Dal-po dan memberi tahu dia bahwa dia harus menyelamatkan saudaranya. Kemudian Jae-myung ambruk dengan darah keluar dari kepalanya.

Baca selanjutnya: Sinopsis Pinocchio Ep. 9