Sinopsis Hercai Episode 19

Diposting pada

Di episode ini kita melihat tarik ulur antara Reyyan dan Azize perebutan jiwa Miran. Usai Azize tertangkap basah oleh Miran, dia pun dengan cerdik menarik hati sanubari Miran. Dia mengetahui kelemahannya dengan baik.

Dia menjelaskan kepadanya dia mengatur rencana untuk memisahkannya dari Reyyan sebab takut kehilangannya. Dia meminta maaf terhadap Reyyan dan juga meminta maaf terhadap Miran. Disini kita mengetahui sejauh mana kekuasaan Azize terhadap Miran.

Dia telah menembus jiwa Miran yang begitu dalam dan juga teliti sehingga tindakan penipuan terang-terangan ini dapat dimaafkan. Bahkan dengan kebenaran di hadapan dia, dia siap untuk mempercayai cinta Azize untuk dia.

Walaupun Miran ingin memaafkan, Reyyan dengan tegas dalam mengutuknya. Segera usai konfrontasi di bandara, Miran berkeliaran di jalan dengan Reyyean yang disisinya.

Dia terluka dan bingung ketika mengingat saat-saat di masa kecilnya pada saat neneknya akan menyembuhkan lukanya, dan juga akan menghibur dia saat dia takut.

Reyyan menjelaskan kepadanya dia harus mengakui kebaikannya kepadanya, namun dia tidak boleh mengabaikan tindakan jahatnya. Dia pun menghiburnya, namun dia tidak pernah menyerah terhadap keinginannya guna memaafkan tindakan itu.

Azzie yang tahu dia sedang diawasi Miran, pergi untuk mengunjungi kuburan orang tuanya. Disana dia melakukan pertunjukan sedemikian rupa alhasil Nasuh pemarah pun akan menangis.

Dia dengan air mata memohon pengampunan terhadap jiwa putranya dan juga menantunya ketika Miran melihat dari kejauhan. Usahanya pun sangat berharga sebab Miran dengan mudah tertipu sekali lagi.

Kembali menuju rumah Aslanbey, Reyya memohon terhadap Miran guna tidak melupakan apa yang telah dilihat olehnya. Dia memintanya berbicara dengan ayahnya guna mencari tahu mengenai malam kematian orang tuanya.

Namun cengkraman Azize pada Miran yang begitu kuat, dia pun begitu terikat kepadanya, justru Miran pergi menuju pertanian Shadoglu dan mengekspos kebohongan yang telah diberitahukan kepadanya mengenai kematian orang tuanya.

Pertarungan memperebutkan jiwa Miran berlanjug dengan Reyyan membuat kemajuan, namun kemudian kehilangan posisi ketika kebohongan Azize yang bergema di benak Miran.

Usai usaha Hazar yang gagal guna membutkikan bahwa serangan pada mobil Miran diatur Azize, Reyyan menjelaskan terhadap Miran ketakutannya guna menghadapi kebenaran.

Dia menjelaskan lebih mudah menyalahkan Hazar terhadap segala sesuatu yang salah di dalam hidupnya daripada menghadapi kenyataan neneknya mungkin berbohong kepadanya.

Dia menjelaskan bahwa dia takut meneirma kebenaran sebab jika dia melakukannya, itu berarti pembalasannya pada dia dan keluarganya salah dan tidak berdasar. Dia menjelaskan kepadanya dia tahu kesadaran ini menakutkan untuknya.

Namun dia mencintainya. Dia selalu mempunyai dan akan selalu, terlepas dari apa yang dia yakini saat dia menargetkannya guna pembalasan yang salah arah.