Sinopsis Big Mouth Episode 3 – Sinopsis Drama Korea

Diposting pada

Episode ini dimulai dengan Changho melakukan pelarian, dia berteriak pada penjaga untuk menembaknya. Saat dia hampir ditemba, Yungab mengingat ucapan Jihun agar tidak membiarkan Changho mati dalam keadaan apapun. Jihun berjanji akan memberikan hadiah yang mahal usai dia mendapatkan uangnya kembali.

Alhasil Yungab memerintahkan pasukannya agar membawa Changho hidup-hidup. Di tempat lain di Rumah Sakit Universitas Gucheon, Miho diperkenalkan kepada rekan-rekan barunya. Sebagai bagian dari perpeloncoan, mereka pun membiarkan Miho memberikan obat-obatan untuk pasien sendirian.

Dia lalu mengambil langkahnya namun segera menemukan seorang pasien yang tampaknya sekarat. Miho menyelamatkannya dengan CPR namun mendapat masalah karena melakukannya. Ini dikarenakan, semua pasien di lantai 7 memiliki perintah untuk tidak melakukan resusitasi.

Selanjutnya dia mendengar kerabat pasien dipaksa untuk menandatangani DNR karena jika tidak, pasien tidak akan dioperasi. Kembali ke rumah, Miho, ayahnya dan Suntae mendiskusikan bagaimana makalah penelitian almarhum Profesor Seo pasti ada hubungannya dengan ini.

Suntae kemudian memberi tahu Miho surat cerai yang dibuat oleh Changho, akan tetapi Miho merobeknya. Di penjara, Yungab menghitung bundel uang tunai dan kemudian memeriksa buku catatan dengan nama dan nomor. Dia selanjutnya memanggil majelis untuk Bangsal 2, menegaskan kembali bahwa dia merupakan Tuhan di penjara ini.

Dia selanjutnya membagi narapidan menjadi beberapa kelompok. Di saat itu Jerry menjelaskan kepada Changho bahwa kelompok-kelompok itu mempunyai tingkatan yang berbeda.

Grade A merupakan mereka yang ada dalam buku bagus sipir atau mereka yang membayarnya setiap bulan, seperti ketua ruangan mereka yaitu No Bak, yang membaca rejeki sipir. Mereka mendapati berbagai manfaat sementara yang lainnya tidak.

Changho berusaha untuk melawan praktik ini, akan tetapi sipir membawanya untuk pergi. Changho berakhir di kelas C dimana dia dan narapidana yang lain dipaksa bekerja di selokan. Sementara tiga tersangka pembunuhan di rumah sakti Gucheon meminta narapidana lainnya untuk membunuh Changho.

Dimana dia berusaha menikam CHangho di halaman namun Changho menghindari serangannya, sekali lagi diselamatkan sipir yang mengawasi. Changho kini menyadari bahwa ketiga tersangka itu bukanlah orang yang menjebaknya sebagai Big Mouse.

Di kantor, Yungab memberi tahu Changho untuk memberikan kompensasi sesuai berapa kali kali dia menyelamatkan hidupnya. Yungab meminta 5 persen dari 100 miliar won Big Mouse yang dicuri dari Lala Capital. YUngab lalu memberi tahu Changho bahwa dia hidup hanya karena Jihun mengira dia merupakan Big Mouse.

JIka penyamarannya terbongkar, Jihun akan dengan mudah melenyapkan keluarga CHangho. Ancaman terhadap Miho justru membuat Changho kehilangan ketenangannya. CHangho mengaku sebagai Big Mouse , mengacam keluarga Yungab dan berjanji akan menunjukkan kepadanya apa yang membuatnya menjadi Big Mouse.

Sementara, Miho diinterogasi oleh Jaksa, yang berusaha menekannya untuk mengakui Changho merupakan Big Mouse. Namun tentu saja Miho menolak mengakui bahwa Suaminya adalah Big MOuse. Miho duduk di halte bus kemudian, dia mengenang ketika Changho pertama kali mengajaknya kencan.

Di masa lalu tepat usai dia putus dengan kekasihnya sebelumya dan Changho membawa pulang Miho yang mabuk. Saat ini Miho menangis memikirkan hal ini, sementara walikota Choi mengawasi Miho dari kejauhan.

