Sinopsis Mr. Queen Episode 13

Diposting pada

Bonghwan bergegas menuju istana. Sementara dia jelas menentang gagasa ini, sementara Hwajin berdoa dengan Janda Ratu, berjanji membalas dendam. Byeongin memeriksa dengan Bonghwan cemas dan ingin bertemu Raja.

Namun, akses ke Cheoljong terbatas ketika dia diperban dan juga menerima perawatan. Saat Ratu berjalan pergi, dia memeluknya dan kilas balik dari masa lalu mengalir. Dia memberi tahu Byeongin bahwa dia ingin dibiarkan untuk sendiri.

Byeongin mengalihkan perhatiannya menuju pengawal kerajaan dan meminta mereka untuk diinterogasi. Seorang penjaga dicambuk untuk tunduk, mengakui dia melayani Raja dan yakin Jwageum orang yang bertanggung jawab.

Byeongin hanya menyebutnya pintar namun melanjutkan cobaan beratnya. Tentu saja subjek buku besar menjadi topik hangat namun untuk saat ini, Raja sadar kembali mengalihkan perhatian semua orang. Bonghwan menyerang namun saat dia sampai disana, Raja tertidur lelap.

Dia tidak sendiri sebab Hwajin juga bergoyang. Dia meyakinkan Ratu untuk pergi dan berusaha berbicara dengan Cheoljong. Tetapi dia terganggu sebuah buku, tepatnya kamus Ratu disampingnya. Jwageum mendekati Bonghwan bertanya mengenai buku besarnya.

Dia tahu dia melihatnya menuntut mengetahui dimana. Usai mencapai kesepakatan dengan Jwageum, Bonghwan kembali menuju danau menyelam jauh dalam air, berniat berusaha mengalami kenangan dari masa lalu lagi.

Tampaknya berhasil juga sebab dia melihat kilatan Ratu dengan setuju membuat kesepakatan dengan Jwageum usai dia mengingatkannya bahwa posisi Ratu tidak ada gunanya di dalam jangka panjang.

Ayah Soyong menjualnya untuk melapisi kantongnya sendiri dan juga lebih buruk lagi, Jwageum ingin memanfaatkannya mematai Raja. Merasa tidak berdaya, ini ditambah pengakuan Byeongin yang mendorong Soyong untuk melompat menuju dalam danau.

Kembali menuju masa sekarang, Bonghwan muak dengan apa yang dia pahami dan menghadapi Ayah Soyong, menjelaskan kepadanya bahwa itu salahnya sebab dia melompat ke danau di hari itu.

Dia selanjutnya mendapati Byeongin dan memberi tahu dia untuk tidak memanggil namanya atau pun melakukan apapun di luar gelar resmi mereka, mengakui semua ingatannya kini telah kembali.

Byeongin datang menemui Ratu Agung, menanggapi masalah seputar potasium nitra yang ditempat pada di tempat kejadian perkara. Ketika dia menundukkan kepalanya dan juga bertanya-tanya apa artinya ini, Byeongin mengakui dia menginginkan Raja.

Saat dia pergi, Ayah Ratu datang menemuinya Ratu Agung dan juga mengaku bahwa Raja mempunyai buku besar. Sementara, Hwajin bertemu Jwageum memberitahunya bahwa Ratu yang menyakiti Raja. Jwageum tidak mempercayainya namun menyadari Raja menyukai Soyong.

Karena itu, dia pun menyadari ini dapat menjadi alat persuasi yagn ampuh untuk dimanfaatkan di masa depan. Ratu Sunwon tiba di istana kerajaan sambil memegangi buku dan juga mencari Ratu. Namun dia kebetulan memasak di dapur kerajaan.

Mengingat bakatnya, Bonghwan membuat sup wortel untuk Ratu Agung dan Janda Ratu yang tidak terlalu senang sebab ditempatkan di satu ruangan bersama. Bonghwan mengklaim dia akan mengatur lebih banyak dari pertemuan tersebut, mereka berdua memanggilnya gadis di bawah nafas mereka dan tersenyum.

Sementara Kihwan menunggu Hong menyatakan cintanya. Namun, sayangnya dia berbalik dan juga berkata “bukan aku”, menghancurkan bangsawan yang malang. Esok hari, Raja Cheoljong kembali.

Dia tiba di pengadilan siap memerintah sambil mengakui dia sendiri menyelidiki semua orang, terutama semua yang ada di dalam pengadilan. Dia mengetahui siapa di balik serangan tersebut dan menyampaikan berita terhadap mereka mengenai potasium nitra.

Cheoljong melihat kiriman masuk dan menunjuk pada satu orang yang bertanggung jawab yang mencuri zat ini yaitu Jwageum. Saat kita memotong dan melihat, Cheoljong mengatur semua ini dan mengetahui bahwa pengawal kerajaannya akan disiksa sebab pembangkangan ini.

Di saat itu, dia memohon pada mereka semua untuk bertahan disana sementara Cheoljong menyelidiki. Saat ini Cheoljong mengutuk Jwageum dan menteri perang Changyuk atas peran mereka dalam serangan ini.

Ketika Ratu Agung melangkah menghadapi Cheoljong, Raja membalas menuntutnya menarik pemerintahannya sebab dia jelas tidak dalam keadaan fit untuk menghakimi. Sementara keadaan memanas, Jwageum melangkah berlutut, berjanji melakukan yang terbaik guna membersihkan namanya.

Usai jatuh langsung dalam perangkap, Ratu Agung marah dan menghadapi Jwageum usai pertemuan mereka. Jwageum tidak akan menyerah tanpa perlawanan dan juga terus bersekongkol dengannya. Sementara Bonghwan menerima konfirmasi bahwa Raja pulih dan menghela nafas lega.

Saat ini, dia terus minum di dapur kerajaan sementara itu Ms Choi bergabung bersamanya. Pasangan ini menjadi mabuk dan tersandung kembali menuju istana lagi malam itu. Bonghwan pergi, dayang-dayang lainnya masuk menuju Daejojeon mengambil dokumen rahasia disembunyikan di dalamnya.

Mereka membawanya langsung menuju Ratu Agung dan Jwageum. Keduanya memutuskan berperang dan berniat memanfaatkan ratu melawan Raja. Jika mereka tidak bisa menghapus Cheoljong maka mereka membuat dia jadi posisinya yang penuh sakit hati.

Malam itu, Ratu berbaring sambil mabuk menatap Hongyeon penuh kasih sayang. Dia menyentuh wajahnya. Harl berikutnya Bonghwan terbangun mendapati Raja berbaring di sebelahnya sebagai gantinya.

Baca selanjutnya: Sinopsis Mr. Queen Episode 14