Sinopsis Film Steel Rain: Summit (2019) Lengkap

Diposting pada

Film ini diawali pertemuan rahasia antara Director Kementerian Keamanan Negara China yaitu Song Shikai dan director Yamato Foundatin bernama Shinzo Mori (Hakuryu). Yamato Foundation merupakan organisasi ultranasionalis Jepang yang berpengaruh.

Director Mori menunjukkan terhadap Song buku pedoman dari taktik disebut dengan Operation Kagemusha. Tujuan strategis dari Kagemusha yaitu mengalahkan Cina secara politik dan juga militer melalui aliansi Amerika-Jepang dan mengusir Cina dari Kepulauan Diaoyu.

Mori menunjukkan kepada Director Song versi Operation Kagemusha yang diubah melibatkan Dokdo yang merupakan pulau yang disengketakan antara Jepang dan Korea Selatan.

Song bertanya mengapa Mori menjelaskan informasi ini kepadanya, Mori memberi Song pilihan yaitu Cina akan dihancurkan dibawah kekuatan penuh dari militer Amerika-Jepang menurut pedoman asli Kagemusha, atau Song bisa menghindari perang dengan memanfaatkan posisinya sebagai kepala MSS guna mencegah Beijing mencampuri Dokdo atas nama Korea Utara dan juga selanjutnya membantunya dan pendukung dari Yamato Foundation di dalam pemerintahan Jepang guna mengambil Dokdo dari Korea dan menyapu militer Republik Korea sebagai gantinya, seperti dijelaskan dalm versi alternatif dari Kagemusha.

Korea Selatan diundang Amerika mengikuti latihan Senkaku sebagai anggota aliansi tripartir namun Presiden Korea Selatan bernama Han Kyeongjae (Jung Woo-sung) menolak undangan itu.

Dalam pengarahan untuk Dokdo, Han mengetahui mengenai insiden selama sebulan dimana seorang kapten kapal patroli penjara pantai menyerahkan dirinya kepada NSO dan juga menjelaskan mengenai pertemuannya dengan wanita Jepang-Korea yang membujuknya dalam hutang sesuai yang diperlukan.

Untuk menyerang kapal Jepang yagn berlar di Dokdo, tanpa tembakan peringatan. Wanita itu adalah Ito Hideko bekerja bagi Yamato Foundation, dana bagi ekstrimis sayap kanan Jepang. Para menteri khawatir terulangnya Perang Dokdo 2006.

Di Jepang, Shinzo Mori membuat marah publik dengan menunjukkan terhadap warga Jepang versi sejarah yang direvisi melalui karya sastra dia.

Mori memberikan garis besar plot dimana Jepang akan berpura-pura terlibat di dalam perang dengan Cina sesuai keinginan Amerika, namun sebaliknya akan memanfaatkan kesempatan ini mendapati kembali wilayah yang hilang.

Ketertarikan Mori terutama terhadap Dokdo, sebab dia yakin ekspansi pemerintahan Jepang melalui wilayah itu selalu dimulai di Korea. Dengan berperang menghadapi Korea, dia pun berharap membangkitkan semangat Jepang yang tertidur, dan menjadikan Jepang kekaisaran kuat lagi seperti dulu.

Han bersama para menterinya mengetahui Departemen luar negeri Amerika menunda tanpa batas waktu pertemuan puncaknya dengan kedua negara Korea, dengan alasan masalah terhadap prosedur penyerahan senjata nuklir.

Han meminta kepada konfrensi video dengan Amerika. Kyeongjae setuju, dan mengetahui mengenai pendanaan Yamato Foundation oleh pemerintah Cina. Esok hari, dua besar Cina bertemu dengan Kyeongjae untuk makan siang mengucapkan terima kasih sebab tidak ikut serta dalam latihan Senkaku.

Saat Kyeongjae memberitahunya dia akan melakukannya, duta besar memperingatkannya untuk tidak melakukan. Kyeongjae melanjutkan terbang menuju Wonsan, lokasi puncak tempatnya bertemu Jo Seonsa (Yoo Yeon-seok) Ketua Korea Utara. Smoot (Angus Macfadyen) datang dan ketiganya menuju hotel tempat pembicaraan antara Smoot dan Jo tampaknya gagal.

Disisi lain, Chief (Kwak Do-won) Komando pengawal tertinggi memimpin kudeta di negara Korea Utara, yakin bahwa menyerahkan senjata kepada Amerika berarti diambil alih Korea Selatan.

Segera dia menggrebek hotel bersama dengan pasukannya menyandera ketiga pemimpin di Paektu (kapal selam rudal balistik Korea Utara). Mereka dibawa menuju ruangan oleh Jang Kisok (Shin Jung-geun), mantan kepala komando kapal selam.

Reporter pers wanita yang menghubungi White House dari Wonsan, menjelaskan penangkapan ketiga pemimpin itu. Wakil presiden menerima perintah untuk tindakan pembalasan pada Korea Utara.

Smoot disuntik serum, membuatnya mengungkapkan segala sesuatu mengenai operation Kagemusha yang berniat untuk menghancurkan Cina, di hadapan Kyeongjae, Jo dan Chief.

Amerika meluncurkan ICBM dengan ledakan konvensinal di jembatan di Korea Utara guna mencegah Tentara Pembebasan Rakyat memanfaatkannya menyeberangi Sungai Yalu menuju DPRK, jika situasinya meningkat.

