Sinopsis Big Mouth Episode 2 Lengkap

Diposting pada

Changho dilarikan menuju rumah sakit usai kecelakaannya itu. Minho mengingat kenangan masa lalunya, dimana selama acara olahraga, Miho berada di marching band, sementara itu Changho bersiap-siap untuk melakukan gilirannya dalam lompat indah.

Akan tetapi tiangnya patah sehingga Changho terjatuh, tetapi Miho ada disana untuk melihatnya. Saat ini di rumah sakit, Changho bangun dan segera meminta handphone-nya, sebab dia saat itu sedang dalam perjalanan untuk menemui jaksa.

Akan tetapi seseorang telah mengambil flash driver dan handphone serta mobil itu sendiri hancur. Sebelum Changho dapat bergerak lagi, polisi muncul untuk menangkapnya, sebab dia diduga menggunakan narkoba. Terungkap bahwa tes darahnya menjelaskan adanya obat dalam sistem tubuhnya.

Ketika Changho dibawa pergi, Miho memintanya untuk tetap bertahana dan mempercayainya dan ayahnya untuk mengeluarkannya dari penjara. Di kantor polisi Changho menghubungkan titik-titik mengenai minuman itu.

Dia meminta untuk bertemu walikota Choi dan kemudian menceritakan semuanya, menyiratkan bahwa Jihun melakukan ini untuk menghancurkan bukti. Namun walikota Choi tidak senang terhadap pertemuan Changho dan Jihun sebelumnya, dan dia menolak membantu Changho.

Sementara itu, unit investigasi regional muncul di kantor hukum Changho dan Gikwang dan juga melakukan pencarian menyeluruh. Yang mengejutkan mertua Changho yaitu mereka mendapati koper dengan batangan emas, pistol, dan uang tunai dalam jumlah besar di dinding dan juga di langi-langit.

Changho dibawa menuju Lembaga pemasyaratkan Gucheon, tempat yang dia sebut sebagai tempat pembuangan manusia yang paling buruk, penuh dengan korupsi dan bahkan menyamakan ini sebagai nearaka. Changho pertama kali dibawa untuk menghadapi tiga tersangka pembunuhan di rumah sakit Gucheon.

Changho menyadari merekalah yang telah membiusnya sebagai pembalasan terhadap perannya sebagai agent ganda. Antek-antek mereka selanjutnya memukuli CHangho. Di pesta, Walikota Choi dan Jihun hadir bersama dengan istri mereka dan juga beberapa lainnya.

Jihun denga jelas yakin bahwa walikota berada dibawahya dan juga mengklaim telah menyumbang untuk kampanye-nya hanya karena istrinya yaitu Hyun juhee. Juhee mengingatkannya bahwa walikota Choi yang mengeluarkannya dari kasus pembunuhan. terungkap bawha Big MOuse mencuri 100 miliar won dari Jihun.

Keteganang kemudian memuncak pada saat sebuah laporan berita pecah bahwa Big MOuse telah ditangkap dan kemudian identitasnya terungkap sebagai Changho. Sementara di penjara, Changho digantung dengan tali dengan bangku yang reyot dibawahnya.

CHangho meminta maaf dan memohon hidupnya, namun trio pria ini tidak bergeming. Seseorang lalu menendang kursi dari bawahnya. Changho diambang kematian, namun tepat pada saat itu, sipir menerima panggilan panik dari Jihun yang memintanya membiarkan CHangho hidup, sebab dia adalah Big Mouse.

Sipir membawa dokter yang menyadarkan Changho segera. Di luar teman pengacara Miho dan Changho, yaitu Suntae, berusaha menemuinya namun diberitahu bahwa dia menolak menemui pengunjung. Segera, mereka mengetahui mengenai klaim bahwa dia merupakan Big MOuse.

Miho berdiri di hadapan wartawan dan membela Changho, menjelaskan bahwa suaminya dijebak. Dia juga mengiriminya pesan langsung mengingatkan Changho bahwa dia mempunyai keluarga dan menjelaskan dia akan berjuang guna membuktikan bahwa Changho tidak bersalah.

