Sinopsis Film Drishyam 2 (2021) Lengkap

Diposting pada

Jose merupakan narapidana yang dalam pelarian polisi. Dalam usaha bersembunyi, Jose berlindung di kantor polisi yang dibangun, dari mana dia menyaksikan Georgekutty yang muncul. Jose kemudian ditangkap polisi.

6 tahun kemudian tahun 2019, Georgekutty, Anju, Rani dan Anu menjalani kehidupan makmur. Georgekutty kini pemilik bioskop, ingin sekali membuat filmnya sendiri, yang menjadi objek adalah keluarganya. Dia berhubungan dengan Vinayachandram seorang penulis skenario, untuk dapat mengembangkan skenario projeknya.

Anju berulang kali menderita epilepsi dan kini menderita PTSD, konsekuensi langsung dari ketakutan akan ditangkap polisi sehubungan terhadap pembunuhan Varun.

Cemburu terhadap kekayaan meroket, tetangga Georgekutty menyebarkan desas-desus yang menodai citra keluarganya, terutama citra Anju yang membuat Rani merasa sedih. Satu-satunya pelipur lara yaitu Sarita tetangga mereka.

Namun Suami Saritha yang kejam yaitu Sabu tidak terima. Polisi usai menerima banyak penghinaan publik sebab ketidakmampuan mereka memecahkan msiteri hilangnya Varun, memutuskan mematai Georgekutty, di bawah pengawasan IG Thomas Bastin.

Sementara, Georgekutty menemui Prabhakar, yang memintanya memberi tahukan lokasi jasad Varun, namun tidak berhasil. Anu menuju rumah ketika liburan musim semi. Dia mengadakan pesta menginap bersama temannya, walaupun Rani tidak setuju.

Usai pesta, Rani menyampaikan pada Saritha mengenai ketakutannya yang luar biasa untuk ditangkap dan juga tidak sengaja mengaburkan detail bahwa Georgekutty memindahkan tubuh Varun.

Tanpa sepengetahuan dia dan juga keluarganya, Sabu dan Saritha polisi yang menyamar, ditugaskan Bastin dalam usaha mendapati kebenaran mengenai Varun. Sementara, Jose dibebaskan.

Usai mendengar kasus Georgekutty, dia ingat pernah melihat dia di kantor polisi yang belum jadi dan segera menghubungi polisi. Bastin menghubungi Prabhakar dan Geetha, orang tua dari Varun, dari Amerika untuk membantu penyelidikan.

Pihak berwenang menggali kantor polisi, pada akhirnya mendapati jenazah manusia. Georgekutty menyerah. Dia dan keluarga ditangkap diinterogasi Geetha. Bahkan lebih buruk lagi, pengakuan Rani sebelumnya terhadap Saritha telah direkam, Sabu dan Saritha menyadap rumah Georgekutty.

Pertanyaan Geetha memaksa dan kurang ajar membuat Anju kembali terserang epilepsi. Georgekutty menyerah, mengarang cerita dimana dia pembunuh Varun, dimana dia menyimpan bukti. Usai mereka dilepaskan, keluarga itu merenungkan masa depan mereka yang seharusnya suram.

Usai Georgekutty resmi ditangkap, Vinayachandran bertemu Bastin, Prabhakar dan Geetha. Dia menjelaskan selama diskusi skenario yagn seharusnya mereka kerjakan, atas saran Georgekutty, mereka telah menerbitkan novel berjudul “Drishyam” dibawah nama Vinayachandran guna melindungi hak cipta, dimana sang pahlawan mampu menyembunyikan mayatnya, namun saat ditemukan, dia mengakui kejahatan guna menyelamatkan anaknya tersebut.

Bastin selanjutnya menyadari pengakuan yang direkam Georgekutty sama persis seperti pernyataan yang tertulis dalam novel Drishyam. Di pengadilan, Georgekutty mengaku tidak bersalah dan juga pengacaranya berpendapat polisi memanfaatkan plot buku itu guna menjebak Georgekutty.

Yang mengejutkan polisi adalah hasil tes DNA yang dilakukan pada jasad manusia tersebut tidak sesuai dengan milik DNA Varun.

Terkejut dengan ini, Vinayachandran menjelaskan bahwa Georgekutty mempunyai klimaks alternatif di dalam filmnya, dimana si pahlawan yang berusaha menghindari penangkapannya akan belajar mengenai prosedur yang dilakukan pada saat mayat ditemukan.

Si pahlawan selanjutnya akan mendapati sisa-sisa anak muda lain yang meninggal dengan luka yang mirip seperti dialami Varun, dengan berteman bersama penggali kubur setempat.

Dia berikutnya akan berteman penjaga keamanan lembaga medis tempat otopsi mayat yang akan dilakukan. Di hari si pahlawan itu ditangkap, dia secara diam-diam akan menukar mayat Varun dengan mayat yang dia dapatkan, sambil mengkremasi mayat, alhasil menghancurkan semua bukti yang memberatkannya.

Sesuai narasi dari Vinayachandran tersebut, terungkap bahwa Georgekutty mengikuti dia. Tanpa bukti memberatkan guna membuktikan kesalahannya, Georgekutty pun dibebaskan.

Pengacaranya meminta pengadilan megnarahkan polisi menghentikan proses hukum pada Georgekutty saat ini sebab dia akan pindah menuju pengadilan tinggi guna membatalkan proses kepadanya.

Georgekutty membuat sisa-sisa kremasi Varun secara diam-diam yang diserahkan pada Prabhakar dan Geetha. Prabahkar dan Geetha mengapun abunya menuju sungai, Bastin lalu mendesak mereka mengakhiri pertengkaran mereka terhadap Georgekutty, sebab mereka tidak akan mampu menghukumnya.

Dia menjelaskan bahwa kewaspadaan Georgekutty itu sendiri merupakan hukuman, dia harus menjalani sisa hidupnya dalam pengawasan, kehati-hatian dan juga rasa bersalah konstan. Pasangan ini tampaknya setuju. Sementara, Georgekutty mengawasi ketiganya dari jauh, dan diam-diam pergi.