Sinopsis Film Escape from Pretoria (2020)

Diposting pada

Dua orang kulit putih Afrika Selatan yang bernama Stephen Lee (Daniel Webber) dan Tim Jenkin (Daniel Radcliffe) yang menjalankan misi anti-apartheid di Afrika Selatan. Keduanya ditangkap dan juga diadili, Jenkin kemudian dijatuhi hukuman 12 tahun dan Lee 8 tahun.

Di gedung pengadilan, Lee berusaha untuk kabur namun tidak berhasil. Diangkut menuju Penjara Pretoria, keduanya bertemu dengan Denis Goldberg (Ian Hart) yang merupakan seorang tahanan politik tua yang telah menjalani 4 hukuman seumur hidup.

Dia menunjukkan tali terhadap mereka namun mencegah mereka untuk kabur. Lee dan Jenkin mendiskusikan untuk pelarian dengan tahanan lain bernama Leonard Fontaine (Mark Leonard Fontaine).

Mereka menetap dan juga menjalani rutinitas harian mereka, namun Jenkin mulai menganalisis penjara tersebut dan juga memikirkan cara agar bisa kabur. Jenkin mencuri barang dari toko kayu guna membuat kunci kayu yang sesuai dengan kunci sel yang ditempati mereka.

Jenkin menyelinap di sekitar penjara di malam hari, yang membuat kunci untuk kunci yang lain. Jenkin dan Lee mengubur kunci-kunci ini di taman penjara dan juga membuat banyak persiapan lain untuk pelarian mereka.

Jenkin dan Fontain melakukan uji coba menggunakan kunci untuk bisa meninggalkan sel mereka. Mereka bersembunyi di lemari ketika penjaga malam yang lewat.

Mereka memanfaatkan kunci yang lain guna meninggalkan blok sel, namun mereka harus menjalankan kembali menuju sel mereka sebelum mampu menggunakan kunci lain.

Para penjaga menggeledah sel di setiap orang keesokan hari namun gagal menemukan apapun. Jenki mendapati menara meriam baru sedang di bangun. Dia bersama dengan Lee dan Fontaine mempresentasikan rencana mereka terhadap Goldberg dan juga tahanan lainnya yang memutuskan tidak mencoba kabur bersama mereka.

Lee, Fontaine dan Jenkin pada akhirnya menjalankan rencana mereka memanfaatkan kunci kayu. Mereka mengumpulkan perkakas disembunyikan di berbagai area dan juga berganti menjadi pakaian jalanan.

Sekali lagi, mereka bersembunyi dalam lemari menghindari penjaga. Goldberg mengalami hubungan pendek cahaya di sel, mengakibatkan listrik padam dan juga memanggil penjaga, mengalihkan perhatian dia sehingga ketiganya bisa mencapai pintu yang terakhir.

Mereka tidak mampu mendapati kunci apapun gunak mengerjakan pintu terakhir, namun Fontain membukanya dengan memanfaatkan pahat dan juga obeng. Mereka kemudian meninggalkan penjara dan mencari taksi guna membawa mereka keluar dari Pretoria.

Pada Akhirnya mereka mencapai London melalui Mozambik dan Tanzania, dimana mereka terus melawan apartheid, sementara Goldberg pada akhirnya dibebaskan.