Sinopsis Sweet Home Episode 9

Diposting pada

Jisu perlahan pulih, dia megingat ucapan terakhir Jaehun. Dia menjelaskan kepadanya dia menyukainya. Ketika dia duduk di dinding, Jisu diliputi kesedihan ketika Eunyoo menunjukkan dan juga memberikan beberapa coklat untuk mencoba membantu suasana hatinya.

Faktanya, mengingat Iblis masa lalunya, jelas Jisu mengambil kematian tersebut yang paling sulit. Dari semua penghuni, Eunyoo yang berhasil memberinya dorongan yang dibutuhkan guna melanjutkan hidup, memberi tahu Jisu agar tidak sengsara.

Sementara Sangwook secara simbolis mengosongkan sebotol soju di atas kuburan dari Jaehun, Sunyoung terus menghitung hari tersisa sebelum dia mengatasi infeksi paling parah yaitu 5 hari.

Menyadari mereka tdiak mempunyai harapan guna bertarung lansung melawan monster, Gilseob mengusulkan keluar dan mendapati bunket bawah tanah dengan beberapa deskripsi. Namun waktu pindah datang dan pergi ketika Jikyung merenung menggunakan pelacaknya.

Saat ini, dia tetap diam pada saat Gilseob memperhatikan truck tersebut melaju ke blok apartemen. Truck tersebut membanting langsung menuju pintu depan, menurunkan tumpukan orang yang membunuh tentara yang kabur itu dan memburu penduduk lain.

Sementara mereka membawa Gilseob pergi, dia menjaga anak-anak agar tetap aman di ventilasi. Namun semua penghuni terjebak dalam penjara darurat di lantai dasar.

Garis besar pensil telah cukup untuk mereka tetap sejalan, terutama saat Jieun di foto sebagai contoh mengenai apa yang terjadi pada saat aturan tersebut tidak diikuti. Pemimpin mereka, Jungseop, menyapa yang lain ketika kita memotong waktu dan melihat apa yang terjadi terhadap orang ini.

Dia menjelaskan fragmen masa lalu, termasuk gereja kecil yang dia temukan penuh mayat. Ketika dia tersenyum jahat, dia memberi tahu mereka semua bahwa manusia merupakan monster yang sebenarnya.

Semua orang berkumpul disana, Jikyung dan Sangwook tampaknya menjadi satu-satunya senjata mereka guna keluar dari kesulitan tersebut. Eunhyeok direkrut untuk tujuan mereka ketika Jungseop berbicara terhadap Sunyoung yang ditangkap.

Dia memegang pistol menuju arahnya dan juga menembak, sepertinya membunuhnya. Baik Jikyung dan Sangwook bekerja sama dan menjatuhkan 2 tentara sebelum mengambil senjata dan kapak mereka. Mereka membuat gerakan mereka seperti semua neraka pecah.

Penduduk bekerja sama dan juga menangkap tentara yang berbeda, satu per satu. Hyunsoo memimpin serangan di atrium namun saat Jungseop akhirnya menahan Eunhyeok dibawah todongan senjata, semuanya menjadi berhenti.

Namun Sunyoung kembali dan menusuk Hyunsoo di dada usai menjatuhkan tentara lain. Ketika Hyunsoo jatuh ke tanah, menggeliat kesakitan, penduduk yang lain menyaksikan dengan ngeri ketika api mulai dan menelan Sunyoung.

Dengan Hyunsoo dibawa pergi dengan lift, Jikyung mampu menyelamatkan dan membebaskan penduk yang lain. Tidak menyadari keributan di bawah, Hyunsoo terbangun dan juga mendapati dirinya berada di atap.

Dia terhuyung-huyung namun saat dia melakukannya, Jungseop menembaknya lagi. Pemberontakan mencengkram sekelompok penjahat di saat salah satu tentara melangkah dan juga mencengkram leher Jungseop, menjatuhkannya menuju tepi.

Ternyata Jungseop bukanlah pemimpin sebenarnya. Mengulurkan tangan berlumuran darah, dai berusaha mencapai kesepakatan dengan Hyunsoo, seperti helikopter militer terbang dengan selebaran mengenai infeksi. Ketika lift turun, Hyunsoo bersiap menemui penghuni lain.

Baca selanjutnya: Sinopsis Sweet Home Episode 10

Baca sebelumnya: Sinopsis Sweet Home Episode 8