Sinopsis Pachinko Episode 5 Lengkap

Diposting pada

Usai perjalanan panjang, Sunja dan Isak tiba di Jepang. Di Osaka 1931, pada saat hiruk pikuk dermaga Jepang yang membuka jalan bagi Sunja untuk bertemu dengan Yoseb, yang merupakan saudara laki-laki Isak.

Yoseb tidak benar-benar senang melihat mereka, dengan memaksakan senyum, karena dia mengakui bahwa dirinya dan Kyunghee terkejut mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Di Jepang, Sunja merasa seperti orang luar, terutama sebab berbicara bahasa Korea yang tidak disukai di sini. Sunja terdiam pada saat Isak dan Yoseb berbicara berdua. Ada mata-mata di mana-mana, dan Isak pun diperingatkan untuk tetap waspada saat mereka tiba di kota tepi laut Ikaino.

Disana, Sunja bertemu dengan wanita bernama Kyunghee untuk pertama kalinya. Kyunghee baik, bahkan dia memamerkan nampan penuh makanan yang disiapkan untuk Sunja.

Tentu saja, pada saat melihat makanan ini (terutama nasi), dia menjadi rindu kampung halaman dan Sunja mulai menangis. Secara pribadi, Yoseb merasa khawatir Sunja akan menjebak saudaranyaa. Dia sangat jelas tidak mempercayai Sunja dan tetap curiga terhadap motifnya.

Di saat yang sama, Sunja berbicara pada Isak, yang berjanji untuk tetap berada di sisinya apapun yang terjadi, mengakui dia juga merasa Jepang tidak menginginkan dirinya di sana.

kemudian melompat maju satu bulan kemudian, Sunja masih berada di Jepang namun kehamilannya semakin meningkat. Dia pun tidur dan berjuang untuk bisa melakukan tugas-tugas, pada saat Kyunghee mendorongnya agar tidak memaksakan diri.

Namun Sayangnya, Kyunghee telah membersihkan dan karena itu, menghilangkan bau dari pakaian dari Sunja yaitu bau rumah. Sunja terisak, dia mengucapkan “Kapan rasa sakit ini berakhir?”.

Kyunghee berkata dengan murung, dan dengan lembut mendorong Sunja bahwa dia akan memahami untuk bagaimana menanggungnya. Namun keluarga itu bermasalah terhadap orang Jepang. Mereka telah berutang 160 yen kepada rentenir, yang sebenarnya itu dipinjamkan uang oleh Yoseb agar membantu membayar penyeberangan Sunja menuju ke Jepang.

Namun sayangnya utang ini berlipat ganda karena bunga. Sunja kemudian memutuskan bahwa, karena ini merupakan hutangnya, dialah yang harus bertanggung jawab untuk hal ini. Dia lalu menuju ke bawah untuk melihat seorang pialang gadai, dan dia pun melakukan tawar-menawar yang sulit namun berhasil menjual emasnya dari Swiss yang seharga 300 yen.

Kyunghee bergabung bersama dengan Sunja ketika mereka menuju ke rentenir, melunasi hutang mereka dan kemudian mendapatkan stempel persetujuan untuk biSA mengonfirmasi sebanyak mungkin.

Bersama-sama, mereka pun keluar dan kemudian berlari melalui jalan-jalan yang ketat dan juga berliku. Sementara itu Koh Hansu kembali menuju ke pegadaian dan membeli arloji, menunjukkan bahwa Sunja telah menikahi seorang pemimpi dan untuk ini, dia akan membayar mahal.

Di Busan 1989, Sunja yang berjalan melewati pasar ikan yang ramai, mengagumi pemandangannya. Sementara itu Pada saat yang sama, Solomon berhasil kembali menuju ke Tokyo di mana Solomon bertemu dengan seorang teman lama dari sekolah.

Usai aksi kecil Solomon dengan hotel, dia pun di black list dari semua bank. Solomon merasa yakin bahwa dia akan kembali menuju ke New York namun ada desas-desus bahwa Andrews mengalami masalah dengan keuangannya.

Hal ini tentu saja berarti Solomon akan menanggung beban terberat dari ini. Saat ini, Solomon tetap terpaku terhadap upaya mencari Hana. Sepertinya dia pun berada di daerah Yoshiwara, dan, juga khususnya, di dekat halte Uguisudani.

Lucunya, Solomon bertemu dengan Naomi di pesta teman dimana keduanya mendiskusikan sejarah Hana dan juga apa yang terjadi di antara mereka. Intinya adalah pada saat Solomon pergi ke Amerika, pasangan itu pun berpisah.

Solomon pada akhirnya menuju ke Yoshiwara dan kemudian mulai bertanya-tanya. Sesampai di sana, dia lalu menemukan seorang pria bernama Haruki yang dia kenal dari masa lalu.

Dia memiliki hubungan dengan Mosazu yang merupakan ayah dari Solomon. Meskipun mereka mempunyai malam yang menyenangkan bersama, terdapat masalah yang muncul. Salomon berbicara kepada Andrews di telepon usai yang menegaskan bahwa hal-hal yang tidak terlihat baik.

Kini mengingat Visa Amerika Solomon sebenarnya disponsori oleh perusahaan Shiffley, jika dia dipecat maka hal itu berarti dia akan terjebak di Jepang. Tetapi Hana menelepon di saat itu dan juga memohon bantuan padanya.

Di Busan, Sunja kemudian menyebarkan abu Kyunghee ke dalam air, Sunja memiliki hubungan yang kuat dengan Kyunghee. Bagaimanapun, Sunja muncul untuk bisa mencoba dan mendapati rincian di mana suaminya telah dimakamkan.

Usai pekerja mengklasifikasikan Sunja sebagai “salah satu dari mereka” orang Korea yang datang menuju ke Jepang untuk bekerja, namun sepertinya sia-sia. Yaitu, hingga dia mendapati file yang tampaknya terkait terhadap permintaan relokasi. Ada juga nama “Shin Bokhee”.

Ini secara kebetulan saudara perempuan yatim Sunja yang diambil dari ibunya dan juga pasangan itu memiliki reuni emosional. Dia lalu menunjukkan dimana ayah Sunja telah dimakamkan, dan juga berkat kebaikan Bokhee, dia pun bisa melihat batu nisannya.