Sinopsis My Love From the Star Episode 18

Diposting pada

Mantan istri memelototi Jaekyung yang mengurungnya di bangsal mental selama 7 tahun. Namun Jaekyung berpura-pura tidak tahu. Jaekyung memberikan kekhawatiran palsu terhadap ketidakstabilan mentalnya, berpikir mantan istrinya berada di luar negeri selama ini.

Jaekyung memberi tahu Hwikyung bahwa ini semua pasti sangat mengejutkan untknya, lalu mengarahkan penyelidik untuk berbicara dengan pengacaranya. Hwiyung tidak akan membiarkan ini pergi, dan juga mengikuti Jaekyung keluar, menuntut respon yang lebih baik daripada berpura-pura tidak tahu apapun.

Jaekyung memelototinya dengan marah dan mengatakan dia tidak ada hubungannya, namun wajahnya menunjukkan keterkejutan ketika Hwikyung menyebut kakak tertua mereka sebagai orang yang telah dicelakai Jaekyung.

Hwikyung mengatakan bahwa dia tidak akan memanggil jaekyung sebagai kakak, dan menganggapnya bukan saudara lagi. Minjun menjelaskan kepada Jang mengenai keputusannya untuk tinggal, dan juga Jang mengambil pendekatan filosofis, menjelaskan bahwa setiap orang akan mati kapan saja.

Namun pada saat dia bertanya mengenai kondisi fisik Minjun, Minjun memutuskan tidak mengatakan kekuatannya mulai berkurang, tidak ingin membuat Jang khawatir. Hwikyung pulang ke rumah pada saat ayahnya mrah, yang memberikan tamparan keras kepada Hwikyung sebab memanggil pihak berwenang untuk Jaekyung.

Hwikyung mengatakan Jaekyung telah mengurung mantan istrinya, namun Ayahnya mengatakan bahwa mantan istrinya hanya mainan yang diberikan untuk menghibur Jaekyung, dan juga pasti telah melakukan sesuatu yagn pants guna tindakan Jaekyung.

Ini tentu mengejutkan Hwikyung. Jaekyung bersama pengacaranya menghadapi penyelidik. Pengacara menyajikan catatan rumah sakit yang menguraikan ketidakstabilan mantan istrinya. Namun park mempunyai evaluasi psikis dari kemarin yang menyatakan mantan istrinya itu waras.

Seok menyajikan catatan telepon dari banyak panggilan yang dibuat dari mantan istrinya di rumah sakit jiwa kepada Jaekyung, namun Jaekyung mengatakan dia menganggap panggilan itu iseng. Seok meminta untuk pemeriksaan silang. Jaekyung setuju, namun dilihat dari seringainya, Jaekyung dan pengacaranya yakin merkea mempunyai jalan keluar dari ini.

Hwikyung menuju sungai merenung, di masa lalu Hyung memberikan perekam pena sebagai hadiah kelulusan Hwikyung. Mendorongnya menggunakannya sebagia buku harian seperti dia lakukan, dan juga mengucapkan selamat kepadanya. Yunjae menuntun Minjun untuk berkenalan dengan ayahnya.

Mereka tiba apda saat seorang kaya berhenti di mobilnya dan kemudian memerintahkan Ayah Songyi memarkir mobilnya yang bukan pekerjaan dari Ayah Songyi. Pria ini mengancamnya, Minjun lalau menggunakan kekuatanya membuat mobilnya maju dengan sendirinya.

Saat Ayah Songyi berbicara dengan Yunjae dan Minjun, Ayah Songyi merasa bersalah kepada keluarga, dia mengatakna bahwa saat itu dia kehilangan uang dan kehormatnanya jatuh, dan dia berpikri tidak akan bisa melindungi keluarga.

Ayah Songyi merasa bodoh, seharusnya dia tetap bersama keluarga, dan untuk sekarang tidak mungkin dirinya bisa menebus waktu yang hilang. Ayah Songyi berterima kasih kepada Minjun sebab berada disisi Songyi. Hwikyung mengambil pena dari tempat persembunyian lama.

Pena itu berisikan rekaman hyungnya. Dia mendengar apa yang dialami hyungnya. Hwikyung mampir dengan beberap jus, dikirim oleh Jaekyung, dan di saat itu Jaekyung memasuki ruangan, hyung terengah-engah dan merasa pusing. Jaekyung memberinya pidato dingin bahwa itu bukan mabuk yang dia rasakan namun kelumpuhan bertahap.

Dia mengakui bahwa dia sudah lama ingin hyung keluar dan hyung akan ditemmukan meninggal di mobilnya besok. Saat ini Hwikyung mendengarkan hyungya memohon bantuan, diliputi dengan emosi. Songyi menemukan jurnal Minjun lagi.

Songyi mendapati bahwa Minjun bisa meninggal jika tidak kembali ke planet asalnya. Menyadari Minjun berbohong pada saat Minjun bisa tinggal, Songyi terhuyung-hyung. Songyi terisak, mencengkram jurnal untuk dirinya sendiri.