Sinopsis Record of Youth Episode 14

Diposting pada

Hyejun dan Jeongha berbicara mengenai hubungan mereka dan dimana mereka berdiri bersama. Sementara mereka melakukannya, Jiah membahas implikasi dar apa yang ditulis Gyeong-jun secara online.

Untuk meringkas komentar dia, Minjae menjelaskan padanya untuk menulis surat permintaan maaf namun Gyeong Jun keras kepala menolak untuk melakukannya. Kembali menuju rumah, Hae Hyo yang terus bersikap dingin terhadap Ibunya.

Dia ingin menghilangkan amarah yang dia rasakan namun dia merasa sulit untuk melakukannya. Namun hal ini juga mempengaruhi penampilannya di layar, dengan dia mengacaukan dialognya terhadap Hyejun walaupun telah berupaya keras membantunya.

Ketika istirahat singkat, Hyejun mengkonfrontasi temannya dan juga mengatakan dia ingin membantu. Hae-hyo tampaknya malu, tidak mampu berdiri di samping Hyejun mengingat seberapa tinggi dia naik.

Flash back singkat di masa lalu hanya menjadi contoh masalah ini, seperti Hyejun dan Hae-hyo yang berselisih di sekolah. Kembali menuju rumah, Haena mendapati kecaman dari Ih-young yang memarahi dia sebab masalah yang melibatka Jin-uh, yakin dia bukan orang baik.

Sementara, Aesuk dan Yeong-nam pergi berbelanja pakaian, namun Yeongnam yakin pria yang telah menikah berusaha untuk memukulnya. Dia tidak tentu saja, namun cukup sopak terhadap Aesuk merasa dicintai.

Senyum mereka hanya berumur pendek pada saat mereka melihat papan iklan yang menampilkan skandal Hyejun terbaru. Minjae dibanjiri panggilan. Dia mengangkat telepon menuju Hyejun dan berusaha menjelaskan situasinya.

Dia menyebutkan pesan yang dia terima dan juga bagaimana dia merahasiakannya. Di saat yang sama, klien Jeongha di salon mengungkit kisah Charlie Jung. Dia merasa yakin Hyejun tidak akan menyembunyikan itu darinya dan juga terus bekerja.

Dia yakin, bahwa dia pergi menuju Minjae untuk membicarakannya. Disana, dia bertemu dengan Jiah yang jelas merupakan pengacara yang menyelidiki kasus Hyejun.

Minjae tidak memiliki rencana namun memberi tahu Jeongha bahwa Hyejun melakukan semua yang dia mampu untuk dia, mengunjungi setiap kesempatan yang didapatnya.

Usai Jeongha menyebutkan betapa dia suka menjadi orang yang memberi cinta daripada menerima dia, dia pun mendapati Hae-Hyo menunggu di luar salonnya. Disana, mereka pergi makan mie.

Usai insiden canggung yang melibatkan noda pada wajah Jeongha, Hae Hyo menyebutkan maslaah dihadapi keluarganya saat ini dan juga bagaimana dia tidak memiliki waktu untuk merawat orang lain. Sementara itu kasus Gyeongjun sampai menuju station, Hyejun kembali menuju kantor.

Pada saat dia datang, Minjae menyebutkan masalah dihadapi saudara Hyejun. Minjae memperingatkannya mengenai reporter dan bagaimana mereka mengancam akan membocorkan detail mengenai hubungan Hyejun dan Jeongha.

Mempertimbangkannya, dia pergi melihat Jeongha terlepas dari resikonya. Dia memegang tangannya dan juga memutuskan menjadi berani memamerkan hubungan mereka tanpa kekhawatiran.

Ketika mereka menyebutkan kekuatan hubungan, mereka secara singkat menyentuh masalah dihadapi Hae Hyo. Hyejun memberi tahu dia bahwa dia tidak tahu namun malam tersebut, dia menuju titik pandang tinggi yang menghadap ke kota.

Disana Hae Hyo menunjukkan dan juga pasangan tersebut mendiskusikan peruntungan mereka yang berubah selama bertahun-tahun lamanya. Hae Hyo ingin menaklukkan Hyejun sendirian dan juga usai masalah media sosial, meratapi Ibunya terhadap apa yang telah dilakukannya.

Untuk mencoba dan juga membuatnya merasa lebih baik, Hyejun menyebutkan masalah serupa yang berhubungan terhadap Yeongnam. Hyejun kembali menuju rumah, sendirian di kamar barunya dan juga mengakui terhadap dirinya sendiri sendiri bahwa dia bahagia.

Bahagia sebab kini dia mampu menangis sendiri tanpa diganggu. Ketika dia menangis, hari baru menyingsing. Hyejun masuk menemui Jeongha di studionya. Dia membantu menambalnya untuk hari besar dia sebelum pergi menuju lokasi shooting.

Disana, Hyejun mengirim pesan terhadapnya mengungkapkan dia memiliki hari libur. Di mendorongnya memesan hari libur yang sama sehingga mereka bisa menghabiskan waktu bersama.

Kemudian di hari itu, Hyejun meminta saudaranya bersikap baik terhadapnya setiap hari daripada memposting komentar secara online. Ketika mereka terbuka, Gyeongjun menyebutkan betapa frustrasi dirinya sebab menjadi miskin di masa lalu dan juga dia melampiaskannya terhadap Hyejun.

Dia meminta saudarnaya menelan harga dirinya dan juga menulis surat untuknya, yang pada akhirnya disetujui Gyeongjun. Sementara, penyelidik menghubungi reporter yang menulis komentar mengenai Charlie Jung yang memintanya masuk.

Atasannya membiarkan dia tinggi dan kering, mengakibatkan reporter Kim menjadi putus asa dan juga memposting foto Jeongha dan Hyejun secara online. Ih-young melakukan yang terbaik berusaha dan memperbaiki kerusakan yang terjadi terhadap keluarganya.

Dia mengundang Tae Kyeong untuk makan malam, namun itu hanya memperburuk keadaan. Dia mencaci maki Hae Hyo sebab tidak populer dan juga anak-anak muda tidka pernah menyebut-nyebutnya.

Usai makan malam, Ih-young melempar jaketnya menuju suaminya yang terasing ketika dia meminta pergi ke psikater. Sementara keluarga yang dingin dan juga tidak berfungsi ini berjuang bekerja sama, perbandingan Hyejun jauh lebih hidup dan juga hangat.

Hyejun berterima kasih terhadap Ibunya atas makanannya dan juga mereka semua duduk untuk makan. Dengan skandal lain harus dihadapi, Hyejun pergi menuju luar hari bersama Jeongha.

Dia memperhatikan berita online dan memberitahu Hyejun untuk tidak repot untuk datang. Dia menolak mendengarkan namun reporter datang di salon Jeongha meminta minum.

Saat Hyejun pada akhirnya tiba, dia mendapati pintu tertutup dan juga Jeongha menolak menjawab teleponnya. Dia mengirim pesan dan menjelaskan kepadanya dia tidak bisa bertemu dengannya hari ini.

Saat beberapa waktu ke depan, Hyejun dan Jeongha tiba di Jjampong Entertainment secara terpisah. Hyejun melanggar kontraknya dan dia pun harus membayar ratusan juta won terhadap kontraktor untuk apapun yang dia lakukan.

Ketika Hyejun masuk, dia meminta maaf sebab membuatnya menunggu hari itu dan juga Hyejun mengakui dia telah bekerja tanpa henti sejak saat itu. Ketika mereka duduk berhadapan, dia menjelaskan kepadanya dia mencintainya dan kemudian putus.