Changho di sel barunya dikelilingi narapidan baru, menyaksikan ini di tv dan menangis. Selanjutnya, dia diinterogasi oleh jaksa dan kemudian menyangkal smeua pengetahuan mengenai hal-hal yang ditemukan di kantornya.

Mereka lalu membuatnya mengikuti tes pendeteksi kebohongan, dan itu pun berjalan dengan baik, hingga dia ditanya apakah dia Big Mouse. Detak jantung Changho melonjak. Dalam perjalanan kembali menuju penjara, dia merenungkan ironi sebab wajahnya di tv di mana-mana.

Kembali menuju penjara, Changho menghadapi ketiga pria itu lagi dan juga menuduh mereka mencuri uang dari Jihun dan juga menjebaknya untuk ini. Di selnya, salah satu narapidan mengaku sebagai penggemar Changho dan juga memperkenalkan dirinya sebagai Jerry.

Pemimpin ruangan sel, Jerry dan narapidan lain tidak yakin terhadap Changho pada saat dia mengatakan bahwa dia bukanlah Big Mouse. Kembali menuju tiga pria, dari kasus pembunuhan di rumah sakit, mereka berusaha meyakinkan Jihun untuk melakukan sesuatu terhadap Changho, sebab kesaksiannya dapat membuat mereka dalam masalah.

Namun Jihun lebih peduli mendapatkan uangnya kembali dari Big Mouse. Dia kemudian bertemu dengan jaksa yang menanyai Changho. Jaksa memberitahunya tentang penyelidikan dan juga berjanji mendapatkan uangnya kembali.

Sepertinya Jihun mempunyai jaksa di telapak tangannya. Namun keadaan berubah pada saat jaksa memasuki mobil dengan tidak lain itu Walikota Choi. Dia memberi walikota buku dengan daftar pengedar narkoba Big Mouse. Mereka berbicara mengena memiliki pengaruh terhadap orang-orang kuat seperti Jihun.

Walikota Choi memperingatkan jaksa agar tidak mengkhianatinya. Sementara Miho, ayahnya, dan Suntae mendiskusikan cara untuk maju dengan membuktikan Changho tidak bersalah. Mereka memutuskan menemukan makalah penelitian yang ditulis dokter yang sudah meninggal, yang membunuhnya.

Meskipun dibujuk dua lainnya, Miho tetap aktif terlibat. Changho, sekarang di titik terendahnya, yang telah memutuskan bunuh diri merupakan jalan keluar terbaik. Di halaman penjara keesokan harinya, dia lalu menyiapkan catatan bunuh diri namun pemimpin kamarnya mengatakan padanya bahwa berusaha bunuh diri dapat membuatnya cacat seumur hidup.

Pemimpin ruangan yang menasihatinya mengenai hidup sebagaimana dia seharusnya hidup. Changho menyadari bahwa dia dikelilingi semua jenis pembunuh dan juga tidak perlu melakukan perbuatan itu sendiri. Selama waktu makan, dia pun mencoba membuat pemimpin geng yang memilihnya lebih awal guna membunuhnya.

Namun dalam proses menghasutnya, Changho justru melemparkan pukulan yang melumpuhkan pria tersebut, Belum pernah meninju siapapun sebelumnya dalam hidupnya, dia pun terkejut dengan kekuatannya sendiri.

Dia berkelahi dengan seorang pembunuh, namun ejekan Changho tentang ibu pria itu, justru itu membuatnya menangis tersedu-sedu. Pilihan terakhirnya sipir itu sendiri.

Di malam hari, dia berpura-pura untuk melarikan diri dari penjara dan kemudian berakhir di halaman. Dikelilingi penjaga yang memegang tongkat dan juga dengan penembak jitu yang membidiknya, Chang-ho berteriak terhadap penjaga untuk menembaknya.