Di rumah walikota Choi, yaitu Juhee yang merupakan istrinya sekaligus direktur rumah sakit universitas Gucheon, mengeluarkan beberapa anggur dan gelas. Mereka telah berusaha mempunyai bayi namun walikota Choi menjelaskan kepadanya bahwa mereka harus berhenti, sebab dia tidak ingin melihatnya menderita lagi.

Choi bertanya kepadanya mengenai makalah Profesor Seo, namun Juhee mengatakan itu hanya rumor. Di selokan, Changho terus bekerja dengan narapidan kelas C lainnya. Pada saat mereka diberi slop untuk makan siang, Changho membangkitkan amarah narapidan lainnya dan kemudian memberontak terhadap para penjaga.

Dimana mereka melemparkan kotoran itu kepada para penjaga. Mempertahankan gaya sebagai Big Mouse, dia kemudian membisikkan ancaman kepada sipir Yungab, dan itu berhasil membuatnya takut. Sehingga Yungab mengizinkan kelas C untuk masuk menuju kafetaria bersama yang lainnya, mereka pun bersorak untuk Changho.

Miho dan Suntae mengunjungi Changho di penjara. Ini pertama kalinya Miho dan Changho bertemu sama lainnya, sejak penahanannya. Changho bersikeras untuk bercerai sebab dia pasrah berada di penjara selamanya, namun Miho mengklaim dirinya akan terus berjunag.

Dia mengatakan kepada Changho bahwa dia akan melakukan hal yang sama apabila peran dibalik. Kembali menyendiri, Changho memutuskan bertahan demi Miho. Untuk melakukannya, dia sepenuhnya menerima perannya kini sebagai Big Mouse yang dilekatkan kepadanya.

Dia lalu memberi tahu Jerry untuk meminta 50 keinginan narapidana. Sehingga ini segera menyerab ke narapidana lain. Akan tetapi hanya 3 yang melakukan itu. Salah satunya pemimpin ruangan yang meminta kepada Changho untuk menemukan putrinya yang hilang.

Yang lainnya Kwang Yeon, dia ingin Changho menyelamatkan ibunya, seorang pasien penderita leukemia yang membutuhkan tranplantasi. Ketika Miho bekerja di rumah sakit, dia berusaha mencari tahu mengenai makalah profesor Seo, namun Staf berpura-pura tidak tahu.

Dia selanjutnya dipanggil untuk menemui direktur, yagn telah mengetahui hubungannya dengan Changho. Juhee meminta Miho untuk mengundurkan diri, namun Miho menolak. Miho berusaha menanyakan mengenai makalah profesor Seo namun tidak berhasil.

Di luar kantor, kerabat pasien di kamar 701 mendekati Miho. Dia mengklaim suaminya dalam bahaya, namun melarikan diri ketika kepala perawat tiba. Di ruang VIP penjara, ketiga tersangka menyusun rencana lainnya guna membunuh Changho.

Namun kali ini, mereka juga bekerja sama dengan sipir. Pria yang sebelumnya berusaha menikam Changho dengan kode 5362 dipindahkan ke sel Changho, dan tampaknya telah berubah pikiran, meminta maaf kepada Changho.

Namun kemudian di ruang laundry, narapidan 5362 mengeluarkan tas penuh senjata dan kemudian menyerahkan kepada pemimpin geng dan juga antek-anteknya. Bersama-sama mereka kemudian mengeroyok Changho dan juga beberapa pengikutnya.

Sementara itu Sipir Yungab membuat pasukannya tetap siaga, meminta mereka untuk membiarkan Changho ditikam sekali sebelum mereka ikut campur. Pertarungan dimulai, trio penjahat VIP mengungkapkan bahwa mereka telah menyewa Kwangyeon untuk melakukan kerusakan nyata terhadap Changho.

Namun pada saat Kwangyeon bergerak untuk menyerang Changho, pemimpin ruangan yaitu No Bak masuk untuk melindungi CHangho, sehingga menerima serangan itu. Changho melepaskan Kwangyeon dan menatap lurus, matanya berkobar sebab marah besar.