Menghindari Rusia dan Cina sebab salah menafsirkan serangan tersebut sebagai serangan ICBM nuklir yang sebenarnya dan juga merespons dengan ICBM nuklir mereka sendiri.

Kabinet Smoot menginformasikan terhadap pemerintah Rusia dan Cina mengenai serangan menghalangi, yang disetujui kedua pemerintah, kamera keamanan memantau jembatan di sisi Cina merekam jembatan itu diledakkan di malam hari.

Selama konsultasi antara kabinet Smoot dan juga Beijing menjelang pemogokan, pemerintah dari Cina menjelaskan mereka telah menerima rekaman audio Smoot yang menjelaskan Kagemusha, yang dikirim dari kapal selam Paektu.

Walaupun membantahnya sebagai siasat dari Korea Utara, Amerika kini terpaksa mundur agar tidak meningkat. Selain itu, pemerintah Korea Selatan mengungkap ketidakpuasan dengan mitranya dari Amerika sebab tidak memberi tahu mereka mengenai pemogokan itu (yang awalnya mereka tafsirkan sebagai serangan ICBM sebenarnya).

Berita mengenai penyerangan ICBM itu mengakibatkan kegemparan emosional di antara para sandera di Paektu dan juga pemerintah Korea Selatan. Mengetahui ICBM telah menghantam Korea Utara, kepala pasukan Smoot memerintahkan pasukan Amerika mundur.

Chief memaksanya membaca pernyataan tertulis dalam pesan video diamna dai emmebri tahu kepada kabinetnya agar tidak melakukan apapun tanpa perintah eksplisitnya.

Informasi saling bertentangan ini, bersama pandangan mencurigakan dari Seoul, Beijing dan Moskow, memaksa kabinet Smoot menangguhkan tindakan militer besar apapun hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Kepala lebih lanjut menjelaskan Jepang memintanya untuk mentorpedo salah satu kapal patroli Jepang sendiri di dekat Dokdo dan juga menembakkan SLBM di Korea Selatan, dimana dia dibayar 500 juta dollar, perang di Dokdo akan menghasilkan kemenangan Jepang dan juga menghancurkan kekuatan militer Korea Selatan.

Chief mempunyai rencananya sendiri, alih-alih menyerang Korea Selatan, Chief berencana memecat SLBM ke Jepang, yang secara efektif mengakibatkan konflik regional besar-besaran akan memaksa Cina memasuki perang ini di pihak sekutu Korea Utara-nya yang efektif memberi keseimbangan konflik demi DPRK.

Hal ini terdengar melalui radio oleh semua orang di pesawat dan juga Jang terungkap sebagai agent anti-kudeta saat dia mengirim pesan terhadap para pemimpin yang memberi tahu mereka tidak keluar dari ruangan mreka.

Para petugas kapal, diyakinkan oleh Jang untuk memberontak menghadapi Chief untuk kelangsungan hidup mereka, memulai baku tembak menewaskan banyak orang.

Jang mengawal ketiga pemimpin tersebut menuju tempat penyelamatan yang memungkinkan hanya 2 orang. Kyeongjae memutuskan tinggal, dan membantu 2 lainnya kabur.

Setelah para pemimpin Amerika dan DPRK diselamatkan, plot Kagemusha pun mulai terurai. Mengetahui mengenai pengungkapan Chief mengenai Jepang, Presiden Smoot memerintahkan kabinet dan juga militernya tidak melibatkan Amerika dalam plot Jepang, secara efektif meninggalkan Jepang menghadapi Korea dan Cina sendiri di dalam potensi konflik, jika Kagemusha melanjutkan sesuai rencana.

Khawatir mengenai implikasi international untuk Jepang jika operation Kagemusha terurai pemerintah Jepang mengirim JMSDF menuju Dokdo guna memburu kapal selam Paektu guna menutupi hubungan Jepang dengan Chief dan juga para pemimpin kudeta Korea Utara.

Sementara di kapal selam Paektu, Jang menyerukan gencatan senjata degnan Chief. pertempuran terjadi kemudian baik di dalam maupun di luar paektu.

Ini dikarenakan JMSDF mengerahkan kapal selam kelas Oyashio dan juga kelas Soryu guna mengalahkan Paektu, dengan Jang dan Kyeongjae berusaha menggagalkan rencana Chief memecat SLBM kapal selam, yang akan membuat mereka terpapar menuju kapal selam Jepang.

Chief ditembak mati namun paektu walaupun berhasil mengalahkan salah satu kapal yang mengejarnya, telah dilumpuhkan kapal selam JMSDF. Ketika kapal selam musuh menembakkan torpedo terakhir, Kyeongjae meninggalkan pesan terakhir bagi negaranya.

Tetapi, torpedo itu dimentahkan torpedo yang ditembakkan sekelompok kapal selam Angkatan Laut Korea Selatan memaksa Kapal JMSDF yang tersisa mundur dari perairan disekitaran Dokdo.

Paektu berada di permukaan pulau Dokdo, dan Jang dan Kyeongjae melihat ke arah matahari terbit naik sebagai menunjukkan tembakan udara yang Dokdo masih berada di tangan Korea.

Mengikuti kegagalan dari Operation Kagemusha, Shinzo Mori dibunuh atas perintah Perdana Menteri Jepang menutupi hubungan pemerintah Jepang dengannya dan juga Operation Kagemusha, dan Smoot dan Jo menandatangani perjanjian damai. Akhirnya, Kyeongjae berbicara terhadap publik mengenai penyatuan dua negara Korea.