Sinopsis Film United 93 (2006) Lengkap

Diposting pada

Pada tanggal 11 September 2001, empat teroris al-Qaeda bernama Ziad Jarrah, Ahmed al-Nami, Saeed al-Ghamdi, dan Ahmed al-Haznawi berdoa di hotel di Newark, New Jersey, dan usai Jarrah melakukan panggilan telepon terakhir menuju ke rumahnya.

Kekasihnya, naik United Airlines Penerbangan 93, dikemudikan Kapten Jason Dahl dan juga First Officer bernama LeRoy Homer Jr., di Bandara Internasional Newark. Pengendali lalu lintas udara yang menentukan bahwa American Airlines Penerbangan 11 dibajak dan menuju New York City.

Penerbangan 93 pun lepas landas usai sedikit penundaan. Penerbangan 11 lalu menabrak Menara Utara World Trade Center, dan juga United Airlines Penerbangan 175 juga dibajak dan kemudian menuju ke New York City.

Pengendali lalu lintas udara mengetahui American Airlines Penerbangan 77 juga dibajak dan menyaksikan Penerbangan 175 yang menabrak Menara Selatan. Ketika penumpang disuguhi sarapan di Penerbangan 93, Jarrah merasa ragu-ragu memberi tanda memulai pembajakan.

Melalui pesan ACARS, Dahl dan juga Homer diberitahu mengenai serangan WTC dan untuk waspada pada gangguan kokpit. Para pembajak mengambil kendali pesawat, menikam seorang penumpang sebelum membunuh pilot dan juga pramugari.

Jarrah mengemudikan pesawat, mengarahkannya kembali menuju ke Washington, D.C., untuk menabrakkannya menuju ke Capitol Amerika Serikat. Para pembajak gembira bereaksi terhadap serangan WTC.

Sementara itu pramugari Sandra Bradshaw dan juga CeeCee Lyles tidak berhasil menyelamatkan penumpang yang ditikam, Bradshaw lalu melihat para pembajak memindahkan tubuh pilot.

Usai Penerbangan 77 menabrak Pentagon, Manajer Operasi Nasional FAA yaitu Ben Sliney menutup semua ruang udara Amerika Serikat dan melarang semua penerbangan. Penumpang di Penerbangan 93 telah mengetahui serangan lain dari anggota keluarga melalui airphone.

Menyadari itu pesawat mereka akan digunakan sebagai senjata, sejumlah penumpang lalu mengatur serangan terhadap para pembajak merebut kembali pesawat, dengan bantuan dari staf penerbangan, yang mempersenjatai diri dengan senjata darurat.

Mengetahui salah satu dari mereka merupakan pilot, penumpang berencana meminta pilot mendaratkan pesawat melalui bantuan dari darat jika mereka merebut kembali pesawat. Melihat kelompok berkumpul, para pembajak merasa cemas. Seorang penumpang, berusaha menenangkan, ditahan beberapa penumpang,

sementara itu penumpang lain berdoa dan juga membuat panggilan terakhir ke orang yang dicintai. Penumpang yang memberontak, membunuh dua pembajak di kabin.

Ketika Jarrah dengan keras mengayunkan pesawat membuat penumpang kehilangan keseimbangan, mereka lalu berusaha menembus kokpit, memanfaatkan gerobak saji sebagai pendobrak.

Para penumpang kemnudian menerobos kokpit tepat ketika Jarrah membuat pesawat terjun menuju ke jurang yang curam, dan bergulat terhadap dua pembajak yang tersisa untuk mendapatkan kendali. Pesawat terbalik dan kemudian menabrak lapangan Shanksville, membunuh semua orang di dalamnya.