Sinopsis Film The Flowers of War (2011) Lengkap

Diposting pada

Tahun 1937, Jepang menginvasi Tiongkok, yang memulai perang Tiongkok-Jepang. Pasukan kekaisaran Jepang menyerbu Nanking di bulan Desember dengan melakukan pembantaian.

Jepang menyerbu tentara Cina, siswa sekolah yang putus asa kabur menuju tempat perlindungan biara mereka di katedral Katolik Roma dikelola Barat. John Miller pemeriksa mayat Amerika pada tugas guna menguburkan kepala pendeta, bergabung kelompok siswi yang tidak bersalah.

Dia mendapati George, anak yatim piatu yang dibesarkan pendeta yang telah meninggal. Segera kelompok pelacur tiba di katedral, mencari perlindungan bersembunyi di ruang bawah tanah.

Berpura-pura menjadi pendeta, Miller berusaha menjaga semua orang ketika berusaha memperbaiki truk biara untuk kabur. Usai insiden saat pasukan Jepang menyerang katedral, Kolonel Jepang yaitu Hasegawa berjanji melindungi biara dengan menempatkan penjaga di luar gerbang dan juga meminta supaya siswi menyanyi paduan suara untuk dia.

Beberapa hari selanjutnya, dia memberikan Miller undangan resmi untuk siswi sekolah guna bernyanyi di perayaan kemenangan Angkatan Darat Jepang. Merasa khawatir akan keselamatan para siswi, Miller menolak. Hasegawa memberitahu dia bahwa itu perintah dan gadis-gadis tersebut akan dijemput keesokan hari.

Sebelum mereka pergi, tentara Jepang menghitung siswa dan juga secara keliru memasukkan salah satu pelacur yang berjumlah 13 orang.

Saat pemimpin de facto siswi bernama Shu Juan meyakinkan mereka bahwa mereka lebih baik untuk melakukan bunuh diri dengan melompat dari katedral, mereka pun diselamatkan di saat terakhir saat pemimpin de factor, Yu Mo, meyakinkan kelompoknya guna melindungi siswi dengan menggantikan mereka di pesta Jepang.

Sebab hanya ada 12 pelacur, George yang merupakan putra angkat pendeta, juga menjadi sukarelawan. Miller pada awalnya menentang keputusan pengorbanan diri mereka namun mengalah dan juga membantu menyamarkan mereka, memanfaaatkan keahliannya sebagai pemeriksa mayat guna menyesuaikan riasan mereka dan juga memotong rambut mereka agar tampak seperti anak sekolah.

Para pelacur membuat pisau dari jendela yang pecah menyembunyikannya di jubah mereka. Esok hari, 13 Bunga Nangking dibawa pergi pasukan Jepang yang tidak menaruh curiga.

Usai mereka berangkat, Miller menyembunyikan siswi di truck yang dia perbaiki dan juga menggunakan izin satu orang yang diberikan ayah seorang siswi, berkendara keluar dari Nanking.

Di adegan terakhir, truck terlihat melaju di jalan raya sepi menuju ke Barat, jauh dari tentara Jepang. Nasib mereka belum diketahui, tampaknya menjadi martil untuk kebebasan siswi.