Sinopsis Film A Way Station (2021) Lengkap

Diposting pada

Dimulai di masa SMA, Ji-ah memandangi ke arah jendela kelas, melihat Sung-hyun jatuh pingsan di luar. Ji-ah panik, segera keluar dari ruang kelas menemui Sung-hyun yang dirawat di ruang kesehatan. Ternyata Sung-hyun hanya berpura-pura sakit.

Di luar, Sung-hyun dan Jiah yang bolos di hari itu, berjalan di atas rel kereta menikmati cuaca yang cerah. Jiah bertanya kepadanya apakah dia tidak menyukai belajar, Sunghyun mengatakan iya, lalu mengungkapkan alasannya bahwa dia akan melupakan semuanya sama seperti ibunya yang mengalami Alzheimer.

7 tahun kemudian, Jiah bekerja di perusahaaan, saat itu dia dihubungi untuk ke rumah sakit. Jiah bertemu dengan Eunsu untuk berbicara terkait kanker perut yang diderita Jiah. Eunsu mengatakan kepadanya bahwa prognosisnya tidak berjalan baik, dia meminta kepada Jiah untuk melakukan kemotrapi sambil menunggu mencari solusi lebih baik.

Di hari ulang tahun Jiah, dia menerima kue dari seseorang. Jiah menghubungi ibunya apakah dia yang memberinya kue. Dia mengatakan bahwa itu bukan dia. Usai itu, Jiah bertemu dengan kekasihnya Seokjin merayakan ulang tahunnya. Saat itu Jiah mengatakan bahwa dia menderita kanker perut. Ini mengejutkan Seokjin.

Jiah bertemu dengan sahabatnya Dongchan dan Hyesun. Jiah bertanya kepada Dongchan bagaimana kabar Sung-hyun. Dongchan mengatakan bahwa dia membuka toko roti dan nama tokonya adalah nama panggilan kecil Jiah. Jiah mennyadari bahwa orang yang telah memberinya kue ulang tahun sebelumnya adalah Sunghyun.

Saat dia diluar, Sunghyun datang. Jiah mengajak Sunghyun untuk ke dalam. Mereka berbicara berdua, Jiah bertanya apakah dia ingat hari ulang tahunnya. Sunghyun mengatakan bahwa dia emngingat semua tentangnya. Namun Jiah marah sebab Sunghyun tidak pernah menghubunginya lagi.

Saat Jiah hendak pergi, Sunghyun mengatakan bahwa dia menunggunya selama ini menunggu panggilannya. Jiah mengatakan kepadanya untuk tidak mengatakan hal yang murahan, Jia lalu pergi.

Esok hari, Jiah menemui managernya memberikan surat pengunduran dirinya ini mengejutkan managernya. Saat Jiah memasuki lift untuk pergi selamanya, Seokjin mencoba menghampirinya. Namu Jiah memintanya untuk tidak mendekat. Jiah menunjukkan wajah sedihnya.

Suatu ketika di malam hari, Sunghyun dikejutkan dengan kehadiran Jiah di depan tokonya. Dia mengajaknya untuk makan. Saat itu Jiah mengajak Sunghyun berkencan, ini tentu saja membuat Sunghyun terkejut, dia pun tersedak.

Sunghyun memintanya untuk berhenti membuat lelucon ini.
Saat Sunghyun mengantar Jiah pulang, Jiah meminta maaf kepada Sunghyun sebab telah mengajaknya berkencan. Sunghyun mengatakan untuk melupakannya dan memintanya untuk masuk.

Sementara itu Ibu Jiah menerima telepon dari seseorang yang memberi tahunya bahwa Jiah mengalami kanker perut. Ibu Jiah merasa shock. Tidak lama Jiah datang, Ibu Jiah bertanya mengapa dia tidak memberi tahu mengenai penyakitnya.

Jiah terdiam, Ibu Jiah melanjutkan mengajaknya untuk ke rumah sakit untuk menjalani kemotrapi. Namun Jiah menolak dengan mengatakan bahwa sudah 2 tahun lalu dia menjalani kemotrapi namun hasilnya tetap sama, dia membeberkan bahwa sekarang kankernya menjalar ke seluruh tubuhnya. Ibu Jiah lalu memeluk gadisnya tersebut untuk menenangkannya.

Esok hari, mereka mengunjungi tempat abu ayahnya. Ibu Jiah mengeluarkan keluh kesahnya. Usai itu mereka pulang, dalam perjalanan, Jiah mengatakan kepada Ibunya bahwa dia bertemu dengan Sunghyun dan mengajaknya berkencan namun dia menolaknya. Jiah juga mengatakan kepada ibunyaa bahwa dia menyukai Sunghyun lebih dari yang dulu.

