Sinopsis If You Wish Upon Me Episode 1-Ending

Diposting pada

Episode ini dimulai dengan pria bernama Gyeo-Rye yang baru saja dibebaskan dari penjara. Saat itu, dia meminta pria yang ada dihadapannya untuk bertukar pakaian. Ketika di jalan, gangster bernama Seok-jun dan rekannya mengejar pria yang dia anggap Gyeo-rye mengingat jaket yang dia kenakan sebelum dipenjara.

Namun saat keduanya menangkap pria ini, dia menyadari itu bukanlah Gyeo-rye. Seokjun lalu menghubungi Gyeo-rye dengan nadah marah, bertanya darimana dia mendapatkan uang 320 ribu won. Dia mendapati informasi dari Park Hyosun bahwa dia tidak bertemu dengannya namun mendapatkan uang darinya.

Tetapi Gyeo-rye mengatakan bahwa dia bertemu dnegan Hyosun dan memberinya uang. Dia lalu emminta kepada Seokjun untuk tidak menghubunginya lagi. Gyeo-rye pergi menuju rumah sakit hewan, untuk menemui teman lamanya yaitu Dr. Jingu. Jingu adalah pria yang selama ini merawat anjing kesayangan Gyeo-rye yang sedang sakit.

Gyeo-rye meminta Chihun untuk memberikan tas yang dia titipkan kepadanya. Jingu lalu menyerahkan kepada Gyeo-rye. Ketika Gyeo-rye membukanya itu berisikan uang. Gyeorye memberikan sebagian uang kepada Jingu, namun JIngu hanya mengambilnya sedikit.

Dia menolak untuk mengamnbil semuanya. Saat Gyeorye pergi, Jingu bertanya bagaimana kabar Junkyung. Mengingat dia selalu bersama dengannya. Namun Gyeorye hanya menatap tajam lalu pergi. Gyeorye pergi untuk menginap di hotel mewah, saat bellboy mengantarnya ke kamar, dia menyadari bahwa Gyeorye membawa binatang.

Ini tentu saja dilarang. Sehingg Gyeorye memberikan tips yang cukup banyak untuk petugas bellboy agar tutup mulut. Di kamar, Gyeo-rye menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk dirinya sendiri, namun dia berhenti saat dia duduk dengan mengatakan itu bohong, sebab dia tidak tahu kapan dia lahir. mengingat dia berasal dari panti asuhan.

Seorang pria terbangun dari tidur di ambulans, pria ini adalah Taesika. Dia memasuki ruamh perawatan Woori. Di dalam, dia menyapa semua orang yang dia temui. Usai itu, dia menuju ke dapur untuk berteu dengan nenek Yeom Sunja, Taesik memuji keterampilan memasak Sunja, usai dia mencicipi masakannya.

Sementara itu di atap, perawat dengan otot yang hebat bernama Seo Yeonju. Dia dihampiri oleh siswi Yu Seojin, kapan dia akan bertarung di MMA. Yeonju mengatakan bahwa dia tidak punya waktu untuk itu. Yeonju bertanya sebaliknya kepada Seojin, bagaimana dengan sekolahnya.

Seojin hanya mengatakan bahwa ini lebih penting dengan memberikan pilok salju untuknya. Di tempat lain, Taesik merawat Pak Yun, yang saat itu Pak Yun melihat dari jendela salju turun. Namun itu adalah salju yang diciptakan oleh Yeonju dan Seokjin serta yang lainnya merupakan Tim Genie. Yang mengabulkan permintaan terakhir dari pasien.

Taesik mengatakan kepada Pak Yun sudah saatnya dia merayakan pesta natal bersama dengan istrinya di pantai kampung halamannya. Di tempat lain, Gyeo-rye berada di pemberhentian bus bersama anjingnya. ketika itu Anjingnya menatap sebuah poster datanglah ke Goseong.

Dia bertanya kepada anjingnya apakah dia ingi melihat laut untuk terakhir kalinya sebelum mati. Gyeorye melanjutkan mengatakan mari kita kesana, mengingat kita tidak mempunnyai tempat tujuan. Pak Yun bersiap untuk meninggalkan rumah perawatan, sebelum pergi dia memberikan jam tangan kesayangannya.

