Sinopsis Mr. Queen Episode 10

Diposting pada

Raja memanggil Hwajin ketika terjebak di dalam sumur. Bonghwan menyelamatkannya dari nasib buruknya membawa Cheoljong kembali menuju kamar Ratu. Bonghwan mengabaikan penghinaan yang terlihat dan juga memutuskan merangkul menjadi Hwajin sekarang untuk menghibur sang raja.

Tampaknya ini berhasil ketika dai memegang Cheoljong dan memungkinkannya tenang. Sementara, Hwajin memutuskan melepaskan dirinya dari masa lalu dan juga menjelaskan semuanya kepada Raja.

Dia menuju istana namun mengetahui Raja tidak ada disana sebab dia jelas bersama Bonghwan. Saat Hongyeon muncul di pagi hari, dia mendapati Ratu tidur dengan Cheoljong dan bergegas keluar.

Bonghwan membuka matanya, dia mengulurkan tangannya dan tampaknya akan menyentuh hidung Raja. Mr Kim membuka pintu, Bonghwan mendapati kembali sebagian ingatan dari Ratu.

Ini termasuk ayah Soyong yang bertanggung jawab terhadap menjebak Cheoljong dalam sumur. Usai flash back ini, kita kembali menuju masa sekarang ketika Bonghwan melihat langsung menuju fasad Kim dan bertanya-tanya mengapa dia dijodohkan pada Cheoljong.

Bagaimanapun pasangan ini akhirnya harus kembali menuju istana utama lagi. Dalam perjalanan, Bonghwan menyadari dia akan segera menobatkan selir kerajaan dan juga dia melambai pada rakyat biasa di luar dengan begitu antusias.

Sementara itu Bonghwan bergegas pergi, Cheoljong mengadakan pertemuannya bersama Hong dan Pangeran Youngpyeong mengenai buku besar dan juga pembunuh bayaran. Mereka menduga pria tersebut kepala Kasim, namun saat ini mereka tidak mempunyai petunjuk nyata.

Tujuan sebenarnya mereka disini yaitu buku besar dan saat ini mereka tidak sepenuhnya dimana buku itu. Usai menyilangkan kabelnya dengan Ratu Agung, Bonghwan mendapati dirinya kembali menuju dapur lagi.

Kali ini dia mengajari Manbok cara memasak namun merahasiakannya mengenai resep yang tepat dan cara membuat makanan tersebut. Tetapi Manbok membuat banyak catatan ketika Bonghwan menyelesaikan hidangan gukbap dan juga meminta tandu makanan dibawa menuju Ratu Agung.

Sementara itu Bonghwan menyapa Damhyang kecil dengan hangat, Manbok pergi menuju hutan dan juga meneriakkan nama Ratu dengan frustrasi. Namun Ms Choi kebetulan ada disana juga melakukan hal persis sama.

Manbok terus mengutuk meratapi Ratu dengan kejam ketika Choi seketika muncul di depannya menatap tajam ke arah koki. Dia akhirnya pergi, Choi terus melihat menuju kaleidoskop namun kali ini dia melihat wajah Manbok di pria berotot tersebut.

Tidak ingin keyakinan dia mungkin menyukai koki tersebut, dia dengan cepat menginjak perhiasan tersebut dengan panik lalu pergi. Usai mencicipi makanan, Ratu Agung memanggil Bonghwan di kamar dan membahas makanan tersebut.

Dia berbicara mengenai kenangan lama yang dibesarkan sebab ini dan dengan keyakinan mengatakan kepadanya mereka akan memenggal kepala Manbok untuk perannya dalam meracuni. Tetapi, Bonghwan tidak ingin melihat seseorang mati dan berusaha meyakinkan sebaliknya.

Usai pertemuan ini, Bonghwan keluar bertemu Cheoljong di tepi danau. Dia memegang kedua tangannya membahas selir kerajaan, menanyakan apa tipe dari Raja. Usai saling memahami, Cheoljong memilih dari keluarga mana mereka berasal, Bonghwan berharap bisa memilih beberapa gadis.

Menyaksikan dari jauh walaupun kebetulan Hwajin yang melihat mereka jijik. Ahirnya dia memutuskan tidak bertemu Raja dan kembali menuju rumah lagi.