Jiah dilarikan ke rumah sakit, Seokjin datang menjenguknya. Seokjin meminta Jiah untuk kembali ke Seoul dan menjalani kemotrepi. Seokjin mengungkapkan bahwa meskipun ini sulit, untuk menjalani bersama. Namun Jiah menolak dengan keras. Ternyata pembicaraan mereka didengar oleh Sunghyun yang baru mengetahui bahwa Jiah sedang sakit kanker. Ini membuat Sunghyun merasa terpukul.

Suatu ketika Sunghyun mengajak Jiah ke suatu tempat, dihadapan teman-temannya Sunghyun melamar Jiah. Namun Jiah menolak mengatakan bahwa ini tidak benar. Sunghyun mengatakan bahwa dia menyukainya, memintanya untuk tidak berpisah lagi dan tetap bersamanya. Namun Jiah mengatakan dengan berbohong bahwa dia tidak pernah menyukai Sunghyun. Jiah lalu memutuskan untuk pergi.

Tiba di rumah, Jiah marah kepada Ibunya meyakini bahwa Ibunya yang telah meminta Sunghyun untuk hidup bersama Jiah. Namun Ibunya menepisnya tetapi Ibunya mengungkapkan bahwa itu tidak salah mengingat mereka saling suka. Namun Jiah menolak sebab dia tidak ingin Sunghyun menderita.

Di station kereta, Sunghyun menghampiri Jiah yang sedang duduk. Dia memintanya untuk ikut bersamanya ke rumahnya. Sampai di rumah Sunghyun, Jiah terkejut melihat begitu banyak catatan yang tertempel di setiap ruangan.

Jiah menyadari bahwa Sunghyun benar-benar mengalami penyakit Alzheimer. Dia teringat ucapan Sunghyun saat di masa lalu 7 tahun lalu. Jiah pun jatuh lemas mengetahui hal ini.

Saat Jiah hendak pergi, Sunghyun mengatakan kepadanya bahwa dia akan mencoba melamarnya lagi. Namun Jiah mengatakan bahwa dia tidak ingin membuat Sunghyun sedih lagi. Namun Sunghyun mengungkapkan bahwa itu tidak masalah mengingat dia akan melupakan semuanya termasuk kesedihan.

Saat di rumah, Jiah berbicara kepada Ibunya menanyakan bagaimana bisa dua orang menyedihkan akhirnya bertemu Ibu Jiah mencoba menguatkan mengatakan bahwa bukannya kalian saling mencintai karena kalian sengsara. Jiah menangis, Ibunya meminta Jiah untuk menerima lamaran Sunghyun.

Sunghyun menemui Jiah lagi di tempat biasa mereka bertemu, Sunghyun bermaksud untuk melamarnya lagi. Awalnya Jiah menolak namun kali ini dia menerimanya.

Mereka telah menikah dan hidup bersama, suatu ketika Sunghyun sedang bersih-bersih. Dia menemukan obat Jiah dan meletakkannya di dalam lemari. Sementara di kamar, Jiah mengalami sakit yang hebat diperutnya. Sunghyun panik dia segera mencari obatnya.

Namun dia melupakannya mengingat Alzheimernya mulai menyerang. Tetapi dia akhirnya menemukan obat itu. Sunghyun duduk di taman, Jiah menghampirinya. Sunghyun meminta maaf atas kejadian itu.

Jiah menenangkannya mengatakan bahwa untuk tidak pernah menyesal untuk sesuatu seperti ini. Suatu ketika hujan turun, Jiah menginginkan es krim. Sunghyun segera pergi ke supermarket untuk membelikannya es krim.

Saat keluar dia meninggalkan payung dan card-nya bahkan dia kebingungan mencari arah pulang. Sementara di rumah Jiah jatuh, dia segera dibawa ke rumah sakit oleh Ibunya.

Di rumah sakit, teman-teman Jiah berkumpul bertanya mengenai Sunghyun. Dongchan mengatakan Sunghyun sulit dihubungi. Sementara Sunghyun ingatannya kembali dan dia bisa pulang ke rumah.

Di saat yang sama Dongchan datang menemui Sunghyun. Dongchan memberi tahu kepada Sunghyun bahwa Jiah telah meninggal di rumah sakit. Sunghyun menangis sejadi-jadinya dia menyesali apa yang terjadi.

Usai kematian Jiah, Sunghyun lebih banyak merenung. Seketika dia melihat pesan dari Sunghyun yang baru dibacanya untuk menemukan kapsul yang diletakkan di tempat biasa mereka bertemu.

Sunghyun segera menuju lokasi menemukan kapsul itu yang berisikan handphonen dan kalung. Di rumah Sunghyun melihat isi pesan video di handphone Jiah yang mengungkapkan perasaannya kepada Sunghyun untuk tidak menyerah dan tetap kuat.