Sinopsis Drama Korea The Sound of Magic Episode 4 Lengkap

Diposting pada

Ahyi yang mulai panik dan terkejut serta merasa tidak yakin apa yang harus dilakukan mengenai kesulitannya. Pada saat pihak sekolah memutuskan untuk berbicara dengan orang tua Ahyi, namun Ahyi tentu saja mulai dilemma mengingat Ayahnya yang tidak pernah pulang.

Sepulang sekolah, Ildeung dijemput Sementara Ahyi mulai mempercayai sihir. Pada saat Ahyi memasukkan surat ke dalam tempat surat yang dia yakini bisa terkirim ke ibunya. Namun ini justru memiliki efek yang menggertak pada saat Hana dan Sohee memperhatikannya.

Namun menariknya, surat yang Ahyi tempatkan di kotak surat dan mengucapkan Annara Sumanara setelahanya, surat itu menghilang. Ini membuat Ahyi terkejut. Ketika Ahyi pergi dari rumah, Hana memutuskan memasang beberapa kamera tersembunyi di taman hiburan guna menangkap Rieul yang sedang beraksi.

Akan tetapi, ketika itu Hana justru tertangkap basah oleh Rieul yang kembali, yang kemudian menghadapkan Hana. Hana mulai ketakutan, Rieul meminta kepada Hana untuk membuka tangannya, saat Hana membuka itu adalah liontin miliknya, yang dengan mengancam Rieul memintanya untuk mengembalikan ke tempat semula.

Rieul juga menunjukkna bhawa Hana tidak menghormati sulap. Akan tetapi masalahnya, Hana sebenarnay berhasil menjatuhkan salah satu kamera, yang ketika itu masih merekam, tanpa sepengetahuan dari Rieul. Pada saat Ahyi kembali ke rumah, Ahyi dikejutkan dengan kehadiran ayahnya yang kembali setelah sekian lamanya.

Ayah Ahyi ada disana bersama adik Ahyi, dan pada akhirnya mereka masuk ke dalam untuk makan bersama. Saat itu Ahyi berbicara kepada ayahnya dengan meminta dia untuk hadir ke sekolahnya di pagi hari. Ayah Ahyi menyetujui.

Akan tetapi kebiasaan lama sulit dihilangkan, dan juga ayahnya menerima telepon uang di tengah malam. Pada saat pagi hari ayah Ahyi telah pergi dan begitu juga dengan uang milik Ahyi yang selama ini dia peroleh. Ternyata ayah Ahyi hanya kembali untuk mengambil uang yang dia ambil.

Dengan kehidupan Ahyi yang tergantung terhadap keseimbangan, dia pada akhirnya membentak dan juga membuka diri kepada pihak sekolah, mengakui kebenaran mengenai kesepakatan yang dia buat dengan Ildeung.

Dalam perjalanan pulang, Ahyi menerima panggilan telepon dari ayahnya yang berjanji kepadanya akan membayar kembali uang yang dia curi dari Ahyi. Ayahnya mengatakan kepada Ahyi bahwa dia akan berhasil melewati ini dengan baik, namun Ahyi menyebut ayahnya pengecut dan mengakui dia muak dengan semua ini.

Keesokan hari di sekolah, Ildeung telah menerima hadiah utama atas perilaku yang baik. Ini merupakan penghargaan khusus guna membantu siswa yang membutuhkan, sesuatu yang mengalahkan Ahyi sebab dia miskin. Dia melihat Ildeung, menyadari Ildeung mengkhianatinya.

Ahyi mendidih dalam kemarahan di auditorium, mengepalkan tinjunya erat-erat ketika dia berkomnetara betapa tidak deawasa dan juga mengerikannya orang dewasa. Usai kelas, Ahyi mengakui kepada Ildeung bahwa dia mengatakan yang sebenarnya terhadap pihak sekolah, namun ternyata yang dia dapatkan bagaimana pihak sekolah memutar fakta ini.

Ahyi malu dan marah namun senang dirinya tidak dikeluarkan. Ahyi mengakui jika dia tidak lulus, hidupnya tentu saja akan berakhir. Tidak seperti itu bagi Ildeung, yang jelas mempunyai orang tua kaya dan juga lebih banyak pengaruh daripada dia.

Pada akhirnya Ahyi berjalan pergi, usai cukup berbicara mengenai hal ini. Ahyi bahkan menyerah untuk belajar sulap juga. Namun sebelum dia pergi, Rieul menyerahkan sebungkus kartu kepada Ahyi. Kartu yang digunakannya ketika pertama kali mulai belajar.

Tetapi, di lengan putihany terjadi noda darah, yang ditunjukkan Ahyi. Rieul buru-buru menarik tangannya kembali dan kemudian bergegas masuk. Sementara, Ildeung pulang menuju ke rumah dan juga mendapati dirinya yang berselisih dengan ibunya, yang mempunyai semua perlengkapan ajaibnya di dalam kantong sampah.

Ildeung merasa tidak senang dan pada akhirnya menghadapkan Ibunya mengenai pilihan yang telah ditetapkan untuk Ildeung. Pada akhirny Ildeung membanting pintu dan kemudian pergi.

Hana kembali untuk mengambil kamera yang dia tinggalkan, namun mendapati burung beo disana. Burung itu menyebut Han pencuri, namun Hana kabur sebelum Rieul dapat muncul. Kembali ke rumah, Hana memeriksa rekaman dan merasa terkejut dengan apa yang telah dia temukan. Dalam rekaman itu terlihat seseorang berlari dari Rieul.

Ahyi pulang ke rumah namun mendapati adiknya yang telah pergi. Yuyi adiknya tidak bisa ditemukan. Ternyata Yuyi baru saja melewati rumah temannya dan dia belum kabur, itulah pemikiran awal Ahyi. Sehingga senam jantung Ahyi sudah berakhir.

Pada saat berbicara dengan Rieul mengenai ini, Ahyi mengungkapkan bahwa dia mengatakan kata-kata ajaib tersebut sepanjang waktu yaitu annara sumanara. Rieul entah mengapa berhasil membawa Ahyi kembali menuju masa lalunya, dimana Ahyi berbicara kepada dirinya yang lebih muda dan juga menanamkan beberapa kata bijak menuju dalam dirinya yang muda.

Ahyi memberi tahu Ahyi yang lebih muda untuk tidak menyerah dan juga terus berusaha untuk unggul. Dan usai ini, Ahyi segera kembali menuju masa sekarang lagi usai menggunakan sihir waktu guna menghibur dirinya sendiri.

Keesokan hari, ketika Ahyi berlatih dengan bola pingpongnya, pihak polisi datang menghampirinya memamerkan rekaman pesulap. Ahyi mulai menjadi ketakutan dan juga mulai kabur, mengklaim bahwa dia tidak mengenali pesulap itu.

Tetapi ketakutan Ahyi hanya diperparah oleh Hana yang berbicara kepadanya dan juga Ildeung di sekolah. Dimana Hana menyerahkan flash drive dan kemudian menyarankan pasangan itu untuk menyaksikan rekaman bersama-sama.

Malam itu, Ahyi dan Ildeung menyaksikan rekaman bersama dan mendapati dalam video Rieul nampaknya menikam seseorang did ata, tepat dihadapan kamera. Rieul sambil berucap bahwa dia adalah seorang penyihir sejati.

Baca Selanjutnya: Sinopsis The Sound of Magic Eps 5