Sinopsis Film Midway (2019) Lengkap

Diposting pada

Beberapa tahun sebelum terjadinya PD II, atasan Angkatan Laut Amerika berada di Tokyo dan rekannya membahas posisi Amerika dan Jepang di samudra Pasifik.

Pihak Jepang bernama Isoroku Yamamoto (Etsushi Toyokawa) diam-diam memberi tahu kepada pria bernama Edwin T. Layton (Patrick Wilson) seorang inteligent bahwa mereka akan mengambil tindakan apabila pasokan minyak mereka terancam.

Tanggal 7 Desember 1941, Jepang memanfaatkan armada kapala mereka untuk menyerang Pearl Harbour. Serangan itu membawa Amerika memasuki PD II.

Tidak lama pergantian komando yang terjadi di Pearl Harbour, usai Laksamana bernama Chester Nimitz (Woodye Harrelson) mengambil alih komando Armada Pasifik Amerika yang telah rusak parah.

Layton berbicara bersama dengan Nimitz mengenai kegagalannya dalam meyakinkan Washington mengenai serangan yang akan terjadi di Pearl Harbour.

Nimitz memerintahkan untuk tetap berpegang pada senjatanya di dalam pertempuran selanjutnya dengan Washington guna mampu menghindari terulangnya serangan mendadak.

Di bulan April 1942, setelah serangan Doolittle, Jepang kemudian mengalihkan perhatian mereka di laut Koral. Pria bernama Joseph Rochefort (Brennan Brown) bersama tim cryptologist-nya mencegat pesan mengenai lokasi yang diidentifikasi Jepang sebagai “AF”.

Layton kemudian berbicara pada Nimitz, yang memberi tahu padanya, Washington meyakini bahwa “AF” sebagai target di Aleutians. Layton ternyata tidak menyetujui, meyakini target yang dimaksud adalah Midway Atool.

Usai bertemu dengan Rochefort, Nimitz segera menginstruksikan tim mendapati cara secara definitif untuk bisa membuktikan bahwa yang dimaksud “AF” merupakan Midway.

Layton selanjutnya menginstruksikan Midway mengirim telegraf di tempat terbuka, namun mereka mengalami kekurangan air, ahli kriptologi yang bekerja pada Rochefort mencegat komunikasi Jepang mengenai kekurangan air di Midway, sehingga dengan demikian menegaskan AF merupakan Midway.

Di dalam persiapan penyergapan armada Jepang, Nimitz lalu memerintahkan kapal induknya ditarik dari Laut Koral, menuntut agar Yorktown yang rusak bersiap terhadap operation tempur dalam waktu 72 jam.

Di tanggal 4 Juni Jepang meluncurkan serangan udara. Usaha awal oleh pesawat Amerika untuk menyerang kapal induk Jepang telah gagal, tidak ada pesawat yang mampu menabrak kapal induk.

Nautilus kapal selam dari Amerika berhasil menemukan lalu menyerang kapal induk musuh namun sayangnya torpedo gagal meledak. Laksamana Jepang bernama Chuichi Nagumo (Jun Kunimura) memerintahkan Arashi agar kapal selam tersebut ditembaki sehingga kapal induk mereka mampu kabur.

Sementara itu, pesawat-pesawat induk Amerika diluncurkan dalam upaya untuk menghancurkan kapal-kapal induk Jepang. Usai mencapai lokasi armada Jepang diketahui terakhir, pasukan Amerika segera mendapati kapal induk yang bergerak.

Usai melihat Arashi, para pilot Amerika segera menyimpulkan kapal tersebut menuju armada utama Jepang dan segera memilih mengikutinya. Laksamana Nagumo kemudian mengetahui keberadaan armada Amerika dan memilih untuk mempersenjatai kembali pesawatnya dengan serangan anti-kapal.

Personelnya mengganti peraturan pesawat, kapal Induk Amerika seketika datang. Penembakan anti pesawat dari kapal dan juga pesawat Jepang yang dikombinasikan dengan manuver pengelakan pada awalnya membuat operator tetap aman namun komando squadron bernama Richard Hasley Best dan juga C. Wade McClusky mampu memimpin squadron pesawat yang melanggar tembakan anti pesawat dan mampu menghancurkan kapal induk Jepang Akagi, Soryu dan Kaga.

Berusaha untuk menyelamatkan pertempuran, Nagumo berusaha mentransfer menuju Hiryu dan usaha itu mengerahkan sisa pesawat Jepang serangan pada armada Amerika.

Menemukan Yorktown, bom Jepang dan juga menonaktifkan the carrier. Usai kembali menuju Enterprise, Best menerima kabar bahwa sekitar setengah dari squadron telah hilang atau hancur.

Diberitahu bahwa ada kapal induk Jepang yang masih bertahan, Best mengerahkan pilot dan berangkat menyerang Hiryu. Tembakan anti pesawat Jepang ternyata gagal menghentikan serangan, dan Best mencetak hits kritis yang menghancurkan Hiryu.

Raymond Spruace diberitahu mengenai kehancuran kapal Induk Jepang yang terakhir, sehingga memutuskan mundur malam tersebut daripada menekan keberuntungannya.

Diberitahu mengenai hilangnya kapal Induknya selama pertempuran, Laksamana Yamamoto memerintahkan kepada armadanya untuk mundur dari pertempuran daripada mempertaruhkan kapal perangnya tanpa perlindungan udara, sehingga ini mengakhiri pertempuran Midway.

Pearl Harbour, Rochefort mencegat perintah Jepang untuk menarik dan juga memberikannya pada Layton, yang selanjutnya memberi tahu kepada Nimitz dan para stafnya mengenai keputusan Yamamoto untuk mundur.