Raja menerima surat dari Hwajin namun memutuskan tidak membacanya untuk saat ini, terutama dengan mata Jwageun yang mengintai. Karena itu, dia tidak muncul di tempat ditentukan dan membuat gadis tersebut merasa kecewa sambil memegang buku rahasia dari sumur.

Cheoljong menghadiri pengadilan dan juga menolak tuduhan Ratu. Beberapa pejabat tidak senang, terutama sebab campur tangan Ratu, namun Cheoljong menunjukkan otoritasnya dan mampu mempertahankan otoritasnya pada yang lain, saat dia pergi, dia memberi tahu Pangeran bahwa dia akan memanfaatkan selir ini melanjutkan agendanya.

Sebelum itu, dia meneliti jamuan makan kerajaan di perpustakaan. Salsoo kebetulan mengawasi namun Ratu Agung muncul menyakinkan dia untuk pergi. Dia membawanya kembali menuju istana tempat keduanya minum teh.

Ibu Suri pasti merencanakan sesuatu namun dia bertanya pada Cheoljong apakah dia dapat mengampuni dosanya dengan menebus kesalahannya, daripada mendiang Ayahnya yang dia layani sebelumnya.

Usai pertemuan menyenangkan ini, wanita itu pergi. Ketika dia melakukannya, Cheoljong pada akhirnya membuka catatan dari Hwajin dan menemuinya di tempat ditentukan. Namun dia terlambat dan mengetahui dia pergi.

Sebaliknya, dia muncul di tempat Hwajin dan mengakui dia bersama dengan Ibu Suri. Hwajin cemburu menyebutkan kejadian di danau dan bagaimana Cheoljong tidak menghubunginya dengan namanya.

Ketika dia menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca, dia pun bertanya apakah dia jatuh hati dengan Ratu. Sementara, Bonghwan pergi menuju dapur kerajaan dan melihat Manbook bekerja. Bonghwan menunjukkan belas kasihan terhadap pria tersebut dan memutuskan mengajarinya.

Ternyata Manbok sendirian usai keluarga dan saudaranya dibunuh di tahun 1839. Byeongin muncul di dapur namun keadaan menjadi canggung mengingat dia melihatnya dan Cheoljong bersama.

Bagaimanapun dia segera menjelaskan insiden alun-laun kota dan juga bagaimana pria yang berusaha menyerangnya dikirim Raja. Bonghwan terengah-engah, terkesan sebab Byeongin berhasil mengetahuinya.

Saat topik cinta diangkat, Bonghwan pergi namun mengetahui dengan ngeri bahwa pilihan selir semuanya hanya dalam bentuk kertas. Kembali menuju rumah, Ayah Soyong memeriksa sumur dan juga gagal mendapati dokumennya.

Sebaliknya Lord Kim pergi menemui Byeongin menyampaikan kabar buruk. Sebaliknya dia berhadapan Jwageun. Melalui dialog rahasia ahli waris, dia menyadari Kim telah kehilangan buku besar dan berusaha mencari tahu langkah selanjutnya.

Pangeran Youngpyeong datang mengunjungi Hwajin dan memberi tahu dia kabar buruk, mereka telah menemui Ohwol. Mayat yang ditanam di dalam sumur dibaut menjadi Ohwol dan semua orang berkumpul melihat mayat tersebtu diidentifikasi.

Berkat waktu lama di bawah air, wajahnya hampir tidak dapat dikenali. Janda Ratu memainkan perannya dengna baik menggerakkan segalanya lebih jauh. Hwajin menuju arena panahan dan menembakkan busur dan anak panahnya menghilangkan stresnya.

Sementara, Ratu Agung menemui Cheoljong dan memperingatkan Raja tetap mengantri. Jika tidak, maka seluruh keluarganya akan tewas sebelum waktunya. Namun untuk memperkuat apa yang terjadi di istana, Cheoljong mengalami mimpi buruk membuatnya digantung seperti boneka di tangan Ibu Suri. Dia melihat juga istana terbakar.

baca selanjutnya: Sinopsis Mr. Queen Episode 11