Dia mengatakan bahwa hidupnya akan segera berakhir. Saat Pak Yun bersiap untuk pergi, para penghuni ruamh eprawatan, menggunakan setelan pakaian musim dingin, meskipun ini merupakan musim panas. Ini dilakuakn untuk menghormati Pak Yun, yang menyukai salju.

Di saat itu Sunja memberikan sekantong makanan kepada Taesik untuk diletakkan di makam istri Pak Yun. Dalam perjalanan misi tim Genie untuk Pak Yun, Taesik ditemani oleh Yeonju dan dokter Chihun. Saat itu, Pak Yun mulai mengalami gangguan pernapasan, taesik meminta kepada Pak Yun untuk bertahan sebentar lagi.

Di jalur yang sama, Gyeo-rye yang mengendarai mobil, terus dibuntuti oleh Seokjun. Sehingga dia melaju dengan cepat. Namun dihadapannya ada perbaikan jalan, sehingga dia menghentikan mobilnya melaju. Namun justru itu membuat kendaraan lain berhenti mendadak, tetapi tidak untuk mobil ambulans yang dikendarai oleh Taesik.

Sehingga dia membanting stir ke samping. INi membuat kaki Taesik terluka. Taesik keluar terpincang-pincang menari keluar Gyeo-rye dari mobilnya. Untuk menggantikan posisinya sebagai driver sebab tim genie tidak ada yang bisa mengendarai mobil. Gyeo-rye menyetujui mengingat dia terus dibuntuti oleh Seokjun yang menuntut uangnya kembali.

Di atas bukit yang menghadap ke laut, tim Genie, menidurkan Pak Yun disamping makam istrinya, dia memegang nisan istrinya. Lalu Pak Yun memasuki visinya, dimana dia berada disisi istrinya, dengan mengatakan kepadanya bahwa sayang sendirian itu sepi bukan, kini kita bisa bersama mulai sekarang.

Saat ini, Pak Yun menghembuskan nafas terakhirnya, dengan tim Genie merasa sedih. Sementara Gyeo-rye berbicara dengan anjingnya di pantai, dia mengatakan bahwa mungkin ini pertama kalinya dia melihat laut, atau mungkin dia pernah melihatnya waktu kecil. Saat dia berdiri, Gyeo-rye sambil menggendong anjingnya memutuskan berjalan ke arah laut, memutuskan untuk melakukan hal negatif yaitu bunuh diri.

Namun dia segera dihentikan oleh Taesik. Taesik meminta Gyeo-rye untuk bertanggung jawab penuh terhadap apa yang dia lakuakn terhadap kakinya. Usai ini, Gyeo-rye dan Taesik berada di kantor polisi. Atas insiden jalan raya sebelumnya. ketika itu, Taesik melihat luka bakar Gyeo-rye di lehernya.

Gyeo-rye dihadapkan oleh polisi, saat dia bertanya kepada Gyeo-rye mengenai alamatnya, Gyeo-rye menyebutnya bahwa dia tidak mempunyai rumah. Ini tentu membuat polisi menganggap Gyeo-rye main-main dengannya, polisi mengetahui dari catatan kriminalnya bahwa dia baru saja dibebaskan dari penjara 3 hari lalu.

Namun ini justru membuat Gyeo-rye naik pitam mengatakan bahwa dia masuk penjara hanya singkat sebab insiden kebakarna. dia tidak sengaja melakukannya, namun dia dianggap sebagai pelaku dan dituntut secara keliru karena mengantongi bantuan penyelsaian dan buku tabungan palsu.

Usai ini mereka berdua pergi, namun Taesik mencoba untuk melihat luka bakar di punggung Gyeo-rye, yang dia anggap itu luka bakar karena setrika panas. Namun ini justru Gyeo-rye merasa tidak nyaman.

Di masa lalu, Taesik menerima intimidasi dari seorang gangster, dia memperhatikan anak kecil, dia menunjukkan gestur tangan meminta anak itu untuk mengunci diri di kamar. Saat anak itu berbalik, dia memiliki luka bekas setrika di tempat yang sama seperti yang dimiliki Gyeo-rye.

