Sinopsis Pachinko Episode 4 Lengkap

Diposting pada

Episode ini dimulai di tahun 1931, di Busan. Hansu muncul bertemu dengan isak untuk pertama kalinya di tempat jahit. Hansu secara teknis memojokkan Isak dan secara halus mencemoohnya mengenai kesehatan dan kemiskinannya, sebab Hansu tahu Isak akan menikah dengan Sunja.

Hansu berusaha untuk mengerjai dia dengan memerintahkan penjahit untuk membuatkan jas baru bagi Isak yang akan dibayar oleh Hansu. Isak dengan sopan menolak tawaran dari Hansu dengan mengatakan bahwa dia bisa membayar sendiri jasnya, yang dia minta kepada penjahit untuk dibuatkan meskipun jas itu dinilai buruk oleh Hansu.

Isak merupakan orang yang beriman, saat dia bertemu dengan pendeta Shin, pendeta tidak menerima ide Isak untuk memiliki Sunja sebagai istrinya, dan memebsarkan anak yang dikandung Sunja sebagai miliknya.

Tetapi, pendeta Shin akhirnya setuju menikahi Isak dengan Sunja, dan memperkuat ikatan ini. Di balik ini, Ibu Sunja berhasil meyakinkan kepada salah satu pekerja di dermaga untuk bisa memberikan beras untuknya.

Tentu hal ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan mengingat masih ada cukup sisa makanan bagi orang Jepang. Terungkap bahwa beras di larang di Korea. Pada saat pria yang baik hati ini mengetahui bahwa sunja akan segera meninggalkan Korea, dan akan mengikuti suaminya menuju luar jepang, di setuju untuk memberikan nasi yang cukup.

Sebenarnya ini merupakan sesuatu yang menyayat hati, terutama bagi Sunja, sebab dia akan meninggalkan semua yang dia sayangi termasuk itu masakan ibunya. Hal ini penting mengingat di waktu sebelumnya bagaimana Ibu Sunja memasak makanan dengan tangannya sendiri.

Suatu ketika Hansu bertemu dengan Sunja, Hansu menyudutkan Sunja dan berusaha untuk meyakinkan dia untuk tetap tinggal. Pada saat Sunja menutupnya, menolak untuk tinggal, Hansu kemudian berjanji bahwa pada saat dia tiba di Osaka Jepang, dan mendapati dirinya tersesat dan sendirian, dia akan memastikan untuk berpura-puta tidak tahu pada saat mereka berbiara di telepon.

Tidak ada jalan kembali kini untuk Sunja. Ini tentu saja membebani Sunja, pada saat dia menunggu di pelabuhan bersama dengan Ibunya ketika Isak membereskan semuanya.

Sunja berbicara mengenai pengaturan akar dan keinginan untuk terbang, yang dimana keduanya terasa seperti metafora indah untuk perjalanan epik bagi Sunja. Ketika suara bel berbunyi, Isak kembali dan juga mendorong Sunja untuk bergabung bersama dengannya di atas Tokuju Maru, yang merupakan kapal yang menuju ke Jepang.

Di tahun 1989, Solomon berbicara ekpada Naomi mengenai kesepakatan hotel saat ini. Dia lalu membawa kehidupan keluarganya dan juga lebih khusus lagi, bagaimana ayahnya mempunyai bisnis Pachinko.

Ini akan selamanya menjadi bagian dari perjalanan hidup Solomon, suka atau tidak suka. Bagi Naomi, dia berniat naik ke puncak Shiffley, walaupun orang tuanya sendiri meremehkan pilihan pekerjaan itu.

Untu saat Ini, Han Geumja yang merupakan wanita yang setuju untuk menyerahkan banyak rumahnya, segera tiba di Shiffleys, bersiap untuk melakukan tugasnya dan juga menandatangani dokumen.

Andrews ada disana untuk memberikan pidato besar mengenai Colton Hotels dan juga betapa menguntungkannya. Geumja jelas tenang, dengan mengenakan kacamata bacanya, Geumja memulai memeriksa kontrak dan kemudian memastikan semuanya beres.

Sementara dia berunding, Solomon berbicara dan juga menyebutkan bagiamana neneknya yaitu Sunja berada di ambang kembali menuju Korea untuk pertama kalinya dalam 50 tahun.

Geumja lalu bangkit dan juga merefleksikan kembali cobaan yang mengerikan yang diderita rakyat Korea di tangan Jepang. Geumja menyebutkan kapal yang mengirim orang Korea menuju Jepang. Ayah geumja sebenarnya bekerja di sebuah pertambangan di Chikuho yang naik perahu sendiri.

Kondisinya begitu buruk dan juga sayangnya pada saat mereka mengeluh dan juga mogok kerja, para pekerja kemudian segera dipecat. Dengan sewa setinggi langit dan juga disebut langkah yang terlalu jauh, sebab Geumja menceritakan kisahanya yang begitu mengerikan kepada Solomon yang terbelalak dan juga terkejut.

Kini tentu saja sampai saat ini Solomon agak acuh tak acuh mengenai sejarah nenek moyangnya namun disini, di ruang rapat yang pengap dikelilingi para pengusaha, dia menyadari betapa sulitnya hal itu untuk Geumja. Dia pada akhirnya mulai memahami betapa mengerikan masa lalu.

Solomon yang terguncang pada akhirnya setuju bahwa jika itu adalah neneknya, dia juga tidak akan menandantagani dokumen tersebut. Sehingga Solomon mengemasi barang-barangnya dan memutuskan untuk pergi, dengan kesepakatan tidak ditandatangani dan juga seluruh ruangan yang dibiarkan kacau.

Andrews merasa terkejut, sebagai investor Jepang dengan menyalakan Solomon dan kemudian mengklaim seseorang seperti dia seharusnya tidaklah diizinkan masuk menuju lingkaran dalam mereka. Solomon keluar dari gedung, yang kemudian menari di bawah hujan sementara itu Naomi mengawasi dari kejauhan.

Setelah senyum yang tipis, Naomi lalu berjalan pergi. Ketika dia melakukannya, Sunja yang tiba kembali di Korea dan kemudian melangkah keluar menuju dalam air, terisak-isak pada saat ombak yang menerpa pantai.

Baca Selanjutnya: Sinopsis Pachinko Episode 5