Sinopsis Tunnel Episode 15

Diposting pada

Percakapan Mok Jin Woo sebelumnya bersama dengan muridnya mengungkapkan dia berencana untuk pergi “liburan” untuk beristirahat. Kenyataannya, dia ternyata pergi dalam misi tidur siang Yeon-Ho.

Sebuah kilasan mengungkapkan bahwa Mok Jin Won kembali menuju ke terowongan untuk mendapati kedamaian dengan dirinya sendiri setelah 30 tahun. Park Kwang Ho muda ikut serta mulai menggali mengenai terowongan.

Saat ini, tim berusaha dengan sangat keras untuk menemukan Jin Woo dengan melacak mobil dan juga catatan sukarelawannya. Sementara, mobil Jin Woo menabrak paku alhasil dia tidak memiliki pilihan selain memanggil teknisi.

Yeon Ho bangun dan juga membuat suara di bagasi, sehingga memicu rasa ingin tahu teknisi. Keesokan hari, tim berhasil melacak teknisi ini dan juga menuju ke lokasi terakhir terlihat Jin Woo. Yeon Ho yang terbangun dari keadaannya yang terbius dan juga mendapati dirinya berada di rumah kosong.

Sebelum sesuatu terjadi, mereka pun mendengar sirene. Kwang Ho bersama Sun Jae buru-buru menggeledah rumah, sementara itu Jin Woo mengintip dari jendela. Sepertinya semua petunjuk ada di satu tempat, namun kenyataannya bahwa kru telah mencari lokasi yang salah sementara itu mobil polisi di luar rumah Jin Woo melaju pergi.

Jin Woo dengan tenang mengancam Yeon Ho untuk menjawab pertanyaan dia dalam waktu tiga kali, atau dia akan mati. Ketika dia bertanya, “Di mana pulpenku” untuk ketiga kalinya, dia pun mengencangkan cengkeramannya di leher Yeon Ho dan juga mencekiknya.

Yeon Ho pun tersedak dia memanggil temannya yang meragukan Kate untuk mengirimkan dia. kita tahu bahwa Yeon Ho berbohong saat dia menyuruh Kate mengambil pena dari laci.

Karena pena palsu akan memakan waktu selama tiga hari untuk tiba, tim merencanakan pengintaian di universitas. Selama periode tersebut, Yeon Ho secara mengagumkan memanfaatkan keahlian terbaik dan mempertanyakan obsesi Jin Woo pada ibunya.

Bahkan, dia disandera di rumah pertamanya bersama dengan ibunya. Di masa lalu menunjukkan kepada kita bahwa sebagai seorang anak kecil, Jin Woo yang membaca komik Bridal Masks dan juga dengan penuh semangat mencari penegasan ibunya.

Akan tetapi seperti yang diperhatikan Yeon Ho, dia pun mulai membenci ibunya sebab meninggalkannya sendirian. Setiap kali dia keluar menggunakan rok dan stoking, dia tahu dia keluar untuk bekerja.

Suatu ketika, ibunya kembali dengan pria hanya untuk mendapati bahwa pakaiannya telah robek oleh Jin Woo. “Kamu yang berulang kali membunuh ibumu, bukan Jung Ho Young.” Hal ini pun memicu Mok Jin Woo dan juga Yeon Ho mendorong momen tersebut.

Dia berteriak Jin Woo berpikir dia membunuh dengan suatu alasan namun sebenarnya, dia tidak jauh berbeda dari Jung Ho Young. Hal ini membuat Jin Woo merasa gila dan juga dia berteriak bahwa dia berbeda.

Dia pun membunuh wanita-wanita tersebut karena mereka keluar di malam hari dan ibu Sun Jae tersenyum terhadap seorang pria di bus. Yeon Ho bergumam dia hanya seorang pembunuh dan juga menuntut dia untuk membunuhnya.

Pertaruhan terbayar dan juga Mok Jin Woo bergegas keluar dari rumah, tertahan kenangan dan pengekangan sebab dia mencoba membuktikan bahwa dia bukan seorang pembunuh. Sebuah kilasan masa lalu menjelaskan asal mula pena Noel – itu hadiah dari ibunya untuk memasuki sekolah menengah.

Dia mengirimnya pergi bersama dengan taksi dan memeluk pria lain sementara itu Jin Woo tersenyum pada hadiahnya. Sopir taksi dengan santainya berkomentar, “Wanita kotor itu” sehingga memicu Jin Woo dan juga dia menikam pengemudi berulang kali dengan pena.