Di rumah duka, Yeonju dan Chihun meminta maaf kepada keluarga Pak Yun, pada saat keluarga Pak Yun mengganggap membuat Pak Yun menderita hingga kematiannya. Mereka menuduh Yeonju dan Chihun tidak menghubungi mereka pada saat Pak Yun sekarat.

Yeonju mengatakan dia sudah melakukannya namun dari mereka tidak ada yang mengangkatnya. Taesik datang menambahkan bahwa mereka tidak pernah mengangkat telepon selama 3 bulan lamanya. Dia meyakini mereka hanya menginginkan asuransi ayahnya.

Mengingat dia hanya mengangkat telepon saat ayah mereka meninggal. Ini membuat keduanya marah, menganggap Taesik telah mengambil jam arloji ayahnya, yang saat itu dikenakan oleh Taesik. Taesik kemudian mengatakan kepada mereka pesan terakhir dari Pak Yun bahwa kamu tidak bisa memilih kapan kamu dilahirkan, biarkan itu a apadannya.

Tapi aku ingin memilih kapan aku mati. Pak Yun melanjutkan bahwa arloji ini diberikan kepadanya dengan mengatakan waktunay sudah berakhir. Saat di luar rumah dukat, Chihun mengatakan kepada Yeonju bahwa keluarga Pak Yun benar bahwa mereka idealis.

Chihun mengatakan kepada yeonju bahwa tidak bisa membantunya Yeonju lagi. Di rumah perawatan Tim Genie merasa kebingungan, sebab Taesik dalam sepekan ini belum juga kembali. Mereka takut kehilangannya, mengingat tidak ada yang bisa menyetir mobil untuk mobil ambulans mereka.

Namun dalam pembicaraan itu, seketika Taesik datang dengan menggunakan kruk. Namun ini juga menjadi masalah sebab tidak ada yang mengganti posisi Taesik sementara. Di ruang sidang, Gyeo-rye menerima hukuman 5 ribu dollar atas penyebab insiden kecelakaan yang terjadi sebelumnya dengan melukai tiga orang termasuk Taesik.

JIka dia tidak bisa membayar denda, maka dia harus menjalani layanan masyarakat. Di hotel, Gyeo-rye memperhatikan Seokjun dan anteknya berada di ruang informasi. Sehingga ini membuat Gyeo-rye panik, bergegas menuju kamar hotel untuk mengambil anjingnya yang tertinggal di kamar.

Dia memakai setelan pakaian Bellboy untuk menghindari keduannya. Usai ini, dia kembali menemui Jingu. Gyeo-rye berniat untuk meninggalkan anjing kesayanganya untuk dirawat temannya itu. Mengingat anjingnya itu sakit. Akan tetapi anjing Gyeo-rye menolak untuk pergi, sehingga Gyeo-rye memutuskan untuk membawanya kembali meskipun Jingu mencoba menghentikannya.

Gyeo-rye measa yakin mungkin anjingnya ingin melakukan hal-hal yang belum dilakukannya sebelum kematiannya. Di dalam mobil, dia menerima pesan bahwa jika dia tidak membayar denda maka dia harus menjalani layanan masyarakat di rumah perawatan woori.

Dia mencari tahu mengenai rumah perawatan itu apa, dia mendapati informasi itu berspesialisasi dalam melayani kesehatan yang fokus terhadap perawatan paliatif pada pasien sakit parah, dan memenuhi kebutuhan emosioenla mereka di akhir hayat.

Esok harinya, tim genie menanti kedatangan sopir baru mereka. Segera Gyeo-rye datang dengan mobil mewahnya yang mengejutkan mereka. Namun Gyeo-rye menyadari ini pasti permintaan dari Taesik usai dia melihatnya.

Masalah lain muncul pada saat Yeonju dengan baju kotornya datang tiba-tiba, menendang kaca mobil Gyeo-rye hingga rusak. Segera ini membuat Yeonju dan Gyeo-rye saling menatap tajam.