Sinopsis Big Mouth Episode 4 Lengkap

Diposting pada

Geng yang dikirim oleh trio VIP pada akhirnya gagal menyingkirkan Changho pada akhirnya. Sipir Yungab segera meminta pasukannya untuk menghentikan pertempuran. Mereka lalu membawa Nobak untuk segera dibawah ruang perawatan. Saat di ruang kesehatan, Yungab bertanya kepada Nobak mengapa dia berpihak kepada Changho.

Nobak lalu membisikkan sesuatu kepada Yungab. Selanjutnya, trio VIP yang marah terhadap kegagalan rencana mereka, memanggil sipir Yungab dan berusaha meminta pertanggungjawaban, sebab dia makan uang dan tidak melakukan pekerjaannya dengna benar.

Sipir Yungab marah sebab dia mempertaruhkan nyawanya untuk membantu merkea sebab dia takut dia akan tertangkap dimata Jihun. Di rumah sakit Gucheon, posisi Miho kini menjadi sulit sebab dokter yang bertugas mempermainkan nyawa paseien.

Pada saat seminar tamu alat medis Elektronik J&J, Juhee sebagai narasumber di konferensi mengajukan pertanyaan, Miho lalu berdiri, dia memberanikan diri mengatakan bahwa dia memiliki jurnal milik almarhum profesor Seo yang belum terbit.

Ini mengejutkan mereka hadir di ruang konferensi sehingga mereka bergosip. Pada saat Miho berjalan pulang di malam hari, dia menyadari ada seseorang terus mengikutinya. Sehingga dia mempercepat langkahnya sebelum akhirnya dia bertemu dengan ayahnya.

Changho menemui Nobak di ruang perawatan, saat itu Nobak bertanya kepada Changho apakah dia benar adalah Big Mouse. Changho bertanya mengapa dia menanyakan hal itu. Nobak mengatakan bahwa dia telah bertaruh nyawa untuknya, jika Changho bukan Big Mouse, luka yang dia terima akan sia-sia.

Changho lalu berbohong mengatakan bahwa dia adalah Big Mouse. Di malam hari, narapidan 5362 ditembukan meninggal dengan gantung diri di ruang isolasi dimana sulit untuk melakukan tindakan buruk itu. Walikota Choi Doha mengetahui Miho mempunyai tesis profesor Seo dan kemudian memutuskan untuk bertemu dengannya.

Miho menegaskan bahwa dia tidak mempunyai tesis itu. Miho menjelaskan bahwa adanya permintaan larangan resusitasi, ti persetujuan untuk menolak RJP. Rumah sakit akan memaksa keluarga pasien kanker menandatanganinya, mereka bahkan membayarnya.

Perjanjian ini nampaknya ada terkaitna dengan tesis profesor Seo di rumah sakit Gucheon. Choi sangat marah bertanya kepada Miho apakah dia mencurigai istrinya Hyun Juhee. Dia yakin itu, namun Choi mengatakan tidak sebab dia mengenali istrinya dengan baik.

Sejak kematian 5362, pengikut Changho semakin banyak dan mendapati pengawasan berlebih dari para penjaga. Changho mulai bertanya-tanya mengapa 5362 melakukan itu, dia merasakan bahwa mungkin Big Mouse sesungguhnya dekat. Jihun datang ke penjara menemui Changho.

Jihun meminta Changho yang dianggap Big Mouse untuk mengembalikan uang yang diambil dari Lala Capital. Untuk memastikan Changho benar-benar Big Mouse, dia meminta untuk menyebutkan 5 pelanggan obatan terlarang yang ditangani Big Mouse.

Changho menolak memberi tahu itu sebab itu rahasia. Namun Jihun tidak mempercayai itu, dia memberi kesempatan kepada Changho, untuk memberitahunya sebab dia akan kembali pekan depan. Saat keluar, Changho memukuli penjaga dengan tergesa-gesa, dia lalu meraih handphone, lalu menghubungi Walikota Choi.

Dia memohon kepadanya untuk memberinya daftar nama pelanggan Big Mouse. jika tidak dia akan mati. Dia meyakini Jihun mendapatkan list nama-nama dari kejaksaan. Walikota Choi menyadari dia mengingat pertemuan dengan jaksa Junglak.

Meyakini mungkin jaksa tersebut yang memberikan informasi itu kepada Jihun. Usai kematian 5236, mereka yang berada di ruang isolasi mulai ketakutan, meminta para penjaga mengeluarkan mereka. Mereka meyakini bahwa 5236 tidak mati karena bunuh diri, melainkan Big Mouse yang melakukan.

Tetapi para penjaga menolak mempercayainya. Pada saat di ruang kafetaria, tahan yang telah dikeluarkan dari ruang sel isolasi, mengambil makanan mereka. Namun salah satu dari mereka meninggal saat menikmati makanannya. Sehingga ini membuat kepanikan besar.

Changho mulai berpikir bahwa Big Mouse ada disekitar mereka. Saat proses penyelidikan, Sipir dan detektif mengamati CCTV, menyadari bahwa narapidana tersebut meminum racun. Namun yang menjadi pertanyaan mereka, bagaimana dia mendapati barang itu.

