Sinopsis Pachinko Episode 3 Lengkap

Diposting pada

Tahun 1924, Hansu telah perg selama seminggu dan di saat itu semuanya menjadi kacau balau. Harga telah naik, Hansu tidak terlihat dimana pun dan Sunja berjuang untuk menahan makanannya ketika mencium bau dan juga melihat makanan laut.

Pada akhirnya Hansu kembali, ini membuat Sunja merasa senang. Dia hampir tidka dapat menahan kebahagiannya. Sunja melakukannya, demi romansa tersembunyi di antara mereka, dan pasa saat mereka sendirian, pasangan ini bermesraan.

Pada saat hujan mulai turun, Hansu menyerahkan arloji saku yang indah untuk Sunja, berjanji membantunya belajar membaca waktu. Dengan hadiah diserahkan kepadanya, Sunja juga mempunyai hadiah untuk Hansu bahwa dia hamil.

Pada saat Sunja menyebutkan untuk pernikahan, seluruh dunia Sunja runtuh. Ternyata Hansu telah mempunyai istri di Osaka dan juga 3 anak perempuan. Itu merupakan pernikahan yang diatur dan juga dia tidak menyukainya.

Hansu berjanji membelikan Sunja rumah terbesar dan melakukan segala yang dia mampu untuk membuat hidupnya sempurna, namun itu tidak termasuk pernikahan. Pada akhirnya Sunja berlari sepanjang perjalanan pulang ketika hujan turun.

Sebelum Sunja mampu mengungkapkan kebenaran pada ibunya, seorang pria asing tiba di depan pintu mereka dengan tas kerja penuh dengan pakaian dan buku mahal. Sunja menangis dalam kesunyian malam itu, dia merasa dikhianati.

Pada akhirnya Sunja mengakui kebenaran terhadap Ibunya. Dia merasa putus asa terutama pada saat dia mengetahui tidak ada kesempatan untuk menikah. Menariknya, Isak kebetulan mendengarkan dari ruangan lainnya.

Saat ini, Sunja menuju dermaga lagi, bersiap mendapatkan kapal feri dan makan siang di toko mie bersama Isak yang ceria, yang mendorongnya bergabung bersamanya. Hansu kebetulan berada disana dan usai lama saling memandang, mereka pun berpisah.

Ketika makan siang, Isak mengakui bahwa dia tahu Sunja hamil dan menyarankan menyrahkan anaknya pada keluarga yang tidak mempunyai anak. Sunja lalu membalas, tidak ingin menyerahkan bayinya dan menunjukkan dia akan melakukan apapun untuk memastikan hidupnya baik.

Di tahun 1989, Kyunghee meninggal. Ini saat yang menyedihkan untuk keluarga, yang mengkremasinya. Pendeta Rhee muncul di rumah guna mengucapkan beberapa kata sebelum pergi. Solomon dan Sunja bekerja sama dan juga mengganti seprai Kyunghee dan kemudian membersihkan ruangan.

Sementara mereka bekerja, pasangan mendiskusikan kesepakatan hotel dan juga Solomon mengakui kekalahan. Bahkan dengan 1 miliar won, wanita tersebut tidak bergeming. Sesuatu mengenai kata-kata Sunja, dan juga pemahamannya mengenai betapa sulitnya masa lalu, melihat Solomon membuat rencana.

Dia memutuskan membawa Sunja ikut dalam perjalanannya, mendesaknya membantu meyakinkan wanita tersebut menyerahkan rumahnya. Jadi mereka pergi menuju Tokyo, ketika Sunja dan Solomon duduk bersama wanita tua ini dan berbicara mengenai masa lalu sambil makan.

Mereka mendiskusikan betapa sulitnya hal-hal untuk dilakukan selama penjajahan Jepang, namun saat kenangan kembali membanjiri, Sunja pun mulai menangis. Solomon pada akhirnya berbiara mengenai bagaimana waktu telah berubah dan juga dia menawarkan kekayaan terhadap wanita tua ini.

Namun masalahnya, kebencian dan juga rasa sakit dari orang Korea pada orang Jepang tidak bisa dibeli. Sunja memahami penderitaan wanita ini dan dia ingin mati dengan kondisi tenang di rumahnya sendiri.

Namun nyatanya, Sunja memihak Solomon. Ketika dia bersiap naik kereta kembali menuju Tokyo, Sunja memberi tahu kepada Solomon bahwa dia pria yang baik dan juga dia membesarkannya dengan begitu baik.

Pada saat Solomon kemnbali menuju kantor, dia mengetahui dari Andrews bahwa wanita ini akan menjual. Naomi terkesan terhadap kegigihan Salomon, walaupun penutupan kesepakatan penting ini dinodai panggilan lain dari Hana. Dia merasa tidak senang untuknya, dan ketika dia mulai batuk di telepon, jelas dia sedang sakit.

Kembali di tahun 1924, Isak menyarankan Sunja melupakan Hansu dan sebagai gantinya, Sunja harus mengalihkan perhatian terhadapnya. Dia ingin melakukan hal benar dengan bayinya dan untuk Sunja. Sunja pada akhirnya mengangguk.