Pena tersebut penting pada banyak tingkatan – hadiah, cinta ibu, namun juga rasa malu terhadap ibunya dan juga dorongan untuk melindungi ibunya. Kate memberi tahu kepada Sun Jae bahwa paket akan tiba keesokan hari dan polisi merencanakan pengintaian yang gagal.

Ternyata Jin Woo telah mengambil pulpen dari tempat terpisah sebab dia tahu dari alat penyadap bahwa polisi akan menunggu di Universitas Hwayang.

Jin Woo membuka bungkusan tersebut dan menyadari bahwa dia telah ditipu, Kate lalu mengirim pulpen acak. Sun Jae pada akhirnya menyadari ada yang tidak beres sejak dia mengambil bidak catur dan juga menemukan alat sadapnya.

Park Kwang Ho pun marah besar dan mengunjungi apartemen Yeon Ho. Dia mengambil perekam Yeon Ho dan kemudian mendengar percakapan terbaru dengan nenek mengenai ibu Jin Woo. Mereka mengunjungi rumah sakit mendapatkan arsip ibu dan alamatnya.

Pada akhirnya di jalur yang benar! Jin Woo marah sebab telah ditipu dan mengancam akan membocorkan berita Park Kwang Ho telah membunuh Park Kwang Ho muda. Yeon Ho ingat janjinya pada Yeon Sook bahwa dia tidak akan memberi tahu kepada orang lain dimana dia menyembunyikan pena, hingga Ayah datang.

Jin Woo mendekati, seketika tiba-tiba mereka mendengar sirene. Jin-woo menjatuhkan Yeon Ho dan kabur, namun Kwang Ho melihat mereka dan juga keduanya mengejar mobilnya. Yeon Ho bangun ketika Kwang Ho berteriak, membuka pintu dan juga terjatuh. Bagaimanapun, Jin Woo memilih pertarungannya dan kemudian pergi, sementara itu para pria memeriksa Yeon Ho dengan cemas.

Usai kunjungan rumah sakit yang lebih cepat dari yang diinginkan oleh kedua pria itu, Yeon Ho bergegas pulang memotong boneka beruangnya dan juga memberikan pena itu pada Kwang Ho.

Dia pun bertanya-tanya mengapa Jin Woo tidak segera membunuhnya sebab itu akan menghentikan pena itu ditemukan. Untungnya, mereka mendapati DNA dari dua korban terbaru di pena, serta sidik jari dari Jin Woo, namun bukan wanita dari 30 tahun yang lalu.

kemudian mengunjungi rumah Jin Woo dan jua menemukan tumpukan komik dan buku harian. Dia lalu membacanya. Jin Woo pergi menuju ke gereja dan mengingat pria aneh yang menato pembunuhannya dan juga menyuruh Jin Woo untuk membunuh orang kotor. Pada saat ibunya meninggal, Jin Woo bertanya apakah dia meninggal sebab dia kotor.

Di Saat ini, dia meninggalkan gereja dan juga mengulangi kalimat Topeng Pengantin. Bagaimanapun, Sun Jae berusaha untuk melakukan beberapa analisis tingkat Yeon Ho dan juga meyakinkan kru bahwa Jin Woo akan mengejar wanita lagi.

Satu hal yang bermanfaat yang keluar dari diskusi ini yaitu kesadaran bahwa meskipun Jin Woo dulu membunuh wanita dimana dia menculik mereka, dia pun tidak bisa melakukannya sekarang sebab CCTV.

Oleh karena itu, dimana dia yang terakhir bertemu para wanita sebelum membunuh mereka sangat penting. Sun Jae lalu menyadari bahwa lokasi terakhir yang terlihat dari tiga wanita tewas semuanya berada di dekat Universitas Hwayang, sehingga mereka melakukan pengintaian lagi yang jelas itu gagal lagi.

Saat mendapati kegagalannya, Kwang Ho seketika teringat pertanyaan Yeon Ho mengapa dia tidak segera dibunuh. Sebab kita tahu Yeon Ho hanya dibiarkan hidup supaya Jin Woo bisa mengakses penanya, dan juga tujuan itu tidak berlaku lagi, maka tidak mengherankan apabila Yeon Ho pulang guna menemukan Jin Woo di rumahnya. Dia berusaha lari namun didorong ke tanah dan juga dicekik sekali lagi.

Baca Selanjutnya: Sinopsis Tunnel Episode 16