Sinopsis Tale of the Nine Tailed Episode 16

Diposting pada

Yeon dan Imoogi jatuh menuju sungai. Imoogi hancur dan larut menjadi ketiadaan sementara itu Yeon mampu mempertahankan kesadarannya sedikit lebih lama alhasil dia mampu mendengar Jiah menangis.

Yeon mengeluh bahwa cinta antara rubah dan manusia selalu saja berakhir seperti ini. Ketika Yeon berbalik dan menghilang, sepertinya Yeon pergi. Virus yang melanda Korea telah menghilang dan sementara itu sebagian orang merayakannya, Uiong kembali menuju Taluipa yang telah pulih sepenuhnya.

Jiah muncul di pintu, membenturkan dan juga mengetuk sambil menunggu di luar berharap diizinkan masuk. Jiah masuk ke dalam berusaha memohon kepada Taluipa untuk menyelamatkan Yeon dan juga membawanya kembali.

Dia menolak melakukannya, menjelaskan kepadanya ada peraturan di dunia ini dan bahkan dia tidak akan bisa melanggarnya untuk bereinkarnasi bersama Yeon. Namun hal itu tidak menghentikan dia berkali-kali di akhirat untuk berusaha mengubah pikiran mereka.

Rang jatuh ke dalam keadaan sedih ketika dia berjuang memahami apa yang terjadi. Terlepas dari usaha terbaik Yuri dan Soo-oh, Rang hanya mengusir mereka. Shinjoo mendekat berusaha berbicara dengan dia, mengambil boto anggur dari tangan Rang dan juga memintanya mengambilnya.

Ternyata dia mempunyai video dari Yeon dan ketika Shinjoo menyerahkannya, kita melihat pepsan yang menyentuh mengenai keluarga dan betapa banyak ditawarkan Rang kepada dunia. Usai itu, Jiah dan Rang melakukan yang terbaik melanjutkan, namun keduanya mendapati penghiburan dalam mengingat Yeon dan juga berbagai kebiasaan dia.

Ketika Jiah menyebutkan dia akna menulis buku berjudul ‘Tale of the Nine Tailed”, Mereka bertukar cerita mengenai seperti apa Yeon itu. Tempat lain, Shinjoo melamar Yuri usai menyanyikan lagu untuk dia dengan gitarnya.

Dia menerima dan semua orang ada disana merayakannya bersama mereka termasuk Hyeja dan Uiong. 6 bulan berikutnya Jiah menyelesaikan ceritanya. Ini juga merupakan hari ulang tahun Jiah dan orang tua Jiah mebelikannya syal mereha dan hadiah dari Yeon.

Hadiah tersebut kebetulan gaun pengantin putih. Jiah pun menangis. Jiah dan Rang bertemu dan melihat peramal dengan tenda pop-up sebelumnya telah kembali. Mereka masuk menuju ke dalam dan mempertanyakan apakah Yeon dapat bereinkarnasi.

Rang dan Jiah membuat kesepakatan mencoba mewujudkannya. Untuk melakukan, mereka harus memberi sesuatu berharga. Jiah bertanya apakah ingatannya mengenai Yeon cukup berharga namun saat gagal, dia justru menawarkan hidupnya sendiri untuk ditukar dengan Yeon.

Rang menolak mendengarkan dan justru menawarkan hidupnya sendiri. Walaupun mempunyai keluarga, dia menyerahkan dirinya dan juga melakukan tindakan benar-benar tanpa pamrih untuk menyelamatkan Yeon.

Satu-satunya hal tersisa saat mereka menghilang adalah foto Rang dan lainnya sebagai foto latar belakangnya di handphone. Di tempat kerja, Jiah pergi menuju tengah hujan namun salah satu karyawan menyerahkan payung merah Yeon dan menjelaskan kepadanya siapapun yang menyerahkannya melakukannya 5 menit sebelumnya.

Jiah menuju hujan, dia melihat seberang jalan mendapati Yeon hidup dan sehat, telah bereinkarnasi namun sebagai manusia sekarang. Dipersenjatai dengan wajah dan ingatan sama.

Usai menghabiskan malam bersama, Yeon menyaksikan video pernikahan Shinjoo dan memperhatikan betapa kepedulian Rang pada Soo-oh. Tidak lama, dia bertemu Shinjoo dan keduanya pun mendiskusikan bagaimana rasanya menjadi manusia.

Ketika mereka berbicara, percakapan beralih menuju Rang, dimana Shinjoo mengakui betapa putus asa rubah usai kematian Yeon. Ketika Shinjoo menyerahkan handphone-nya satu pesan terakhir yang direkam kebetulan ada disana darinya.

Pesan terakhirnya kepada Yeon untuk menegaskan pengorbanannya dan dia berjuang menahan air mata ketika akhir mendekat. Dia berharap mereka untuk bertemu lagi dan menyebut Yeon saudaranya.

Perpisahan yang terakhir membuka jalan untuk Yeon guna mengucapkan selamat tinggal kepada Taluipa sekali lagi juga sebelum menikahi Jiah secara nyata. Hidup yang terus berjalan dan Yeon berjuang menghadapi kehidupan manusia.

Saat seorang anak laki-laki jatuh dari sepeda, dia pun mengingatkan Yeon pada Rang muda dan yakin dia telah terlahir kembali menjadi anak tersebut. Rang keluar dengan payung merahnya dan seketika memegang pedang. Ketika matanya berkilau orange, sepertinya Rang mempunyai kekuatan rubah.