Sinopsis Episode Terakhir 49 Days Episode 20 – Sinopsis Drama Korea

Diposting pada

Di waktu sebelumnya Scheduler memberi tahu Jihyun bahwa ingatannya mengenai 49 hari adalah hadiah kejam yang telah diberikan untuknya. Scheduler mengkonfirmasi bahwa jadwal lift terakhirnya adalah Shin Jihyun yang dijadwalkan untuk mati 6 hari dari sekarnag.

Takdir Jihyun selalu mati muda, namun kecelakaan itu merupakan kematian tidak terduga yang mempercepat kematiannya lebih dari 50 hari. Karena betapa kejamnya hal ini terhadap Jihyun, kekuatan yang ada memberinya hadiah kenangan 49 hari, dan hal itu akan menjadi pilihan Jihyun sekarang, apabila dia menerima hadiah ingatanya atau tidak.

Dia memberi tahu Jhyun bahwa dia bisa marah, dan sementara Jihyun menangis, dia mengerti bahwa kemarahan atas ketidakadilan itu semua tdiak akan mengubah apapun. Jihyun memilih mengingat 49 harinya, jadi ini membuatnya menjelaskan kepada Yikyung mengapa dia pura-pura tidak ingat.

Tanpa 49 hari, ayahnya akan kehilangan perusahaan sebab Minho dan Jihyun mungkin akan bunuh diri sebab merasa shock dikhianati Injung dan Minho. Karena 49 hari, Jihyun sanggup mengubah jalan kehancuran dan melindungi orang-orang yang disayanginya.

Di waktu berikutnya Kang ada di kantornya, dia dihampiri Jihyun. Kang bertanya mengapa dia tidak di rumah sakit, dan Jihyun mengatakan menyelinap keluar sebab dia ingin pergi ke suatu tempat bersamanya. Di tempat piknik, mereka makan kimbap, Jihyun berterima kasih kepada Kang sebab telah merawat orang tuanya ketika dia dalam keadaan koma.

Usai makan, Kang mengeluarkan handphone-nya dan melihat-lihat foto yang diambilnya dari piknik hari ini. Dia memuji dirinya sendiri dan juga menggoda Jihyun. Saat saling menggdoda, gelang jatuh dari saku Kang dan Jihyun terkejut melihat itu. Jihyun akhirnya dapat berbagi kenangan masa lalunya mengenai ibu Kang dengannya, mengaku bahwa dia sebenarnya cukup dekat dengan ibu Kang.

Di masa lalu Ibu Kang membuatkan makanan untuk Jihyun remaja untuk dimakna suatu malam, dan mendiskusikan masalah Kang. Jihyun bertanya mengapa Kang tidak menyukai ibunya, dan Ibunya mengkau dia menolak memberikan beberapa jawaban ayng dia inginkan.

Keyakinan Ibunya bahwa beebrapa kesalahpahaman lebih baik tidak diluruskan sebab jika tidak, hal ini bisa mengakibatkan lebih banyak rasa sakit. Di waktu berikutnya, Jihyun memeangi perutnya yang kesakitan dan segera dia ambruk. Orang tua Jihyun menjadi panik, memanggil staff medis. Roh Jihyun meninggalkan tubuhnya.

Scheduler ada disana menunggu menyambutnya. Mereka berjalan menyusuri lorong menuju lift. Scheduler melambaikan tangannya agar pintu terbuka. Jihyun dengan berani melangkah masuk dan ketika pintu tertutup, dia tersenyum dengan air mata ketika meliaht Scheduler melakukan hal sama.

Saat ini Kang melihat sekeliling mendapati kotak berisi barang-barang Yikyung. Di dalamnya ada catatan dari Jihyun, yang ditulis seolah-olah dia Yikyung, meminta Kang agar menjadi teman Yikyung, seperti halnya Kang merupakan teman Jihyun. Kang membawa kotak tersebut ke Yikyung, yang tidak mengenali isi kotak tersebut.

Yikyung mendapati kunci studio musik Yisu. Yikyung menyadari dia bahkan belum membersihkan barang-barang Yisu selama ini. Dia menuju studio dengan Kang. Di dalam ruangan, dai menggunakan kunci membuka loker. Yikyung mendapati tas ransel anak-anak miliknya, namun dia telah membuatnya. Di dalam ransel ada sepatu anak berwarna pink.

Yikyung memegang laporan rekenign bank yagn ditinggalkan Yisu untuknya dan dia pun menangis. Yisu duduk disampingnya. Dia mengatakan kepadanya untuk menjadi kuat dan berhenti menangis.Kagn datang mengunjungi orang tua Jihyun, Ayahnya meneriaki Ibu Jihyun sebab menyimpan foto anak mereka yang sudah meninggal.

