Sinopsis Drama Korea 49 Days Episode 1- Ending

Diposting pada

Drama ini dimulai di hari pertunangan pasangan kekasih yaitu Jihyun dan Minho. Di saat itu pria bernama Kang hadir yang menampaknya menyukai jihyun. JIhyun menyapa kang dengan ramah, namun Kang bersikap dingin dengan fokus berbicara dengan Minho.

Minho meminta Kang memegang tangan Jihyun sebab dia terus tersandung gaunanya, dan Kang gagap alasan untuk menghindarinya. Satu-satunya orang yang menangkap sesuatu dalam perilaku Kang yaitu ayah Jihyun, yang menatapnya dengan bingung.

Minho menjelaskan bahwa dia bertemu Kang saat dia belajar untuk MBA-nya di Amerika. Kang teman sekelas Sma Jihyun. Ayah Jihyun kemudian dihubungi, pergi dari upacara pertunangan dengan telepon yang mengecewakan, dan dia tersandung dalam keadaan di malam itu.

Ini nampaknya berita buruk sebab dia mendesak anak-anak untuk segera menikah. Pernikahan yang terburu-buru bukanlah yang direncanakan Minho atau Jihyun, namun mereka dengan patuh mengikutinya, dan Minho membuat proposal resminya guna menyegel kesepakatan.

Kemudian mereka mengadakan pesta pernikahan mereka untuk dinner di malam itu. Pasangan bahagia ini mengenang pertemuan mereka. Jihyun dan Injung melakukan perjalanan hiking. Namun apa yang dimulai cerah dan menyegarkan telah berubah menjadi gelap.

Gadis-gadis telah dipisahkan di hutan. Minho mendapati Jihyun meringkuk dan menggigil di hutan, dan membawanya menuju tempat aman dan menghubungi ambulan untuk merawatnya. Sementara itu di toko, Yikyung diserang dua perampok.

Mereka menuntut uang namun Yikyung justru bersikap menantang. Sehingga dia menerima pukulan dari mereka. Namun segera polisi tiba guna menangkap pencuri, dan bahkan polisi mengatakan kepada Yikyung dengan tidak percaya bahwa dia seharusnya menyerahkan uang toko untuk menjaga dirinya tetap aman.

Suatu ketika Yikyung menantap kosong, berjongkok di tepi jalan, di sebelah tanda peringatan yang menunjukkan daerah rawan kecelakaan yang berbahaya. Di masa lalu nampaknya Yikyung mempunyai seseorang yang meninggal di tempat ini.

Saat ini Yikyung yang nampak putus asa, dengan tergesa-gesa melaju menuju jalan yang sibuk, langsung ke jalur truk yang melaju. Namun segera seorang pria berlari menuju lalu lintas guna menghindari dari bahaya, dan mereka pun mendarat dengan selamat.

Truk disisi lainnya berbelok menghindarinya. Hasilnya tumpukan mobil di jalan raya yang mengejutkan the Reaper. Sementara itu Jihyun mengendari mobilnya, namun saat pengendara motor tergelincir di depannya, dia berbelok menghindari menabraknya, namun ini jusru mengirimnya ke truk, kekuatan mendorong Jihyun keluar dari kaca depan.

Mendarat di tanah, Jihyun membuka matanya. Dia lalu melihat sekeliling orang-orang melirik ke mobil di dekatnya. Dimana orang-orang meneriaki wanita muda di dalam dan itu adalah Jihyun sendiri. Roh Jihyun masuk ke ambulans melihat tubuhnya gagal merespons dalam upaya kebangkitan.

Sementara di rumah sakit, Yikyung bangun, dia pergi dan terlihat sama depresinya seperti sebelumnya. Jihyun melihat orang tuanya dan Minho bergegas menuju ruang gawat darurat. Jihyun mencoba beteriak kepada mereka, namun tidak ada yang mendengar bahakan dia mencoba menyentuhnya tetapi itu justru menembusnya.

Mereka benar-benar tidak melihat roh Jihyun. the Reaper berjalan melewati aula, dan Jihyun ingat bahwa dia pernah melihatnya di lokasi kecelakaan dan kemudian mengejarnya. Jihyun bergabung dengan the Reaper di kamar rumah sakit lain, dimana Jihyun melihat arwah pria keluar dari tubuhnya yang dinyatakan telah meninggal.

Reaper menyapa pria ini membawanya pergi, dimana portal surgawai terbuka dengan lambaian tangan Reaper. Pria ini melangkah dalam lift, dalam perjalanannya menuju dunia lain. Jihyun bertanya kepada teh Reaper apakah dia malaikat maut atau Grim Reaper, namun reaper masah disebut seperti itu, dia menyebut dirinya sebagai scheduler.

Tugasnya berada disana pada saat masa hidup seseorang yang dijadwalkan sudah habis. Jihyun bertanya apakah dirinya sudah mati, yang dia konfirmasi. Scheduler mengatakan meskipun pekerjaannya hari ini bukan mengenainya, berkat kecelakaan itu, rencananya mengalami cegukan di menit-menit terakhir, ini adalah kasus paling mereka bencin sebagai Scheduler sebab jadwal menjadi kacau.

Jihyun tidak dijadwalkan meninggal hari ini, dan Scheduler menjelaskan bahwa sering kali, pembuat onar mnuncul guna mengacaungkan segalanya.Seperti percobaan bunuh diri hari ini, yang coba dilakukan oleh Yikyung.

Scheduler menunjukkan kepada Jihyun apa yang dia maksud dengan membawanay menuju kamar rumah sakitnya.Teman-temannya meledak, terkejut dan sedih, dan mendengarkan dengan ngeri ketika dokter menyatakan tubuhnya dalma keadaan vegetatif, dia hampri mati otak.

Scheduler melakukan kesepakatan dengan Jihyun, jika dia ingin hidup. Dalam waktu sebagai Scheduler, dia mempunyai dua kasus sebelumnya, dimana orang-orang meninggal akibat tindakna tidak terduga orang lain.

Dia mempunyai 2 pilihan yaitu Entah memutuskan bahwa dia siap untuk pindah menuju alam baka, atau menemukan 3 orang di dunia yang benar-beanr mencintainya dengan bukti air mata yang menetes ketika memikirkannya.

Jihyun senang sebab rencana ini tampaknya cukup mudah untuknya. namun Scheduler mengatakan tidak semua air mata diciptakan sama. Dia harus mengumpulkan 3 air mata murni dalam waktu 49 hari yang diberikan.

Scheduler membawa Jihyun ke supermarket dan memberi tahunya mengenai profil wanita yang tubuhnya diizinkna untuk dia gunakan yaitu Yikyung. Jihyun diperintahkan untuk bertindak hanya usai Yikyung tertidur.

Usai Yikyung tertidur Jihyun memasuki tubuh Yikyung. Beberapa saat kemudian Yikyung terbangun. Yikyung terbangun dengan roh Jihyun di dalamnya. Kini Jihyun menguasai tubuh Yikyung.