Sinopsis Love Revolution Episode 2 Lengkap

Diposting pada

Di hari berikutnya, Juyoung, Kyungwu dan Jarim berangkat ke sekolah bersama. Saat pemberhentian bus, Juyoung meminta nomor telepon Jarim dengan menyodorkan handphone-nya. Hanya saja saat Jarim ingin mengambilnya, Juyoung dengan sengaja menjatuhkannya.

Keusilan Juyoung tidak berhenti, dia menaburkan permen lolipop di atas Jarim sebagai hari White Day. Bahkan tidak hanya itu Juyoung secara diam-diam meletakkan lolipop di tas Jarim. Akan tetapi alih-alih menjadi suka, Jarim justru merasa tidak suka, dia memutuskan untuk pergi naik bus.

Di kelas, Jarim berbicara dengan Minji dan Ahram. Mengenai kejadian sebelumnya, dengan menunjukkan permen lolipop yang diberikan oleh Juyoung. Minji mengatakan bahwa dia merasa kasihan kepada Juyoung, sebab Juyoung tidak mengetahui jika Jarim tidak suka makanan manis.

Minji pergi menarik Juyoung menuju ke kantin. Dia mengatakan kepadanya untuk berhenti mengungkapkan perasaannya kepada Jarim.
Juyoung menolak, dia tidak ingin menyerah.

Minji mengatakan kepadanya bahwa Dengan kepribadian Jarim, dia akan menerima penolakan. Saat itu Jarim muncul, segera Minji pergi bersembunyi sementara Juyoung mengacungkan handphone-nya meminta nomor Jarim. Tentu saja Jarim menolak.

Esok hari, Juyoung telah menunggu di depan apartemen Jarim. Jarim tentu saja merasa kesal, Juyoung tidak berhenti dia terus meminta nomor handphone jarim. Jarim tidak merespon memutuskan untuk pergi.

Di sekolah, Juyoung dengan gitarnya terus mengganggu Jarim. Dia bersenandung menyanyikan lagu meminta nomor handphone Jarim. Hingga suatu ketika Jarim marah, yang menjatuhkan gitar Juyoung hingga rusak.

Kyungwu dan lainnya menghampiri Juyoung. Kyungwu memintanya untuk menyerah. Dia lalu mengatakan kepada Juyoung bahwa dia telah mengirim pesan kepadanya, nomor Jarim. Itu terserah pada Juyoung ingin menghubunginya atau tidak.

Juyoung kesal bahwa dia ingin mendapatkannya sendiri. Hujan turun, Jarim tidak membawa payung. Sementara payung Minji dan Ahram telah disembunyikan oleh teman-teman Juyoung. Saat hendak pulang, Juyoung bersiap mempayungkan Jarim.

Namun Jarim menolak, dia menerobos hujan. Juyoung tidak menyerah dia mengikutinya. Sementara Minji dan Ahram menyadari Kyungwu telah membawa payung mereka sehingga ini membuatnya marah.

Juyoung berusaha keras memberikan payung kepada Jarim namun dia menolak. Terpaksa Juyoung melemparnya namun jarim tidak suka dengan cara Juyoung, dia melempar balik payung itu. Hingga pada akrhinya payung itu rusak.

Keduanya tiba di apartemen Jarim. Namun jarim tidak bisa masuk pintu apartemen, sebab dia telah menjatuhkan kartunya. Juyoung menawarkan kepada Jarim untuk pergi ke rumahnya saja. Ini membuat Jarim marah, dia meminta Juyoung untuk pergi.

Juyoung pergi, namun dia kembali meletakkan jaketnya kepada Jarim yang nampak kedinginan. Jarim merasa terkejut. Di saat itu, seorang wanita keluar dari apartemen, sehingga pintu terbuka. Juyoung menahan pintu agar Jarim bisa masuk.

Di dalam apartemen, Jarim meminta Juyoung untuk menunggu sebentar. Jarim lalu mengambil jaket untuknya dan memberikan vitamin. Bahkan dia memberikan payung dan handuk untuknya.

Saat Juyoung berdiri didepan apartemen, adik Jarim yaitu Byulrim berdiri disana. Dia terus mengamati pakaian Juyoung. Sampai di atas, Byulrim marah kepada Jarim sebab telah memberikan jaketnya kepada Juyoung.

Baca Selanjutnya: Sinopsis Police University Episode 3