Kang melihat foto itu, bertanya-tanya siapa gadis kecil itu. Dia diberitahu bahwa gadis ini kakak perempuan Jihyun bernama Jimin. Di masa lalu Di station kereta, Jihyun mengembar. Ibu Jihyun meminta Jimin tetap tinggal dan pergi mencari Jihyun. Ibu Jihyun menemukan Jihyun, namun saat merkea kembali, Jimin telah menghilang.

Saat ini Kang mengungkapkan bahwa dia melihat ransel dan sepatu yang samad engan yang dikenakan oleh Jimin di foto. Kang mengajak ibu Jihyun mengunjungi Yikyung. Yikyung percaya ibunya meninggalkannya, namnun saat Yikyung mengeluarkan ransel, Ibunya mengenalinya menyadari bahwa Yikyung adalah Jimin kakak dari Jihyun.

Dia mengenali tas itu sebagai milik putrinya yang diculik, sepatu itu mempunyai bintang yang disulam ibu pada dirinya sendiri. Ibu menangis saat menyadari putrinya yang lain masih hidup. Yisu disana dan menangis juga, menyadari bahwa Yikyung mempunyai keluarga.

Di waktu sebelumnya, Jihyun menuju lift dengan Scheduler, pada saat dia bertanya kepadanya mengeani dari mana dua air matanya yang lain berasal. Jelas air mata Yikyung tidak dapat dihitung sebab dia terkait dengan Jihyun.

Flash back lebih jauh, Injung melihat tubuh Jihyun, dia melihat bayanganya sendiri yang mengerikan di jendela menyadari dia hampir menjadi monster. Injung merasa ngeri, dia berlutut dihadapan Jihyun dan menangis, meminta pengampunan, bertobat atas smeua kesalahannya.

Saat Injung bagnun, dia hanya berusaha menyentuh wajah Jihyun saat Kang tiba, dan megnira tindakanya itu berusaha membunuh Jihyun. Kini Jelas air mata ketiga Jihyun itu berasal dari Injung yang sebelumnya dari Seowu. Di waktu sekarang, Yikyung duduk dikamarnya danmenangis, melihat foto dirinya dan Jihyun.

Jika dia tahu Jihyun adiknya, dia akan membiarkannya menggunakan tubuhnya lebih banyak. Scheduler duduk disana menagnis bersamanya, dan menyadari bahwa ini yang diisyaratkan oleh nenek Scheduler. Di hari terakhirnya, Scheduler menemui Yikyung memintanya menjalani kehidupan yang baik dengan orang tuanya.

Dia mengulurkan tangan menyentuh wajah Yikyung, namun dia berhenti sendiri. Mengenakan setelan rapi, Scheduler berjalan melewati taman sampai pada akhirnay dia menghilang. Dua tahun kemudian, Injung berjalan keluar dari kantor pada saat dia melihat remaja Seowu, Injung dan Jihyun berlari melewatinya.

Dia ingat waktu lebih polos bersama dua sahabatnay itu. Ketiganya dihukum dan berlutut di lorong. Perut Jihyun keroncongan, dan injung secara diam-diam menyuapnya dan Seowu. Mereka kemduain berbagi makan bersama. Yikyung dan kang pergi bersama megnunjungi dua pohon yang ditanam berdampingan, kuburan Jihyun dan Yisu.

Yikyung berbicara dengan Jihyun, mengatakan kepadanya bahwa Kang telah bekerja keras seperti diinginkan Jihyun, dan menjadi teman baik Yikyung. Dia berterima kasih kepada Jihyun sebab telah membuka jalan untuknya guna bekerja di restauran dan sangat dicintai semua orang.

Kang mengatakan kepada Jihyun bahwa kebanyakan orang menjalani hidup mereka seolah mereka tidak akan mati suatu hari nanti, walaupun mereka tahu kematian bisa datang kapan saja. Kakrena 49 hari Jihyun, Kang menjalani hidupnya seperti 49 hari, dan membuat setiap momen berharga. Yikyung dan Kang meletakkan bunga di pohon peringatan.

Kang dan Yikyung berkomentar bahwa hari-hari yang dihabiskan berama Yisu dan Jihyun memungkinkan mereka tetap hidup speerti setiap hari berharga dan dapat menjadi hari terakhir mereka. Yikyung dan Kang masing-masing mengatakan kepada Yisu dan Jihyun, bahwa Aku bahagia sebab aku memilikimu dalam hidupku. Dan drama ini pun berakhir.