Segera Changho dianggap sebagai pelaku utama. Mereka memeriksa ruangan untuk menemukan bukti namun itu tidak ditemukan. Saat di luar ruangan, Chagho dan sipir Yungab bersitegang. Yungab mempertanyakan kepada Changho, setiap orang yang berusaha melukainya, dia meninggal karena bunuh diri.

Changho menatap tajam, Yungab menghampirinya berbisik dengan mengatakan bahwa waktunya sisa 4 hari lagi, jika dia tidak bisa mengungkapkan 5 daftar nama pelanggan obatan terlarang, maka dia akan mati sebab dia bukan Big Mouse sesungguhnya.

Dalam pertemuan makan malam , Jihun memperkenalkan Seungtae yang merupakan putra dari ketua OC Group kepada Manho dari partai negara baru, dan sekretaris jenderal Kim Gabju. Saat itu dihadiri Choi Doha. Mereka merencanakan akan memberikan kesempatan bagi Choi Doha tempat dalam pemilihan umum.

Sehingga ini membuat Jihun tidak nyaman. Ketegangan terjadi diantara Choi Doha dan Jihun. Jihun menganggap Choi Doha menjadi angkuh setelah namanya terangkat sedikit, Jihun mengklaim bahwa dia yang telah membuatkan organsisais dan mengangkat namanya di media untuk menjadi walikota.

Jihun membalas bagaimana dengannya, selama dia menjabat walikota berapa banyak kerugian yang dialaminya karena Jihun. Seperti izin taman industri, mengubah tujuan penggunaan tanah, informasi penawaran kontrak. Dia memutuskan berhenti menjadi walikota karena muak terhadpanya.

Jihun yang marah mencoba memberikan pukulan, namun segera dihentikan Oleh Choi. Sebelum akhirnya Seungtae menghentikan pertarungan. Di tempat lain, Miho bekerja sama dengan ayahnya Suntae menangkap penguntit Miho.

Pada saat mereka mendapati pria itu, Miho menyadari bahwa pria ini adalah sekretaris Walikota Choi. Miho lalu menghubungi Walikota Choi untuk datang menemuinya, jika tidak sekretarisnya akan dibawa ke kantor polisi. Sampai disana, walikota Choi untuk membuka borgolnya sebab ini penangkapan ilegal.

Miho mempertanyakan alasan walikota Choi mengirimkan mata-mata untuk mengikutinya. Dia mengklaim bahwa penasaran dengan Miho yang mempunyai tesis profesor dan takut disimpan di tempat umum yang akan membahayakannya.

Selanjutnya walikota Choi memberikan amplop yang berisikan daftar nama-nama yang diminta oleh Changho. Miho mempertanyakana ini, namun Choi memintanya untuk menanyakan informasi itu sendiri kepada suaminya. Saat di penjara, Miho menemui Changho menanyakan detailnya.

Usai itu, Miho memberikkan daftar nama-nama pelanggan itu. CHangho lalu menghubungi walikota Choi, dia bertanya kepadanya apakah daftar nama-nama itu benar. Choi hanya mengatakan jika dia benar-benar Big Mouse, dia bisa mengatasinya.

Sementara Jihun berbicara dengan jaksa Choi Junglak, Jihun tahu walikota Choi mempunyai nama-nama pelanggan Big Mouse. Jihun tahu Changho terkoneksi dengan Jihun. Jika Changho menyebutkan nama-nama daftar palsu yang sebelumnya Jihun berikan kepada Jaksa Choi Junglak, yang kemudian diberikan kepada walikota Choi, maka Changho dan walikota Choi Doha diambang kematian.

Jihun berjanji kepadnaya akan menjamin posisi kantor kejaksaan hingga dan pada saat kepala urusan sipil Blue House menjadi menteri kehakiman. Di penjara, ada taruhan untuk memprediksi siapa yang akan menang di antara Changho dan trio VIP. Jerry menjadi bandar disini untuk taruhan itu.

Namun ini diketahui oleh trio VIP, sehingga dia menerima pemukulan. Jerry dibawa ke Changho, dia meminta maaf kepadanya sebab telah membuatnya menjadi taruhan untuk mengetahui siapa yang akan keluar lebih dulu dalam waktu sebulan.

Changho yang marah, mengatakan kepada para penghuni bahwa siapapun yang memilihnya, dia akan menang. Dengan taruhan melonjak 300 juta, dimana komisi 10 % untuk sipir. Sementara di tempat lain, Walikota Choi Doha berbicara dengan jihun, Jihun memberikan informasi kepadanya bahwa dia telah memberikan daftar nama palsu pelanggan Big Mouse.

Dia yakin Choi Doha telah menerima dan memberikan informasi itu kepada Changho. Hal ini tentu membuat Walikota Choi Doha terkejut. Dia bergegas berlari. Dia mencoba menghubungi sipir Yungab, namun itu tidak aktif. Sementara di tempat lain, Changho bersiap untuk keluar, dengan dikelilingi narapidana lainnya. Mereka berteriak Big Mouse pada saat Changho berjalan, dengan sorotan mata yang tajam.